Friday, April 25, 2014

[KG-112/2014] Day 1 “MY KALOG Tour 2014” Batch II 25-27/04/14

JaKaRTa: Setelah sukses mengirimkan utusan sesi 1 (ciailehhh) ke Malaysia minggu lalu, Jumat 25/04 mulai pagi hingga malam ini KL akan didatangi KALOGers yang bakal menggelar hajat disono. Rute yang dilewati hampir sama dengan Batch 1.



Syukur alhamdulillah hingga sore ini sudah 3 (tiga) kloter yang tiba di Kuala Lumpur (KL), ibukota Malaysia. Tinggal menunggu kloter terakhir yang berangkat jam 21.00 dari Bandara Antar-bangsa “Soekarno-Hatta”, Cengkareng, Jakarta.


Semoga semua perjalanan yang direncanakan kru PT Kereta Api Logistik (KALOG) berjalan lancar, seperti halnya yang dialami oleh rombongan Batch 1. Lihat juga liputan lengkapnya di BLOG Sumsel : www.kalogpalembang.blogspot.com.

Secuplik informasi sekitar Malaysia. Negeri ini dikenal sebagai salah satu negara monarki kerajaan di Asia, yang terdiri dari 13 negara bagian dan 3 negera federal. Luas daratannya 329.847 kilometer persegi dan dipisahkan oleh Laut Cina Selatan.

Ber-ibu kota : Kuala Lumpur (lebih top dengan sebutan “KL”), kode telepon : +60, serta populasi hampir 30 juta jiwa (data Bank Dunia) dan memiliki bahasa Malaysia sebagai bahasa pemersatunya. Ikon terkenal Malaysia : Istana Negara, Menara Kembar Petronas, Genting Highland dlsb.


Detil perjalanannya, baca tema “MY KALOG Tour 2014” edisi Jumat, Sabtu, Minggu dan Senin (18-21/04/14).

Welcome to Malaysia and enjoy the weekends with KALOGers there.

Sumber : KALOG / Foto : Lia, HS Rizal.

[English Free Translation]
The Second delegation of “ MY KALOG Tour 2014” (employee gatherings) team, started out from morning until the evening. Plan to return on  04/27/14. Hopefully smoothly and safely.

Thursday, April 24, 2014

[KG-111/2014] Penutupan P3E Di Cimahi

JaKaRTa: Sesuai jadual yang ditetapkan, hari ini EVP Training & Education PT Kereta Api Indonesia (Persero) mempimpin langsung upacara penutupan “Pelatihan Pembentukan Pribadi Efektif” (P3E) tahun 2014 angkatan 1.

Mengusung tema “Disiplin dan Melayani”, penutupan P3E dilaksanakan di Pusdikhub Kodiklat TNI AD Cimahi, Bandung. Kegiatan ini diikuti 290 peserta dan berlangsung selama 10 (sepuluh) hari, dari tgl 14/04 – 24/04/14.

Tujuan pelatihan ini adalah untuk membangun sikap kerja yang positif dari aspek fisik, mental dan emosional. Dalam acara penutupan juga dihadirkan atraksi dari tim putera dan puteri. Top abiiiiiiz memang PT KAI. Siaaaaaaaaap GRAAAAAK !, 



Rujukan sebelumnya, baca [KA-103/2014] Pelatihan Pembentukan Pribadi Efektif 15-24/04/14.

Berikut ini, sebuah foto yang menggambarkan Rastriandi dan Yoga (perwakilan KALOG) masih bisa eksis walau ikut dalam program jadual padat P3E di Cimahi sana. Kangen sama kerjaan dan keluarga ? Sok pasti ‘lah tapi sekarang khan sudah lulus pendidikan. Pendidikan boleh jalan ... narsis, jangan sampe mati deh. Selamat ya.


Sumber : PT KAI / Foto : Humas Daop 1.

[English Free Translation]

As per schedule specified, Thursday 24/04 EVP Training & Education PT Kereta Api Indonesia (Persero) leads directly closing ceremony "Effective Personal Training Establishment" Batch 1 2014. Congrats Bro!.

Wednesday, April 23, 2014

[KA-110/2014] DU dan D8 Menjadi Pembicara Diskusi Publik

JaKaRTa: Bahasan tentang aset tanah milik negara kini tengah hangat ditengah dibicarakan dan upaya perusahaan pelat merah PT Kereta Api Indonesia (Persero) gak berhenti sampe disitu. Yang masih berceceran masih banyaaaaak.

Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan dan Direktur Aset Tanah dan Bangunan (D8) Edi Sukmoro pagi tadi (Rabu 23 April 2014) pukul 10.30 - 13.00 menjadi pembicara pada acara Diskusi Publik dengan tema "Pemimpin Baru dan Penyelamatan Aset Negara" yang diselenggarakan di Komplek Taman Ismail Marzuki, Jakarta.


Hadir pula sebagai pembicara dalam Diskusi ini yakni: anggota Komisi XI DPR RI Maruar Sirait dari PDIP, Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon, anggota Komisi III DPR RI dari Partai Golkar Bambang Soesatyo, serta pengamat politik Sebastian Salang. 

Semua pembicara sepakat bahwa penyelamatan aset negara merupakan hal yang penting, bahkan negara bisa ikut campur tangan terhadap pengelolaan aset negara. "Campur tangan negara terhadap pengelolaan aset negara diatur dalam UUD pasal 33, sehingga jika ada aset negara yg diserobot pihak swasta harusnya negara ikut membela," ujar Fadli Zon. 

Selama ini institusi yang terkait dengan penyelamatan aset negara (BUMN) masih belum maksimal, terbukti masih ada aset milik perusahaan BUMN yang bermasalah atau dikuasai pihak lain. 

Sumber : KAI - RAM / Foto : Humas Daop 1.

Catatan,
Belakangan ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah memperjuangkan mendapatkan kembali hak penguasaan aset tanahnya yang dipergunakan oleh pihak swasta ato pihak ke-3 lainnya, mulai menunjukkan perkembangan menggembirakan.

Rujukan sebelumnya, silahkan baca : [KU-109/2014] Rahudman Terseret 5 Surat, [KA-079/2014] Penandatanganan Kesepakatan Bersama BPN-PT KAI, [KU-072/2014] Dua Mantan Walikota Medan Jadi Tersangka Korupsi Pengalihan Hak Tanah PT KAI, [KA-067/2014] PT KAI Melawan Mafia Tanah dan Mafia Peradilan dan [KU-065/2014] Mafia Tanah Menang, Aset PT KAI Rawan Diserobot.

[English Free Translation]

Wednesday 23/​​04 start 10:30 to 13:00, President Director of PT KAI Ignatius Jonan and Director of Asset Land and Building (D8) Edi Sukmoro appear as a speaker at the Public Discussion on "New Leader and Rescue The State Assets" which held at Taman Ismail Marzuki complex , Jakarta.

Tuesday, April 22, 2014

[KU-109/2014] Rahudman Terseret 5 Surat

MEDAN: Tahun ini jadi masa yang paling berat bagi karir politik Walikota Medan nonaktif Rahudman Harahap. Sebelum dihukum Majelis Kasasi Mahkamah Agung dalam perkara korupsi TPAPD Tapanuli Selatan, Kejagung juga sudah menetapkan Rahudman sebagai tersangka pengalihan hak atas Lahan PT KAI di Jl. Jawa.

Status tersangka juga disematkan pada mantan walikota Abdillah dan Dirut PT ACK Handoko, berdasarkan surat perintah penyidikan yang sama. Berdasarkan penelusuran, Rahudman menerbitkan 5 surat terkait lahan Jl. Jawa, meski sudah tidak lagi menjabat Penjabat (Pj) Walikota Medan, 12 Februari 2010.

Salah satunya yaitu surat perjanjian tentang penyerahan tanah bagian dari hak pengelolaan Pemkot Medan kepada Dirut PT ACK Handoko, atas lahan seluas 26.620 m2 di Jl. Timor, Jl. Veteran, dan Jl. Jawa. Selain itu, Rahudman juga menandatangani surat permohonan hak atas pertapakan tanah kantor lurah di Gang Buntu, Kantor Polsekta Medan Timur, dan Masjid Al-Jihad, pada Dirut PT KAI di Jl. Perintis Kemerdekaan, Bandung.

(Di media yang sama, artikel lain terkait pencaplokan lahan milik negara oleh pihak swasta, jadi barang mainan. Baca juga ulasan dibawah ini ... redaksi)

Peradilan Ecek-ecek. Kutipan Wawancara dengan Dr. Hasyim Purba, Ketua Departemen Hukum Perdata Universitas Sumatera Utara (USU) Medan.

Ketua Departemen Hukum Perdata Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Dr. Hasyim Purba mengatakan, Surat BPN Kota Medan yang menyebutkan status tanah di Jl. Jawa, Jl. Veteran, Jl. Timor, dan Jl. Madura, Kel. Gang Buntu, Kec. Medan Timur sebagai tanah yang dikuasai langsung oleh negara “bekas” hak eigendom perponding No. 33 atas nama gouverment van ned indie, tidak bisa dimaknai sebagai lahan tidak bertuan.

Pelepasan itu harus ada penyerahan. Menurut Hasyim, sebelum tanah itu dirobohkan bangunan-bangunan di atasnya, aset tersebut secara de facto yang berhak PT KAI. Jika kemudian PT KAI belum atau lupa mengurus berkas-berkas atas lahan tersebut, itu menjadi persoalan lain.

Tetapi aset tersebut tetap di bawah PT KAI pascanasionalisasi. Hasyim mengatakan, hak atas tanah itu tidak otomatis hilang. Hal ini sudah merupakan fakta. Tetapi ada “lego” menggunakan surat (BPN) untuk melakukan gugatan ke pengadilan.

BPN Medan yang hingga saat ini belum mengeluarkan hak atas tanah tersebut seharusnya kembali ke siapa dulu de facto yang memiliki lahan tersebut. Hasyim mengatakan, “Tidak ada tanah di republik saat ini tidak bertuan. Jika BPN menyatakan belum pernah dimohonkan haknya oleh siapapun setelah berakhir tahun 1961, otomatis lahan tersebut jatuh menjadi Hak Menguasai Negara (HMN).”

Lantas mengapa PN, PT dan MA memenangkan PT ACK jika tanah tersebut harusnya menjadi HMN? Hasyim mengatakan, “Itulah permainan. Pengadilan belum tentu semua adil. Saya dulu mengutarakan di Medan ini ada peradilan ecek-ecek. Putusan pengadilan itu digunakan untuk menjustifikasi permohonan hak.”

Sumber : Tribun Medan, 14.04.14.

Catatan :

Baca juga rujukan sebelumnya di : [KA-079/2014] Penandatanganan Kesepakatan Bersama BPN-PT KAI, [KU-072/2014] Dua Mantan Walikota Medan Jadi Tersangka Korupsi Pengalihan Hak Tanah PT KAI, [KA-067/2014] PT KAI Melawan Mafia Tanah dan Mafia Peradilan dan [KU-065/2014] Mafia Tanah Menang, Aset PT KAI Rawan Diserobot.

[English Free Translation]
Articles that include land disputes in the field in which one of them owned by PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Monday, April 21, 2014

[KG-108/2014] Day 3 "MY KALOG Tour 2014"

JaKaRTa: Ini adalah liputan hari ke-3 dan hari terakhir dalam runtutan "MY KALOG Tour 2014". Tujuannya pusat pemerintahan Malaysia yang dipusatkan di kawasan Putrajaya.

Sekedar gambaran saja, Putrajaya itu apa dan kenapa pemerintah negeri serumpun berniat banget membangunnya – siapa tahu ada yang masih awam. Inilah huebatnya Malaysia dan harus diakui, rakyat Indonesia kadang sulit membedakan penilaian positif dan negatif.

Putrajaya adalah kota terencana yang berlokasi sekitar 25 km dari ibukota Malaysia yakni Kuala Lumpur (KL). Karena sudah sedemikian krodit sikon di KL, maka tahun 1999 pusat pemerintahan dipindahkan ke Putrajaya. Tetapi, itu tadi kota ini dibangun dengan perencanaan matang, didukung niat dan komitmen.


Tanpa itu, mustahil terlaksana. Putrajaya lahir dari gagasan mantan PM Malaysia yang brilyan dan berkuasa bersamaan dengan mantan Presiden Soeharto (alm) semasa hidupnya. Dialah Dr. Mahathir Mohammad.

Tahun 2001, Putrajaya diakui sebagai wilayah federal ke-3 setelah KL dan Labuan. Nama Putra diambil dari PM pertama Malaysia, Tunku Abdul Rahman Putra dan lokasinya berada di sekitar “Multimedia Super Corridor” (MSC), bersebelahan dengan Cyberjaya.


Pemberian nama Putrajaya, bukan tanpa arti. “Putra” – seperti halnya di Indonesia – bisa memiliki arti sebagai pangeran ato anak laki-laki sedangkan “Jaya” artinya sukses ato berhasil. Pembangunannya dimulai tahun 1990-an dan kini menjadi salah satu ikon Malaysia.


Di hari terakhir ini, rombongan KALOG berangkat pagi jam 06.30 waktu setempat, masih subuh juga, sekaligus para peserta check-out, rombongan menuju Putrajaya yang berjarak lumayan jauh menggunakan bus.

Ketibaan kami di Putrajaya hanya sesa'at, kerena kami nak pergi ke terminal antarbangsa KLIA 'tuk kembali ke Tanah Air he he he (bahasa campur sari ato campur aduk ya ?). Pokoke gaul ! Hanya berfoto 10 menit lantas kami pergi.

Cak ini hasil liputan sesa'at di Putrajaya. Bisa jadi, nantinya bakal ada foto susulan yang diambil oleh para peserta lain dengan sudut pengambilan lebih beragam. Tunggu saatnya ya.

Berhubung kami mengawal tim Sumatera Selatan (Sumsel) maka kewajiban kami memastikan warga KALOG yang mengurusi batu bara, kembali dalam keadaan sehat dan selamat serta lancar sampai di tujuan.

Subhanallah walhamdulillah. Mancarli. Terima kasih Yaa Allah. Semoga perjalanan ini barokah dan membawa pelajaran berarti, minimal bagi setiap orang yang sudah melihat kemajuan Malaysia dari dekat dan dengan mata kepala sendiri.

Sedikit ada oleh-oleh mampir di Palembang, mampir beli pempek, shalat di Mesjid Agung dan mejeng di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II he he he.

Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]
Day 3, taking the time to stop by to Putrajaya area. Incredible and futuristic city. Planned cities with sophisticated shape of the building and the Malaysian government's commitment to build a government outside the capital city. Amazing !

Sunday, April 20, 2014

[KG-107/2014] Day 2 "MY KALOG Tour 2014" (part 2/2)

KuaLa LuMPuR : Dokumentasi sambungan di hari ke-2, berwisata keliling KL. Selamat menikmati ya.

Usai cuci mata di Genting, peserta dihibur dengan makan siang yang nikmat di sekitar Genting, udara sejuk dan segar, menambah nikmatnya suasana jalan-jalan di negeri Jiran. Oh iya nama tempatnya : Restoran Makanan Laut F30.

Dalam hati suka ada rasa ngiri dengan Malaysia yang mampu menarik minat wisatawan segitu banyak, setidaknya bisa dibuktikan sewaktu turun di LCCT, kemudian di Little China alias Pecinan ato tempat makan yang tersebar di KL. Memang harus diakui, Malaysia bagus di sisi promosi dan penataan infrastruktur. Kagum kita dibuatnya.


Usai makan-makan, perjalanan lanjut ke Istana Negara yang baru dan hanya boleh berfoto, diberi waktu 10 menit doank. Setelah itu, next target : pabrik cokelat “Berly” di salah satu penjuru kota KL yang konon cukup terkenal berkat kombinasi rasanya.



Setelah Beryl's Chocolate Kingdom, barulah Twin Tower Petronas yang menjadi ikon kota KL dan Malaysia sebagai sebuah negeri.




Di acara makan malam, ada penobatan “Lino Award” yakni : Karyawan Ter-Eksis : Juda Hernanto, Karyawan Ter-Heboh : Citra Gunawan, Karyawan Paling Rempong : Dony Danaraksa dan Karyawan Yang Wartawan : RAM.  



Secara keseluruhan, mancarli. Acara ditutup oleh Direktur Keuangan, Gigis Saptono, di Johny’s Restaurant. Good nite.

Sumber : KALOG / Foto : RAM - Dipta - Bambang Budianto - Filar.

[English Free Translation]
The following pictures coverages 2nd day tour in KL, traveling to Beryl’s Chocolate Kingdom, Petronas Twin Tower and dinner.

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...