Monday, October 7, 2013

[KU-269/2013] Manufacturing Hope / Dahlan Iskan: Maju dan Bersih, No Salah Satunya

Jakarta - Ini salah satu upaya internal untuk membuat BUMN bersih dari korupsi. Mungkin masih kurang sempurna. Mungkin juga ada cara lain yang lebih baik. Tapi belum ketemu.

Intinya pembersihan itu harus dimulai dari atas. Prinsip ini yang kami anut. Karena itu jajaran direksi yang pertama-tama harus bersih. Direksi yang bersih yang akan membersihkan level di bawahnya. Direksi yang tidak bersih tidak mungkin bisa melakukan itu.

Upaya ini kami sebut dengan "road map menuju BUMN bersih". Cara ini mungkin dianggap kurang radikal. Kurang dar-der-dor. Tapi mengelola perusahaan memang harus hati-hati. Pemberantasan korupsi tidak bisa dilakukan dengan cara menghancurkan perusahaannya. Pemberantasan korupsi harus dilakukan, tapi perusahaan juga harus tetap berkembang. Tetap naik omsetnya. Tetap naik labanya.

Kami menggunakan istilah "road map" karena upaya ini memang dilakukan dengan tahapan tertentu, cara tertentu, dan target waktu tertentu. Dalam road map itu ada yang disebut "bersih level satu". Artinya level satu (direksi) di sebuah BUMN-lah yang didahulukan untuk dibuat bersih.

Tentu selama ini sudah sangat banyak direksi BUMN yang bersih. Saya tahu siapa-siapa mereka. Tapi belum pernah diumumkan secara terbuka. Juga belum pernah diuji: benarkah bersih.

Karena itu sejak tanggal 1 Oktober 2013 lalu kami membuka pendaftaran. Khusus untuk direksi. Secara kolektif per BUMN. Tidak bisa tiap satu direktur mendaftar sendiri. Artinya satu board of director (BOD) harus sepakat bersih semua. Kalau ada satu board of director yang merasa gagal bersih hanya oleh ulah salah satu di antara mereka maka mereka harus mengusulkan untuk diganti.

Saya harapkan sejak 1 Oktober lalu hingga 30 Oktober nanti, masing-masing BOD membuat kesepakatan internal: berani mendaftarkan diri sebagai BOD yang bersih atau tidak. Bagi yang merasa masih belum bersih benar, tapi bertekad untuk bersih, tetap bisa mendaftar. Masih ada waktu tiga bulan untuk cuci-cuci diri.

Saya ingin tahu pada tgl 30 Oktober depan sudah berapa BUMN yang berani mendafkan diri. Lalu mereka diberi kesempatan untuk benah-benah selama November dan Desember. Mereka akan dinilai mulai tanggal 1 Januari 2014.

Yang akan menilai mereka adalah pihak-pihak yang selama ini berhubungan dengan BUMN tersebut: pemasok, vendor, konsumen, dan seterusnya. Merekalah yang mewakili publik. Tentu yang tidak terkait dengan BUMN tersebut tidak diminta ikut menilai. Asumsinya: mereka tidak tahu persis perilaku BUMN tersebut.

Biasanya yang paling tahu sebuah BUMN itu masih kotor atau sudah bersih adalah pemasok atau pengguna jasanya. Debitor sebuah bank misalnya, akan tahu ini: dia perlu nyogok atau tidak untuk mendapat kredit. Perlu memberi hadiah atau tidak. Saya bangga bahwa bank BUMN sudah sangat maju. Jangankan sogok atau hadiah. Ditraktir makan oleh debitor pun sudah tidak mau.

Penilaian itu akan berlangsung selama 3 bulan (Januari-Maret 2014). Hasilnya akan diumumkan.

Bagaimana dengan BOD yang tidak berani mendaftar sampai 30 Oktober nanti? Tidak apa-apa. Mereka akan dikelompokkan dalam kelas khusus: mereka diberi road map menuju BUMN bersih. Harus menjalankan itu. Bagi yang tidak mau masih ada pilihan: mengundurkan diri dari jabatan direksi. Atau diberhentikan.

Setelah program "bersih level satu" diselesaikan, berikutnya adalah: "bersih level dua". Setiap BOD harus membuat road map. Untuk menciptakan pejabat tinggi satu level di bawah direksinya juga bersih. Tentu ini hanya dilakukan oleh BOD yang sudah mendaftarkan diri. Bagi yang belum mendaftar tentu tidak bisa. Bagaimana bisa membuat road map untuk menciptakan level di bawah direksi bersih? Kalau direksinya sendiri belum bersih?

Tentu sebuah BOD harus menciptakan sistem agar pejabat satu level di bawah direksi juga bersih. Termasuk sistem jenjang karir yang menganut merit. Tentu juga harus berani mengganti pejabat level tersebut yang dinilai berpenyakit.

Pendaftaran untuk BUMN yang level di bawah direksinya juga bersih baru dilakukan 1 Januari 2014 selama sebulan. Penilaian untuk level ini mulai dilakukan tanggal 1 April 2014.

Program berikutnya adalah membuat "bersih level tiga". Yakni bagaimana agar seluruh manajer di BUMN juga bersih. Dari pengalaman beberapa BUMN yang sudah bersih, itu tidak sulit. Kalau level direksinya sudah bersih dan level satu tingkat di bawah direksinya juga bersih, para manajer itu akan ikut dengan sendirinya.

Pendaftaran "bersih level tiga" ini dimulai 1 April 2014. Dan akan mulai dinilai pada 1 juli 2014.

Sulitkah mencari orang bersih? Tidak. Yang sulit adalah mencari orang bersih yang "tidak sok bersih". Kita perlu orang-orang bersih tapi tidak sok bersih. Yang sok bersih itu biasanya sikapnya kaku.

Merasa bersih sendiri. Benar sendiri. Merasa orang lain itu kotor. Orang yang demikian, meski bersih, sulit diangkat jadi pimpinan di perusahaan. Dia tidak bisa berada dalam satu tim kerja yang solid. Padahal kemajuan itu tidak bisa dibuat oleh satu orang. Harus satu tim.

Kita perlu banyak orang bersih yang punya jiwa kepemimpinan. Yang punya antusiasme. Kita pengin maju dan bersih. Bersih dan maju. Bukan hanya salah satunya.

Sumber : Dahlan Iskan – detikFinance, 07.10.13.

[English Free Translation]
Dahlan Iskan said, It's one of internal efforts to make state-owned enterprises (SOE) free from corruption. May still be less than perfect. There may also be other better ways. But not met.


The point is that cleaning should start from the top. The principles that we profess. Therefore, the board of directors (BoD) must first be clean. Directors are clean will clean the level below. Directors who do not clean may not be able to do it.

Sunday, October 6, 2013

[KU-268/2013] Akademi Perkeretaapian Segera Dibuka

TEMPO.CO, Madiun - Ketua Komisi Perhubungan Dewan Perwakilan Rakyat Laurent Bahang Dama berharap proses pembangunan Akademi Perkeretaapian Indonesia di Madiun bisa rampung sebelum tenggat waktu yang ditentukan, yaitu 2016. 
"Kalau bisa lebih cepat dan pada 2015 sudah selesai,’’ kata dia, saat melakukan kunjungan kerja di lokasi Akademi Perkeretapian Indonesia di Madiun, Jawa Timur, Rabu, 25 September 2013. 

Penyelesaian proyek pembangunan lebih awal, menurut dia, akan semakin mempercepat pemanfaatan Akademi Perkeretaapian Indonesia. Dengan demikian, dapat segera dicetak sumber daya manusia baru di bidang sarana transprotrasi kereta api. Komisi Perhubungan sendiri berencana membentuk panitia kerja yang akan mengawasi jalannya pelaksanaan proyek.

Adapun lokasi Akademi Perkeretaapian itu berada di wilayah Kecamatan Manguharjo, Madiun. Pembangunannya berlangsung di atas lahan sekitar 25 hektare yang telah dihibahkan Pemerintah Kota Madiun. Sedangkan alokasi dana pembangunannya mencapai Rp 680 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sejak 2011 hingga 2016.

Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat Anton Tampubolon menyatakan capaian pembangunan Akademi Perkeretaapian Indonesia di Madiun baru mencapai 40 persen. Meski demikian, operasionalnya sudah mulai dijalankan pada 2014. "Tahun depan sudah mulai menerima 120 taruna untuk empat jurusan. Masing-masing jurusan ada 30 taruna,’’ ujarnya, yang juga mengikuti kunjungan anggota Komisi DPR RI ke Madiun.

Empat jurusan yang akan dibuka di Akademi Perkeretaapian itu meliputi empat bidang teknik, yaitu sarana, jalur dan bangunan, sintelis, dan lalu lintas angkutan. Diungkapkan, di saat akademi mulai dioperasionalkan tahun depan, pemanfaatannya masih belum bisa maksimal. ‘’Untuk praktek, nanti kami pinjamkan ruangan di PT INKA dan PT KAI, kira-kira begitu,’’ ujarnya.
Sumber : Tempo, 26.09.13 / Foto : Antok.
[English Free Translation]

Chairman of the Transportation Committee, House of Representatives, Laurent Bahang Dama hope the process of making “Indonesian Railways Academy” can be completed in Madiun before the specified deadline in 2016. Yoops, we do hope !

Saturday, October 5, 2013

[KU-267/2013] Palembang : Musi 3 Diganti Tunnel

PALEMBANG – Diam-diam Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel telah menyiapkan wacana membangun terowongan bawah tanah (tunnel).

Ide tersebut muncul karena berbagai kendala dalam upaya mewujudkan pembangunan Jembatan Musi 3.

Nah, tunnel dianggap alternatif yang cocok untuk memecah kemacetan lalu lintas Seberang Ulu dan Ilir serta Jembatan Ampera. Apalagi, desain Jembatan Musi 3 yang sudah dibuat masih dipersoalkan ketinggiannya karena dianggap menyulitkan kapal untuk merapat ke kawasan Boombaru.

“Jika dilihat dari ketinggiannya (Musi 3), memang sulit diwujudkan. Jadi untuk jembatan ini, akan cenderung diubah menjadi tunnel,” ucap Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU BM) Provinsi Sumsel, Ir Rizal Abdullah Dipl MT, di Griya Agung, Selasa (1/10).

Diakui Rizal, wacana itu sudah pernah dibicarakan bersama dengan pihak terkait, yakni Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah III. Namun, ia belum dapat memastikan apakah wacana ini akan menjadi pilihan akhir.

“Masih belum begitu fix. Bisa saja tetap dengan membangun Jembatan Musi 3,” ungkap pria yang juga Kepala Dinas PU Cipta Karya (PU CK) Sumsel ini. Jika kepastian pembangunan tunnel sudah fix, maka lokasinya akan tetap berada pada titik awal yang semula akan dibangun Jembatan Musi 3.

Banyak faktor yang melandasi lahirnya wacana ini. Pertama, soal biaya. Pembangunan tunnel dianggap lebih “bersahabat” ketimbang membangun Musi 3 dengan desain yang telah disiapkan. Sumsel juga tidak perlu bingung mencari investastor untuk membangun terowongan bawah tanah ini.

“Waktu pengerjaan konstruksi tunnel juga tergolong lebih singkat dibanding membangun Jembatan Musi 3,” jelas Rizal. Ditambahkan Sekretaris Dinas PU BM Sumsel, Basyarudin Akhmad, pembangunan tunnel merupakan solusi terbaik untuk mengatasi kendala Jembatan Musi 3 yang hingga saat ini belum menunjukkan tanda dapat direalisasikan.

“Tunnel dan Jembatan Musi 3 ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi untuk tunnel, itu saya rasa lebih tepat. Selain biayanya lebih murah, dengan membangun tunnel, maka permasalahan kapal besar yang harus merapat ke Boombaru terselesaikan,” bebernya.

Pasalnya, dalam detail engineering design (DED) yang telah disusun, Jembatan Musi 3 memiliki ketinggian 52 meter. Namun, Pelindo menilai ketinggian ini belum memadai. Dibutuhkan tinggi sekitar 70 meter agar kapal-kapal besar dapat melalui alur pelayaran dan merapat ke dermaga bongkar muat.

Sebelumnya, Kepala BBPJN Wilayah III, Bastian Sihombing mengatakan, perlu waktu panjang untuk melakukan pengkajian pembangunan Jembatan Musi 3. Apalagi, biaya yang harus dikeluarkan tergolong cukup besar meskipun sumber dananya sekelas APBN.

“Jika tetap membangun Jembatan Musi 3, maka diperlukan dana sekitar Rp6 triliun. Saat ini kami masih proses pengkajian untuk pembangunannya. Besarnya biaya yang dibutuhkan dikarenakan ketinggian Musi 3 di atas 50 meter agar dapat dilalui kapal besar,” tukasnya. (rip/ce4/dom)

Sumber : Sumatera Ekspres, 01.10.13.

[English Free Translation]
Secretly Provincial Government of South Sumatera has prepared discourse to build underground tunnels. The idea came because of various obstacles in efforts to achieve development Musi Bridge 3.

Friday, October 4, 2013

[KU-266/2013] Arloji Swiss, Kodak, dan Nokia

KOMPAS.com - Pada tahun 1960-an dipergelangan tangan manusia nyaris hanya ada arloji “made in Swizerland.” Jam tangan buatan Swiss itu menguasai market share di atas 60 persen. Tetapi tahun 1980-an market share-nya tinggal 15 persen. 

Pada tahun1970-an , dunia hanya mengenal film roll merek Kodak dan Fuji. Kini Kodak sudah tiada, sedangkan Fuji berevolusi ke dunia digital (lab, health, dan lain-lain). Beberapa tahun lalu, kita juga menyebut Nokia sebagai “HP sejuta umat", tetapi minggu lalu kita mendengar divisi handset Nokia diakusisi Microsoft.

Apa yang tengah terjadi dengan Strong Brand itu? Bukankah di Indonesia juga ada ribuan strong brand yang tinggal kenangan?

Ketika berhadapan dengan menurunnya Revenue from Sales, biasanya eksekutif mempersoalkan marketing. Yang satu mengutak-atik branding, yang lain membongkar sales, komisi penjualan, packaging dan seterusnya. Padahal masalahnya bisa jadi bukan di situ. Masalahnya bukan inside the “odds”, melainkan sesuatu yang telah berubah.

Nokia
Siapa yang tak kenal Nokia? Selain pernah menjadi sahabat banyak orang di sini, Nokia adalah Harvard business case study yang sangat menarik. Ia beralih dari merek sepatu menjadi ponsel dengan pendekatan "human touch danconnecting people.” Bentuknya jauh lebih fashionable daripada pesaing-pesaingnya: Motorola atau Ericsson.

Dari Nokialah, di Harvard, para eksekutif belajar cara membangun keunggulan daya saing. Ya daya saing perusahaan, daya saing negara (Finland), hingga bagaimana policy makers membangun kluster, industri-industri pelengkap dan kebijakan yang pro-business sehingga menciptakan lapangan kerja yang produktif dan kreatif. Kita berpikir, sekali daya saing didapat maka dengan prinsipitu akan di dapat sustainability. Dan itu artinya kesejahteraan.

Tetapi minggu lalu, Microsoft mengakusisi divisi handset Nokia dengan nilai 7,2 miliar dollar AS. Para investor bereaksi negatif, karena keduanya, baik Microsoft maupun Nokia, sama-sama sedang berada dalam kubangan kesakitan. Semua orang tahu, penjualan PC dunia sedang drop, sehingga Microsoft perlu beralih ke bisnis mobile devices. Artinya industrinya sendiri tengah berubah.

Namun Nokia sendiri seperti juga tengah berada dalam kubangan kesulitan yang sama. Global market share –nya mengerucut, tinggal 15 persen. Ketika kesulitan terjadi, eksekutif Nokia melakukan hal serupa seperti perusahaan-perusahaan lainnya: Mengutak-atik keunggulan brand-nya. 

Mereka lalu menjalin hubungan dengan Microsoft, yang tertarik menggunakan software windows phone. Tetapi solusi ini keliru. Brand Microsoft tak mampu membuat Nokia lebih baik. Pasar telah beralih ke Android dan Nokia selalu terlambat menanggapinya. Bagi sebagian besar analis, akuisisi ini juga tak mampu menjadikan Microsoft seperti Apple yg telah terlanjur memiliki loyalis dalam kategori mobile devices.

Kekacauan seperti di Nokia juga pernah terjadi di Kodak beberapa tahun yang lalu, tak lama setelah masa-masa sulit industri roll film di 1970-1980 an yang terjadi akibat kenaikan harga perak (bahan baku processing lab photography yang penting). Kendati di tahun 1980an harga perak telah kembali stabil, eksekutif Kodak memilih duduk manis. Padahal pada tahun 1980-an Sony mulai menjelajahi kamera digital, dan Fuji segera menangkap peluang itu.

Di bawah Minoru Onishi, Fuji menambah dana riset untuk teknologi digital. Pada tahun 1999, total investasi risetnya di area ini mencapai  2 miliar dollar AS. Sehingga pada tahun 2003, mereka telah memiliki lebih dari 5.000 digital processing labs. Mereka juga menjelajahi dunia kesehatan (rontgent), office automation, dan manufactur untuk floppy disk.

Bagaimana reaksi Kodak? Kodak masih berkutat di seputar marketing: branding, location, pricing, packaging, advertising dan seterusnya. Ketika Fuji telah menguasai digital lab processing, Kodak baru memiliki beberapa puluh unit saja. Inilah awal kemunduran Kodak, dengan resiko brand yang kuat pun bisa mati kalau hanya menjalankan marketing strategy saja. Sales drop bukanlah melulu akibat marketing salah, melainkan sesuatu telah berubah.

Reaksi serupa juga terjadi di Modern Group, distributor tunggal roll film Fuji di sini. Modern Group juga mengalami kesulitan ketika bisnis roll film tak lagi digemari pasar. Sales revenue nya dalam bisnis ini drop dari Rp 2 triliun (2002) tinggal menjadi hanya Rp 212 miliar (2010) dan terus merosot. Beruntung mereka segera beruba. Di bawah Henry Honoris, Modern Grup menjelajahi dunia baru dengan bussines model 7 Eleven yang sama sekali baru, yang dilengkapi dengan fasilitas nongkrong anak muda. Bisnis inilah yang kini menyelamatkan Modern Group.

Analisis Industri
Kebanyakan kita umumnya belajar marketing dari tokoh-tokoh lama yang mengedepankan pentingnya mengeksploitasi keunggulan-keunggulan dan keunikan-keunikan diri. Dengan analisis industri model Five-forces, kita menjadi yakin bahwa competitive advantage perlu terus diperkuat dengan hal-hal strategis di dalam brand itu.

Tetapi di awal abad 21, business landscape telah berubah total. Analisis industri yang dulu kita lakukan dalam masing-masing industri telah berubah. Para pelaku perubahan tak lagi bermain dalam area yang sama, sehingga persaingan sudah berubah menjadi antar industri, bahkan antar business model. Dalam buku Cracking Zone, saya memperkenalkan kategori baru dalam industri yang saya sebut sebagai Cracker, yang artinya orang-orang yang memperbaharui industri.

Nah bila, wabah crackership sudah melebar kemana-mana, competitive advantages jelas menjadi persoalan baru dan marketing tidak bisa lagi berjalan sendiri. Bahkan strong brandbisa saja tiba-tiba beralih menjadi problematic brand. Apalagi bila eksekutif puncaknya sudah terlalu dimanjakan oleh berbagai fasilitas yang membuat mereka merasa nyaman. 

Mereka akan sangat mudah digoyang para business-modelist baru yang tiba-tiba merampok keunggulan mereka. Itulah yang tengah terjadi di hampir semua industri dan melahirkan teori transient dalam analisis industri baru.

Biografi Singkat :

Rhenald Kasali merupakan akademisi dan praktisi bisnis. Pria yang lahir di Jakarta, 13 Agustus 1960 ini juga merupakan guru besar bidang Ilmu manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Beliau telah banyak menulis buku di antaranya: Sembilan Fenomena Bisnis (1997), Change! (2005), Recode Your Change DNA (2007) dan masih banyak lagi.
Sumber : Kompas, 09.09.13.

[English Free Translation]
An article from Rhenald Kasali (management expert), with the latest topics and we hope to provide inspiration for all readers.

Thursday, October 3, 2013

[KU-265/2013] Mengulik Sejarah Kereta Api di Erasmus Huis

TEMPO.CO, Jakarta - Anda punya hobi mengoleksi miniatur kereta atau suka sejarah kereta api, khususnya di Indonesia? Saatnya anda datang menengok pameran yang satu ini.

Erasmus Huis akan bekerja sama dengan Konservasi dan Heritage Centre dari PT Kereta Api Indonesia akan menggelar sebuah pameran bertajuk The History of Indonesian Railways. 

Pameran ini menarik bagi para penggemar kereta api atau mereka yang tertarik pada sejarah budaya Indonesia dan Belanda. Pameran akan diselenggarakan di Erasmus Huis jalan HR Rasuna Said, mulai 24 September- 20 Oktober 2013 mendatang. 

Pameran ini akan menguraikan sejarah perkeretaapian Indonesia. Lengkap dengan foto, peta, teks dan miniatur replika. “Kami juga akan memperlihatkan miniatur lokomotif tua yang aslinya dibuat oleh Werkspoor di Belanda,” ujar Bob Wardhana, staf Erasmus Huis melalui surat elektroniknya. 

Bob mengatakan miniatur lokomotif ini merupakan miniatur dari kereta yang beroperasi pada 1925 dengan jalur Tanjung Priok-Meester Cornelis Station atau Stasiun Jatinegara kini.Seperti diketahui, Kereta api menjadi angkutan vital di jaman penjajahan Belanda. Kereta api digunakan untuk moda transportasi antar kota-kota besar dan penting di Jawa dan Sumatera. Selain untuk transportasi penduduk, kereta api juga digunakan  mengangkut aneka barang kebutuhan dari  perkebunan dan pertambangan menuju pelabuhan. 
Sumber : Tempo, 23.09.13.

[English Free Translation]

Erasmus Huis will work closely with the “Conservation and Heritage Centre” of PT Kereta Api Indonesia which will hold an exhibition titled “The History of Indonesian Railways”. The exhibition is interesting for train enthusiasts or those interested in the cultural history of Indonesia and the Netherlands. Exhibition will be held at Erasmus Huis @ Jl. HR Rasuna Said, starting 24 September to 20 October 2013. Come on and enjoy the exhibition !

Wednesday, October 2, 2013

[KU-264/2013] ISG Resmi Ditutup

Palembang - Setelah 10 hari digelar, Islamic Solidarity Games (ISG) edisi ketiga telah berakhir. Disebut berjalan lancar oleh pihak penyelenggara, perhelatan tersebut resmi ditutup.

Bertempat di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Selasa (1/10/2013), penutupan ISG dimulai pada pukul 19.00 WIB. Acara tersebut dihadiri oleh Menpora Roy Suryo, Gubenur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo, Ketua Panitia Daerah ISG Muddai Maddang, dan Presiden Islamic Solidarity of Sport Federation (ISSF) Prince Nawaf bin Faisal bin Abdul Azis.

Acara diawali dengan peniupan terompet, lalu dilanjutkan dengan parade kontingen-kontingen peserta ISG yang membawa bendera masing-masing negara. Acara penutupan berlangsung menarik, antara lain dengan pesta kembang api, tata cahaya, lampu laser dan berbagai atraksi dari para penari dan artis-artis ibu kota.

Dalam sambutannya, Alex Noerdin mengungkapkan kebanggaannya karena Palembang berhasil menjadi tuan rumah ISG.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pelaksanaan ISG. Setelah kami berkucur air mata, semua pelaksanaan ISG dapat berjalan lancar," kata dia.

Sementara itu, Roy mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet Indonesia yang telah berjuang sehingga Indonesia menjadi juara umum.

"Alhamdulilah berkat dukungan doa, ISG telah selesai dan berjalan dengan lancar. Sukses perencanaan dan prestasi Indonesia menjadi juara umum ISG. Semua berkat dukungan masyarakat dan semua pihak," ujar Roy

"Tak lupa juga saya mengucapkan terima kasih kepada Palembang yang telah menjadi tuan rumah ISG. Terima kasih kepada seluruh penanggung jawab pelaksanaan ISG," katanya.

Penutupan ISG ditandai dengan penurunan bendera ISSF yang dilakukan oleh pasukan paskibraka. Bendera tersebut kemudian diserahkan kepada Alex Noerdin dan dilanjutkan kepada Rita Subowo, lalu diberikan kepada Prince Nawaf bin Faisal bin Abdul Azis. Terakhir bendera tersebut diserahkan kepada perwakilan negara Azerbaijan sebagai tuan rumah ISG 2017 mendatang.

Indonesia berhasil menjadi juara umum ISG setelah mendapatkan 36 medali emas, 35 perak, dan 34 perunggu. Hasil itu diraih Indonesia setelah bersaing dengan 39 negara Islam lainnya, dan 27 negara berhasil memperoleh medali.


Sementara peringkat kedua ditempati oleh Iran dengan 30 medali emas, 17 medali perak, dan 12 perunggu. Mesir yang mengumpulkan 26 medali emas, 28 medali perak, dan 30 perunggu ada di urutan ketiga.

Sumber : detikSport, 01.10.13.

[English Free Translation]

After lasted for 10 days - located at Gelora Sriwijaya Stadium, Jakabaring, Palembang, on Tuesday (10/01/2013) – the islamic Solidarity games (ISG) grand sporting event officially closed around 19:00 pm. The event was attended by Minister of Sports Roy Suryo, South Sumatera Governor Alex Noerdin, Chairman of the Indonesian Olympic Committee (KONI) Rita Subowo, Chairman of the ISC Local Committee, Muddai Maddang, and president of the Islamic Solidarity Sports Federation (ISSF) Prince Nawaf bin Faisal bin Abdul Aziz.

Tuesday, October 1, 2013

[KG-263/2013] Ragam Aktifitas KALOGers Minggu Ke-39

JAKARTA: Selama perusahaan masih produktif dan eksis, selama KALOGers berupaya keras menjalankan roda biz-nya, Insya Allah denyut nadi kehidupan di PT Kereta Api Logistik (KALOG) masih ada.  Berikut ini, beberapa peristiwa yang sempat terdokumentasi di kantor pusat untuk periode tgl 22-29/09/13 ato minggu ke-39.

1. Forklift PWT

Untuk meningkatkan aktifitas pada saat proses bongkar angkutan semen di stasiun Purwokerto (PWT), kantor pusat KALOG menyetujui untuk melakukan penambahan 1 unit forklift kapasitas 7 ton. Sebelumnya hanya ada 1 unit forklift 5 ton dan kini ditambah dengan forklift 7 ton supaya lebih nge-joss ! Juga bisa menangani PWT(1) dan PWT2.

2. Manager HC Melahirkan
Hari Minggu 29/09 jam 14.00, Dwi Wulandari selaku Manager Human Capital (HC) KALOG melahirkan puteri ke-3 di RS Tambak, Manggarai, Jakarta Selatan. Jenis kelamin: perempuan, berat 3,65 kg dan panjang 51 cm. Selamat ya.

3. Sampel Neonbox KALOG
Dalam waktu dekat, semua perwakilan kurir / kargo KALOG di daerah-daerah, termasuk yang di Jakarta, akan memasang neonbox seragam (foto). Sebelumnya masih bervariasi dan belum menggunakan standar baku. Hidup terus berkembang dan harus lebih baik. Semoga bisa segera diimplementasikan.

4. Website Baru KALOG
Setelah mengalami beberapa penyempurnaan disana-sini, Insya Allah tampilan baru website KALOG mulai bisa diluncurkan, bisa dilihat per tanggal 01/10/13 dan tentunya bila belum lengkap karena beberapa menu didalamnya masih terus disempurnakan, kami mohon maaf. Setidaknya, kami akan hadir apa adanya dulu supaya jeda yang diinfokan di web sebelumnya tidak terlalu lama. Cheers.

Demikian dan udk.

Sumber : KALOG / Foto : KALOG juga.

[English Free Translation]

A number of events that occur in the work environment KALOG at weeks 39 and deserves to be shared. Enjoy.

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...