Thursday, March 5, 2015

[KG-064/2015] Kunker Diropsar PT KALOG + Prospek Rel KA Masuk TPS



SuRaBaYa: Hari Kamis (05/03), Direktur Operasi & Pemasaran PT Kereta Api Logistik (KALOG), Subakir, mengadakan kunjungan kerja ke Surabaya. Selama di Kota Pahlawan, Diropsar melakukan kunjungan ke Stasiun Pasar Turi (SBI) dan Terminal Barang Kalimas (TB KLM) serta melakukan evaluasi dan pembinaan.

Program kunjungan ini sudah rutin dilakukan untuk memantau aktifitas di daerah agar berjalan sesuai dengan panduan yang ditetapkan oleh kantor pusat. Kekuatan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni merupakan modal KALOG agar bisa tetap eksis di bisnis jasa logistik terpadu.



Setelah makan siang, acara dilanjut dengan rapat di kantor Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Perak Surabaya, bersama tim PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 SB, PT KALOG dan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Pokok bahasan, mengecek persiapan panitia untuk kegiatan uji-coba dan hari-H.




Menjelang sore, mengecek jalur kereta api (KA) yang tengah dibersihkan oleh tim pekerja dari PT KAI Daop 8 SB, tujuan ke pelabuhan TPS. Beres itu, lanjut ke lobi TPS dan membahas lokasi uji-coba serta area steril saat hari peresmian di akhir bulan Maret 2015. Pffffuuuih. Puadeeeet juga ya.






Semoga persiapan diatas berjalan lancar. Aamiin YRA.

Sumber : KALOG / Foto : RAM – Panca Candra.

[English Free Translation]
The series of events this Thursday 05/03 quite solid. We have internal meeting in the KALOG KLM office, going for lunch, then attended coordinstion meeting in the Port Authority, check rail line that will be used to TPS and informal briefings in TPS.

Wednesday, March 4, 2015

[KG-063/2015] Tamu Migas & Syukuran JO BUMIKALOG - 04/03/15



SuRaBaYa: Rabu 04/03, PT Kereta Api Logistik (KALOG) mendapat tamu dari Inpex Masela Ltd dan rekan, di Terminal Barang (TB) Kalimas (KLM), Surabaya. Sebelumnya, tim ini sempat survei ke TB Sungai Lagoa (SAO), Tanjung Priok, Jakarta dan Stasiun Banyuwangi Baru. Kesemuanya bertujuan mencari fakta dan cek fasilitas.

Sebagai bagian dari sebuah perusahaan minyak dan gas (migas) nasional yang bermitra dengan perusahaan asing, ‘ndak ada salahnya mencari opsi terbaik dan paling murah (relatif ‘loh). Pagi ini kami mengantar berkeliling, mulai gate in/out, fasilitas alat berat, cek spoor, fasilitas gudang dan rel lama yang masih bisa dilihat sisa-sisanya di sebelah gudang.

Intinya, Inpex sangat senang bisa berkunjung ke KLM maupun SAO dan Banyuwangi Baru untuk memastikan kemungkinan dipakainya moda transportasi kereta api (KA) di masa mendatang. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan manajemen. Selamat menimbang-nimbang ya.






Kemudian menjelang siang harinya, JO BUMIKALOG yang baru saja selesai menuntaskan renovasi kantor untuk kegiatan sehari-hari, melaksanakan acara syukuran & doa bersama, agar penyelenggaraan aktifitas di KLM khususnya dapat berjalan mancarli. 

Acara dimulai dengan pembukaan, sambutan GM JO, sambutan perwakilan PT KAI serta tausyiah oleh Ustadz KH Suudi Sulaeman. Selain nasi tumpeng, disediakan pula nasi kotak dan bubur merah putih sebagai syarat he he he. Piiiiis.










Mohon doa restu, agar segala kegiatan yang dilaksanakan membawa manfaat, nikmat dan barokah selalu. Aamiin YRA.

Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]
Wednesday, 04/03, PT Kereta Api Logistik (KALOG) received guests from the oil and gas company representatives, who want to use the railway mode in mid-term period, while JO BUMIKALOG today held a celebration and pray together for the smooth running of the business.

Tuesday, March 3, 2015

[KG-062/2015] Revitalisasi Jalur KA Ke Terminal Petikemas Surabaya



SuRaBaYa: Upaya kerjasama yang telah lama digodok dari berbagai institusi, untuk mengurangi beban biaya logistik nasional, terus diupayakan. Salah satu mewujudkan jalur kereta api (KA) masuk ke pelabuhan. Di ujung timur pulau Jawa, Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dan instansi terkait sudah siap sedia bahu membahu untuk merealisasikannya.

Bukan hal yang mudah, karena sebagian rel KA yang melintas dari Stasiun Kalimas menuju Prapat Kurung kebanyakan sudah termakan umur dan menjadi pemukiman, selain sejumlah titik tertentu pastinya memerlukan penggantian bantalan, rel maupun penambahan batu ballast. Sosialisasi kepada masyarakat pun sudah disiapkan sejak tahun 2014 lalu.

Pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) via Daop 8 SB terus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, dibantu dengan koordinasi bersama pihak-pihak terkait seperti RT/RW, Muspika, Kecamatan dan Kelurahan. Intinya memberikan pemahaman akan proses revitalisasi dan PT KAI akan memanfaatkan lahan yang selama ini belum digunakan secara optimal.

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya di hari Sabtu 14/02 SM Aset Daop 8 SB melakukan sosialisasi penertiban bangunan rumah guna menghidupkan jalur double track lintas Kalimas - Prapat Kurung - Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya serta peninjauan langsung ke area yang ditertibkan.

Bangunan yang akan ditertibkan tersebut sebanyak 311 rumah warga Kalimas Baru II. Hadir dalam sosialisasi tersebut Muspika Pabean Cantikan serta Tokoh Masyarakat Kalimas Baru II. Warga Kalimas Baru II mendukung penertiban yang dilakukan oleh PT KAI Daop 8 SB demi terwujudnya tujuan yang lebih besar. Dokumentasi terlampir.





Kini, rapat koordinasi terus berlangsung dan proses perwujudan masuknya rel kereta api (KA) ke PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) sudah mendekati hari pelaksanaan. Sejumlah persiapan akhir terus dikebut. Target, sebelum akhir bulan Maret 2015 sudah ada uji-coba angkutan KA dan selanjutnya siap-siap diresmikan oleh Menteri Perhubungan.

Menyusul infonya ya.

Sumber : PT KAI - CorComm Daop 8 SB.

[English Free Translation]
Collaborative efforts that have long discussed from various institutions, to reduce the burden of the national logistics costs, continue to be pursued. One goal is to realize the railway line into the harbor. At the eastern part of Java island, Surabaya Container Terminal (Terminal Petikemas Surabaya / TPS) and related agencies already ready in hand, to make it happen. Go get ‘em.

Monday, March 2, 2015

[KG-061/2015] Keberadaan TB Kertapati & Pembangunan Sumsel



SuRaBaYa: Keberadaan Terminal Barang Kertapati, Palembang bagi PT Kereta Api Logistik (KALOG) gak bisa disepelekan. Memiliki sejarah bagi angkutan batu bara perusahaan swasta pertama di Sumatera Selatan dan merupakan salah satu pengisi pundi rupiah di kas anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Bahkan di tahun-tahun mendatang, propinsi yang terkenal memiliki cadangan batu bara terbesar di Pulau Sumatera ini, akan terus dikembangkan. Tak ayal, Gubernur Alex Noerdin mendukung pengembangan Stasiun Kertapati, tak hanya untuk masyarakat kota Palembang tetapi untuk pertumbuhan propinsi yang dipimpinnya.

Berikut ini, kami hadirkan 2 (dua) artikel yang menyorot perkembangan pembangunan Stasiun Kertapati maupun penambahan stasiun baru untuk mendukung perkembangan wilayah Sumatera Selatan secara umum.

--- quote ---

(artikel 1) Dapat Dana Rp 2 Triliun, PT KAI Akan Tambah Armada

JAKARTA: PT KAI mengusulkan PMN sebesar Rp2,75 T dalam RAPBNP 2015. Dari usulan itu, Komisi VI DPR RI menyetujuinya sebesar Rp2 T.

Dirut PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, dana yang telah disetujui oleh Komisi VI itu akan digunakan untuk peremajaan dan penambahan armada baru.

"Kebutuhan pemenuhan rolling stock untuk jalur baru Trans Sumatera juga menjadi prioritas kami," katanya. Ia dan sejumlah Direktur BUMN mengikuti kunjungan spesifik Komisi VI DPR.

Dalam paparannya, Edi mengatakan pihaknya membutuhkan dana hingga Rp2,75 T untuk melakukan pengadaan sarana perkeretaapian di Sumatera. Salah satunya pengadaan sarana angkutan penumpang berupa 3 unit lokomotif dan 32 unit kereta penumpang senilai US$ 17.402.387.

Selain itu, guna meningkatkan mutu layananan di bidang angkutan barang dari korporasi seperti PT Bukit Asam, PT KAI berencana membeli 44 unit lokomotif, serta 1.290 unit gerbong batu bara atau KKBW. Pengadaan sarana angkutan barang itu membutuhkan dana hingga US$ 193.563.040.

"Kami juga membutuhkan 2 set alat pemelihara jalan rel," ujarnya. Ketua Komisi VI DPR Achmad Hapisz Tohir mengatakan, PMN kepada PT KAI disesuaikan dengan kebutuhan utama dan ketersediaan dana pada kas negara. Sehingga ia sangat yakin KAI dapat berkembang lebih baik lagi dengan adanya tambahan modal usaha itu.

Sumber : Tempo, 16.02.15.



(artikel 2) Sumbang 40 Persen. Pendapatan KAI, Stasiun Kertapati Layak Diperbaiki

PALEMBANG: Komisi VI DPR RI menyetujui PMN sebesar Rp 2 T yang sebelumnya telah diajukan PT KAI. Dalam business plan, dana itu akan digunakan PT KAI untuk memperbaiki beberapa stasiun dan menambah gerbong kereta.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dodi Reza Alex, mengatakan Sta Kertapati di Sumsel harus masuk ke dalam rencana kerja perbaikan PT KAI. Apalagi stasiun itu juga menjadi penyumbang pendapatan besar ke PT KAI.

“PT KAI Divisi Regional Kertapati-Tanjung Karang menyumbang 40% pendapatan KAI secara nasional. Sumbernya adalah angkutan Batubara Rangkaian Panjang atau Babaranjang. Selayaknya Sta Kertapati yang menjadi Trans Sumatera Railways harus dibenahi,” ujarnya.

Tim Spesifik Komisi VI DPR RI berencana mendatangi Kota Palembang dan bertemu dengan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin. Mereka akan memastikan beberapa proyek yang berkaitan dengan mitra kerja Komisi VI di Sumsel berjalan lancar.

Komisi VI DPR RI juga mengajak Dirut PT KAI ke Kota Palembang untuk melihat stasiun yang ada di Kertapati dan stasiun kecil lainnya. Dodi berharap KAI memprioritaskan peningkatan kualitas stasiun tersebut.

Sumber : TribunNews, 15.02.15.

--- unquote ---

[English Free Translation]
Commission VI of the House of Representatives, approved the PMN IDR 2 trillion which have previously been proposed by PT KAI. In the business plan, the funds will be used by PT KAI to improve and add some stations and buy the train cars – both for passangers and cargoes.

Sunday, March 1, 2015

[KG-060/2015] Warga "Kuasai" Tanah Milik PT KAI

BANDUNG: Huebatnya warga negara Indonesia yang "berani mati" mencaplok tanah negara walau harus dengan taruhan nyawa. Mayoritas yang kita ketahui, tanah tersebut milik PT Kereta Api Indonesia (Persero). Entah BUMN lain, apakah melakukan pengecekan aset ato sudah tertata baik ?

Sejak helm pimpinan perusahaan pelat merah perkeretaapian dipimpin oleh "bang Mandor" (sebutan bagi Ignasius Jonan kala menjabat sebagai Direktur Utama PT KAI), pengembalian aset merupakan salah satu target yang hendak dicapai. Begitu banyak aset tanah yang berpindah tangan sehingga cukup menyulitkan pihak PT KAI melacaknya.

Bukan Jonan jika tak punya akal brilyan. Maka dilakukanlah pembuktian terbalik dengan groundkar yang dipinjamkan dari salah satu museum di negeri Belanda – begitu kabarnya. Alhasil, satu demi satu aset tersebut berhasil dikembalikan ke pemiliknya dan merembet ke aset stasiun, lahan tidur hingga rumah dinas.

Masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan. Sepanjang demi kemaslahatan umat, kenapa ngga sih ? Semoga mancarli.

--- quote ---

(Artikel) Warga "Kuasai" Tanah Milik PT KAI

BANDUNG: Tanah milik PT KAI di wilayah Kab. Majalengka marak diperjualbelikan warga. Mereka yang menempati lahan tersebut setiap tahunnya harus membayar sewa lahan yang nilainya bervariasi.

Wartawan Kabar Cirebon melaporkan, bila membeli dari warga, harga lahan PJKA (PT KAI) sebesar Rp 30.000-Rp 40.000 per satu kaveling dengan ukuran 8 x 10 m (6 bata). Sementara harga sewa tahunannya disesuaikan dengan kegunaan lahan.

Jika lahan difungsikan sebagai tempat tinggal, sewanya hanya sekitar Rp 400.000-Rp 800.000. Namun jika tanah difungsikan sebagai tempat usaha, sewa tahunan bisa mencapai jutaan rupiah.

Hampir seluruh lahan PT KAI yang ada di wilayah Kab. Majalengka mulai dari Kadipaten hingga Sumberjaya yang berbatasan dengan Kab. Cirebon dipergunakan oleh masyarakat. Peruntukannya rata-rata digunakan sebagai tempat tinggal & lahan usaha. Diantara mereka ada yang sudah menempati puluhan tahun.

Salah seorang tokoh masyarakat di Desa Gandasari, Kec. Dawuan, Sabungan Simatupang mengatakan pendirian bangunan yang dilakukan warga tidak memperhatikan drainase sehingga ketika hujan air mengalir langsung ke jalan raya jurusan Cirebon-Bandung. Ia meminta perlu ada solusi dari pendirian rumah tinggal di lahan PT KAI tersebut.

Sumber : Pikiran Rakyat, 30.01.15.

--- unquote ---

Gimana gak gemes membaca artikel diatas. Masyarakat se-enak udel begitu dan bertindak seperti tanah ini tak bertuan gitu. Uedaaaan !

Rasanya makin kemari semakin banyak kisah misterius dan sulit dikuak. Apa perlu masuk klasifikasi "X-Files" ? Contoh, kasus Sengkon & Karta dulu, kasus Antasari Azhar, kasus Labora Sitorus, dan yang terkait dengan biz kereta api yaitu sengketa lahan di Jl. Jawa dan kini berdiri "Center Point".

Selamat datang di Negeri Antah Berantah.

Sumber : Dari Sana-sini.

[English Free Translation]

Land owned by PT KAI in the District. Majalengka rampant traded by citizens. Those who occupy the land each year must pay the rent of land whose value varies. This is a series og Amazing Indonesia he he he, state land was sold anyway.

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...