Wednesday, December 25, 2013

[KU-344/2013] Ignasius Jonan Pimpin PT KAI Dengan Contoh

Surabaya (ANTARA) - "Seorang pemimpin harus mampu memberikan harapan bagi yang dipimpin. Bila itu terlalu berat, cukup satu saja: leading by example (memimpin dengan contoh)," ucap CEO PT Kereta Api Indonesia Ignasius Jonan MA.

Orang nomer satu perkeretaapian Indonesia itu mengemukakan kalimat inspiratif itu saat menyampaikan Kuliah Perdana Program Studi Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Rabu (23/10).

"Orang sekolah itu pasti karena tidak bisa belajar sendiri, terutama mereka yang mengambil program doktor. Saya menyarankan Anda yang ada di sini untuk tidak berpikir sekolah hanyalah demi gelar! Kalau Anda belajar jadi doktor hanya demi gelar, maka lebih baik tidak usah sekolah!," tuturnya.

Di hadapan para mahasiswa pascasarjana yang hadir dalam kuliah perdana itu, Ignasius Jonan pun membagikan kiat "Manajemen Stratejik" di PT KAI. "Lihat saja PT KAI, ada banyak doktor di sana, tapi tetap tidak bisa mengubah perkeretaapian," katanya.

Ia pun menyebut kiat "mengubah" PT KAI. "Kiat khusus saya mengubah PT KAI hanyalah apa yang diucapkan dengan yang dilakukan harus sama. Misalnya seragam, jangan hanya karena jabatan sudah tinggi, lantas tidak mau pakai seragam. Saya hanya mencoba taat pada peraturan yang ada," ujarnya.

Pria yang lahir di Singapura pada 21 Juni 1963 itu pun menyatakan pemimpin itu tidak boleh malu dengan apa pun yang dipimpin. "Kalau malu tidak akan bisa maju. Seorang pemimpin itu harus mampu memberikan harapan bagi yang dipimpin," katanya. 

Namun, bila semua itu masih terlalu berat, maka cukuplah dengan satu cara yakni "leading by example" (memimpin dengan contoh).

Resep kepemimpinan lain pun dibeber Jonan. "Bila ingin mengubah suatu kondisi organisasi, jangan memimpin dengan niat agar populer. Saya berani bilang begini, karena cara saya memimpin PT KAI sama sekali tidak populis. Di stasiun UI saja, saya bersihkan 6.000 kios pedagang kaki lima, coba hitung ada berapa banyak yang benci pada saya?," ujarnya.

Tentang konsep "take and give" dalam "mengubah" PT. KAI dari merugi hingga menjadi seperti saat ini, Jonan meminta salah seorang karyawan PT. KAI yang hadir bersamanya untuk menjawab secara langsung.

"Pak Jonan tidak pernah memberikan `cek kosong` kepada kami. Begitu bergabung, yang dilakukan pertama kali adalah membersihkan pengeluaran-pengeluaran tidak jelas dan pemborosan. Siapa pun yang bersalah dan apa pun jabatannya, kena hukuman. Kalau ada yang melanggar pasti ditindak, karena kesejahteraan sudah ditingkatkan," kata `Vice President` Train Crew Management PT KAI, Porwanto Handry Nugroho.

Di akhir kuliah tentang "Manajemen Stratejik" bersama Akademisi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Dr T. Hani Handoko itu, Jonan menyampaikan pendapatnya tentang manajemen sumber daya manusia.

"Saya tidak percaya ada organisasi yang mampu mendidik dan mengader pemimpin hanya dari dalam, karena itu selalu dibutuhkan seseorang dari luar organisasi itu sendiri. Tidak boleh karena ikatan emosional, lalu tidak mau menggunakan orang dari luar, termasuk perusahaan keluarga. Mana yang lebih penting, keselamatan institusi atau ikatan emosional?," katanya.

Dalam kesempatan itu, Akademisi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Dr T. Hani Handoko melengkapi pandangan Jonan dengan menegaskan pentingnya sumber daya manusia sebagai "capital intelectual" yang menentukan kinerja suatu organisasi.

"Bagian SDM pada suatu organisasi itulah yang mampu membawa perubahan yang dibutuhkan, apakah organisasi itu akan bertahan atau sebaliknya, atau biasa-biasa saja," ujar Hani Handoko yang menyitir Laporan UNDP 2013 tentang indeks pembangunan manusia Indonesia pada posisi ke-121 di antara 189 negara. 

Sumber : Antara, Oleh Edy M. Ya’kub, Editor : Ruslan Burhani, 24.10.13.

[English Free Translation]

"A leader must be able to give hope to the led. If it is too heavy, just one course: leading by example," said the CEO of PT Kereta Api Indonesia Ignasius Jonan.

Tuesday, December 24, 2013

[KU-343/2013] Jonan, Dahlan & Para Pahlawan

Kamis 19 Desember 2013. Sebuah upacara sederhana serempak berlangsung di tiga lokasi berbeda. Inilah puncak penghormatan dan penghargaan kepada tiga awak KRL 1131 yang gugur dalam kecelakaan di Bintaro, 9 Desember 2013.

Balai Pelatihan Teknik Perkeretaapian Bekasi resmi memiliki nama baru Balai Pelatihan Teknik Perkeretaapian Sofyan Hadi. Balai Pelatihan Teknik Traksi Yogyakarta menyandang nama baru Balai Pelatihan Teknik Traksi Darman Presetyo. Balai Pelatihan Operasi dan Pemasaran Bandung berubah nama menjadi Balai Pelatihan Operasi dan Pemasaran Agus Suroto.

Tiga direktur PT Kereta Api Indonesia (KAI) berbagi tugas meresmikan tiga nama baru tersebut. Direktur Sarana Bambang Eko Martono meresmikan BPTP Sofyan Hadi, Direktur Operasi A Herlianto meresmikan BPTT Darman Presetyo, dan Direktur SDM dan IT Muhamad Kuncoro Wibowo meresmikan BPOP Agus Suroto. Masing-masing dihadiri keluarga Almarhum.

Ini adalah sebuah tradisi baru di lingkungan KAI. Untuk pertama kalinya karyawan yang gugur dalam tugas memperoleh penghormatan yang demikian tinggi. Perubahan nama itu dilakukan melalui SK Direksi yang ditandatangani Direktur Utama Ignasius Jonan.

Tapi Jonan memilih tidak hadir dalam peresmian ketiganya. Dia tidak ingin kehadirannya di salah satu lokasi menyebabkan keluarga almarhum di dua lokasi lainnya merasa kurang dihargai.

Jonan ingin ketiga syuhada itu tidak hanya mendapat penghargaan dan penghormatan tertinggi, tetapi juga abadi. Dengan demikian dedikasi dan militansi kepada tugas yang mereka tunjukkan bisa terus menginspirasi para karyawan KAI, khususnya mereka yang menjadi ujung tombak keselamatan perjalanan kereta api.

Inspirasi yang menyeruak dari aksi dramatik tiga awak KRL 1131 itu adalah sisi lain yang menyedot perhatian publik. Seperti oase menyejukkan di tengah hiruk pikuk wacana para pengambil kebijakan tentang flyover, underpass, dan seterusnya.

Mari kita putar waktu, mundur sejenak ke hari Kamis, 12 Desember 2013. Pagi, ketika berlangsung ajang akbar MarkPlus Conference 2014.

Sebagai Ketua Dewan Juri, Menteri BUMN Dahlan Iskan bertugas megnumumkan dan meyerahkan trophy kepada 18 Marketing Champion. Sebelum penyerahan, Dahlan menyampaikan pidato singkat.

Awalnya semua berlangsung wajar. Dahlan menyatakan kegembiraannya karena kehadiran para marketer dan marketing enthusiast di acara itu menunjukkan dunia marketing masih akan tetap bergairah. Kegairahan itu penting supaya di tahun 2014 mendatang yang semarak bukan cuma politik, tapi juga bisnis dan marketing.

Ada sejumlah direktur utama BUMN yang menerima award hari itu. Dua orang tidak bisa hadir, yaitu Direktur Utama Indonesia Port Corporation RJ Lino dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan. Dahlan menjelaskan alasan mengapa keduanya tidak hadir, dimulai dari RJ Lino.

Nada suara Dahlan mendadak berubah ketika dia menyampaikan ketidakhadiran Ignasius Jonan, yang meraih Marketing Champion untuk kategori transportasi. Penghargaan serupa juga diraih Jonan di ajang yang sama tahun 2012.

"Ada yang tidak bisa naik panggung saat ini yaitu Pak Jonan, beliau lagi berduka, saya selalu berkomunikasi dengan Pak Jonan, dia tahu bahwa saya juga sangat berduka," kata Dahlan. Ia mulai terisak, menahan tangis.
Ballroom The Ritz Carlton Pacific Place yang disesaki 5.000 hadirin berubah senyap. Semua yang hadir memusatkan perhatian ke atas panggung, menyimak kata demi kata yang meluncur terbata-bata dari mulut Dahlan.

Dahlan bertutur, kecelakaan itu terjadi di saat Jonan dan KAI sedang giat-giatnya berbenah. Sedang hebat-hebatnya melakukan perbaikan. Publik pun sudah mengapresiasi, dengan memberikan berbagai penghargaan dalam dua tahun terakhir. Kecelakaan itu, menurut Dahlan, sama sekali bukan kesalahan KAI.

Dahlan makin tak kuasa menahan emosi saat bercerita tentang tindakan masinis, asisten masinis, dan teknisi yang memilih tetap menjalankan tugas di saat ancaman maut di depan mata. Hingga mereka menemui ajal dalam tugas.

Dahlan mencoba menahan emosi. Suaranya bergetar makin keras. "Orang tersebut lebih memilih mengorbankan nyawanya. Padahal dia bisa saja melompat untuk menyelamatkan diri."

"Saya dan Pak Jonan sangat bangga karena masinis rela mengorbankan nyawanya. Kami akan mengangkat anggota keluarganya, siapa pun dan umur berapa pun, menjadi karyawan tetap. Kami akan membiayai anaknya sampai perguruan tinggi."

Tidak ada yang baru dalam penuturan Dahlan. Koran-koran dan televisi sudah mengulasnya. Tapi emosinya yang spontan, suaranya yang terisak, membawa semua yang hadir pagi itu menyelami kepahlawanan Sofyan Hadi dan kawan-kawan. Tidak sedikit yang terhanyut dan menitikkan air mata.

Aplaus panjang hadirin mengakhiri penuturan Dahlan tentang ketidakhadiran Jonan. Aplaus yang ditujukan untuk Jonan dan para syuhada Bintaro.

Ignasius Jonan bukannya tidak hadir di acara itu, tapi hanya sebentar dan langsung balik kanan ke kantor. "Saya datang untuk menghormati guru saya Pak Hermawan Kartajaya. Tapi saya tidak bisa menerima penghargaan itu dalam kondisi seperti sekarang," kata Jonan kepada panitia yang menemuinya.

Hermawan adalah guru Jonan semasa sekolah di SMA St Louis Surabaya, tepatnya di Kelas 3 Sos 1.
Acara tahunan MarkPlus Inc itu berlangsung di saat perhatian publik tercurah pada kecelakaan Bintaro. Salah satu angle yang banyak dipilih media adalah drama kepahlawanan tiga syuhada Bintaro: Masinis Darman Prasetyo, Asisten Masinis, Agus Suroto, dan Teknisi Sofyan Hadi.

Harian Kompas, misalnya, memasang foto peti jenazah mereka saat disemayamkan di Stasiun Gambir, sebagai foto utama di halaman depan.

Jonan merasa bukan saat yang tepat untuk naik panggung dan menerima penghargaan. Tapi dia tidak mungkin tidak datang memenuhi undangan gurunya. Dia sempat menanyakan apakah ada waktu bagi dirinya untuk menyampaikan sepatah dua patah kata.

Jika diberi kesempatan pidato, dia bersedia naik panggung untuk menyampaikan kepada publik bahwa penghargaan itu bukan untuk dirinya, tapi untuk tiga syuhada Bintaro.

Dalam rundown acara, penerima award sektor memang tidak diagendakan berbicara. Hanya best of the best, yaitu Marketer of The Year 2013 - diraih Dirut Telkom Arief Yahya- yang mendapat kesempatan itu. Maka Jonan menempuh jalan tengah, hadir di acara, tanda tangan, menyampaikan salam hormat kepada Hermawan, lalu kembali.

Ada baiknya Jonan tidak berbicara di forum itu. Sebab bisa jadi dia akan lebih emosional dibanding Dahlan. Seperti yang terjadi saat dia memberikan penghormatan terakhir di Stasiun Gambir, Selasa 10 Desember.
Sebelum acara berlangsung dia sudah mewanti-wanti jajaran Humas KAI untuk tidak mengundang media. 

"Wajah saya sudah jelek begini, nangis, dipotret dan dishoting tivi, bisa tambah jelek," katanya serius. Urat humornya memang tidak pernah kendor.

Toh dia tidak bisa berbuat apa-apa ketika puluhan kamera sudah siap di lokasi saat dia datang. Dia telat datang karena mendampingi Jokowi memantau perjalanan KRL pasca kecelakaan 9 Desember.

Jonan tentu tidak menyangka, pesan yang ingin ia sampaikan di hadapan peserta MarkPlus Conference sudah dikemukakan oleh Dahlan Iskan. Dengan penuh emosi pula.

Kosro
Hubungan Dahlan dan Jonan terbilang unik dan istimewa. Meminjam istilah Jawa, keduanya adalah tumbu ketemu tutup. Wadah yang mendapat penutup yang pas. Klop.

Seperti apa? Mari kita putar jarum waktu lebih jauh lagi.

Hingga tahun 2011 PT KAI harus menerima perlakuan tak adil dalam urusan angkutan barang. Angkutan barang dengan truk diberi keistimewaan boleh menggunakan BBM bersubsibi, sementara angkutan barang dengan kereta api harus menggunakan BBM industri alias non-subsidi.

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 9 tahun 2006, KAI harus membayar Rp 9.000 per liter solar, sementara angkutan jalan hanya Rp 4.500.

Akibatnya angkutan barang dengan KA tidak berkembang. Selama tahun 2010, volume angkutan barang KA hanya 17.415 ton atau 0,63% dari total angkutan barang. Bandingkan dengan angkutan jalan yang bisa mengangkut barang hingga 2.514.150 ton atau 91.25%.

Jonan tidak paham bagaimana awalnya kebijakan itu dirumuskan. Selain menyebabkan angkutan barang KAI nyaris bangkrut, kebijakan itu menyebabkan ekses serius. 

Meningkatnya angkutan truk menyebabkan jalan raya makin macet. Pemerintah pun harus menanggung biaya pemeliharaan jalan raya tidak kurang Rp 1,2 triliun per tahun untuk kawasan Pantura saja.

Sementara PT KAI harus membiayai sendiri pemeliharaan jalan rel dan fasilitas pendukungnya. Akibatnya biaya produksi angkutan barang KAI menjadi tinggi sehingga tarif yang ditetapkan tidak kompetitif.

Ketidaksamaan perlakuan itulah yang digugat Jonan. Harus ada equal treatment. Jika memang harus membayar Rp 9.000 per liter, KAI tidak keberatan sepanjang angkutan jalan raya juga dikenakan tarif yang sama. “Level of playing field-nya harus sama sehingga persaingan menjadi fair,” kata Jonan.

Maka sejak menjadi Dirut KAI tahun 2009, Jonan memperjuangkan tuntutan itu ke berbagai pihak, di pemerintahan maupun di DPR. Beberapa kali dia menulis surat dan menghadap ke pejabat terkait. Hasilnya nihil. Tuntutannya tidak digubris. Serangkaian demonstrasi karyawan KAI pun tak membuat para pengambil kebijakan tergerak merevisi kebijakan itu.

Belum genap sepekan menjadi Menteri BUMN, Dahlan Iskan menerima laporan terkait ketimpangan itu. Secara terbuka Dahlan menyatakan dukungannya agar KAI memperoleh subsidi BBM untuk angkutan barang.
Dahlan tidak hanya bersuara. Pada 25 Oktober 2011, ia mengirim surat bernomor
S-554/MBU/2011 ke Menteri ESDM Jero Wacik. Isi surat itu meminta agar PT KAI memperoleh kesetaraan harga BBM untuk angkutan barang.

“Dengan adanya kesetaraan harga BBM tersebut, PT Kereta Api Indonesia diharapkan akan dapat bersaing dan meningkatkan jumlah pengguna angkutan barang yang menggunakan moda kereta api, sehingga dapat mengurangi kepadatan angkutan di jalan raya, mengurangi tingkat kerusakan jalan raya akibat beban berat angkutan (truk), serta mengurangi polusi udara akibat emisi gas buang angkutan (truk) di jalan raya,” tulis Dahlan dalam suratnya.

Upaya gigih Jonan dan dukungan Dahlan akhirnya mendapat respon positif pemerintah. Setelah melalui beberapa kali sidang kabinet dan rapat koordinasi tingkat menteri, pada 7 Februari 2012 terbit Peraturan Presiden Nomor 15 tahun 2012, yang antara lain menyebut angkutan barang dengan kereta api berhak menggunakan BBM bersubsidi.

Keputusan ini sangat besar artinya bagi KAI. Bagi Jonan, angkutan barang adalah bisnis masa depan yang sangat prospektif.

Ketika Jonan menjalankan mission impossible menertibkan stasiun dan perjalanan KA di seantero Jabodetabek, sebagai konsekwensi Peraturan Presiden Nomor 83 tahun 2011, terjadi kegaduhan luar biasa. Hiruk pikuk.
Jonan tidak hanya menghadapi perlawanan para pemilik kios, mahasiswa, dan LSM, serta opini melalui media yang menyudutkan. Ia juga harus berhadapan dengan banyak pihak yang menuntutnya untuk mundur dari KAI.

Desakan agar Jonan dicopot pun sampai ke meja Dahlan. Ribuan SMS dikirim ke Dahlan, meminta agar Jonan ditegur, dimarahi, dan bahkan dicopot. Tapi Dahlan tidak hiraukan semua itu. "Saya tahu Jonan bukan orang yang korup, bukan orang yang melakukan sesuatu untuk kepentingan dirinya atau kelompoknya, Jonan sangat tulus, semua yang dilakukan demi masyarakat dan demi negara. Saya sampaikan kepadanya: jalan terus!"

Dahlan banyak mendapat keluhan dari masyarakat Sukabumi, tentang kemacetan parah yang setiap hari mengepung kota itu dari semua arah. Ada aspirasi agar jalur KA Bogor-Sukabumi dibuka lagi, untuk memperlancar mobilitas warga. Dahlan setuju dan menyempaikannya ke Jonan.

Jonan menyanggupi reaktivasi jalur Bogor-Sukabumi dengan syarat ada perintah yag jelas dari pemerintah pusat. Pasalnya, KAI sudah tiga tahun mengajukan izin ke Kementerian Perhubungan untuk menghidupkan sejumlah jalur yang sudah ditutup, tapi tidak ada respon.

Jika harus melalui proses birokrasi, dikhawatirkan reaktivasi Bogor-Sukabumi menghadapi kendala serupa.
Senin, 21 Oktober 2013, berlangsung Pencanangan BPJS Kesehatan di Sukabumi yang dihadiri Presiden SBY. Seluruh direksi BUMN hadir dalam kegiatan tersebut. Hampir semua yang hadir mengeluhkan sulitnya akses ke Sukabumi akibat kemacetan yang parah. Dalam pidatonya, Dahlan menyinggung soal itu, dan memerintahkan PT KAI agar segera menghidupkan kembali jalur kereta api Bogor-Sukabumi.

Gayung bersambut. Dalam sambutannya Presiden SBY menyatakan dukungannya agar jalur yang sudah ditutup lebih satu tahun itu dibuka kembali. "Pak Dahlan saya dukung penuh. Saya mendukung penuh agar prakarsa BUMN menjadi solusi," ucap Presiden.

Dahlan memberi waktu dua bulan bagi KAI untuk melaksanakan tugas tersebut.
Berbekal perintah dan dukungan itu, Jonan mengerahkan segenap potensi KAI untuk reaktivasi jalur Bogor-Sukabumi. Hasilnya, hanya butuh waktu sekitar tiga pekan bagi KAI untuk merealisasikannya. Pada 9 November 2013, KA Pangrango beroperasi melayani jalur tersebut. Rencana KAI, jalur yang reaktivasi jalur akan dilanjutkan hingga Cianjur dan Bandung.

Pada 25 September 2013, Dahlan Iskan mencanangkan Program BUMN Bersih, Ini adalah agenda aksi untuk mewujudkan BUMN bersih dari korupsi, melalui sebuah road map yang terencana dan terukut. Ketika menyebut orang-orang yang akan menjadi tim pelaksana, nama pertama yang disebut adalah Ignasius Jonan.

Tim itu kini tengah bekerja, diketuai pejabat eselon satu Kementerian BUMN. Anggotanya, selain Jonan, antara lain Direktur Utama PT PNM Parman Nataatmadja dan mantan Dirut Bank Mandiri Zulkifli Zaini.

Dahlan dan Jonan bisa klop karena keduanya disatukan oleh semangat untuk kerja keras, antusias, dan mengedepankan integritas. Keduanya juga memiliki power of execution, kemampuan untuk mengeksekusi rencana dan kebijakan yang menjadi kewenangannya.

Selebihnya, keduanya disatukan oleh komunikasi yang cair khas Suroboyoan. Dengan ringan Dahlan kerap menyebut Jonan sebagai sosok yang kurang waras, ndableg alias ekstra bandel, juga kosro.

Kosro adalah ungkapan khas Surabaya, untuk menggambarkan sosok yang urakan, rada kasar, tabrak sana-sini, tapi tanpa niat jelek atau itikad jahat. Jonan, kata Dahlan, memang sosok yang "menyebalkan dilihat tapi perlu."

Dalam kultur Suroboyoan, umpatan yang paling kasar sekali pun tidak selalu berarti jelek atau negatif. Bahkan bisa bermakna respek dan ciri keakraban.

Makna seperti itulah yang bisa ditangkap dari kolom Manufacturing Hope edisi Senin, 16 Desember 2013. Ini adalah kolom rutin Dahlan Iskan yang dimuat di berbagai media. Pada Manufacturing Hope ke-107 itu Dahlan mengungkapkan refleksinya seputar kecelakaan Bintaro 9 Desember 2013.

Dahlan menyinggung bagaimana Jonan terluka dan terguncang oleh peristiwa itu. Sebab kecelakaan itu terjadi di saat dia gencar-gencarnya memperbaiki kinerja KAI, di saat banyak penghargaan yang dia terima, di saat semangatnya lagi membumbung tinggi. Jonan juga menyinggung kepahlawanan tiga awak KRL 1131.

Wartawan senior itu mengakhiri catatannya dengan nasihat: Jonan, begitulah kehidupan ini.

Sumber : Kompasiana, ditulis oleh Hadi Mustofa Djuraid, 20.12.13.

[English Free Translation]

Thursday, December 19, 2013. A simple ceremony took place simultaneously in three different locations. This is the pinnacle of respect and tribute to KRL 1131 three crew members who died in a crash at Plastica, December 9, 2013. And there is a story between Jonan and Dahlan Iskan therein.

Monday, December 23, 2013

[KG-342/2013] Posko Angkutan Natal + Tahun Baru Dimulai

JaKaRTa: Sesuai arahan induk perusahaan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) bahwa jadual Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru 2014 dimulai sejak tanggal 20/12/13 sampai dengan tgl 05/01/14 mendatang. Dipastikan tingkat pengamanannya 2-3 kali lipat lebih ketat dibanding posko sebelumnya.
Yang sama adalah, petugas bala bantuan yang diturunkan selain staf dari kantor pusat, juga melibatkan segenap karyawan anak perusahaan di hampir semua stasiun besar di Jakarta dan sekitarnya.
Tujuh stasiun utama di Jakarta menjadi tempat pemberangkatan : Stasiun Besar Gambir, Pasarsenen, Jakarta Kota, Tanah Abang, Manggarai, Tanjung Priok dan Jatinegara. Shift 1 : 06.00-14.00 dan shift 2 : 14.00 s/d selesai (biasanya jam 22.00).
Selamat bertugas dan semoga mancarli ya.
Sumber : KALOG / Foto : RAM.
[English Free Translation]

As per the direction of the parent company, PT Kereta Api Indonesia (Persero), the schedules for Posko during Christmas and New Year Eve 2014, started on 20/12/13 until 05/01/14.

Sunday, December 22, 2013

[KG-341/2013] Foto Dokumentasi Outbound Tahun 2012 (Bag.2/2)

JaKaRTa: Foto-foto dokumentasi ini merupakan sambungan minggu lalu (17/12) karena saking banyaknya, jadi kami menyortir yang mampu kami pilah dengan sentuhan estetika yang kami miliki.
Semoga tidak mengecewakan. Selamat menikmati foto-fotonya ya.



Sumber : KALOG.
[English Free Translation]

Almost a year ago (read: 2012) company implement gathering but the documentation has not had time to upload at all. Well this year (2013) has been planned to be there again, we uploaded earlier event. Its time to see the show. Photo documentation, we uploaded in two parts so as not to get bored and burdensome server.



Saturday, December 21, 2013

[KG-340/2013] Pengabadian 3 Syuhada PT KAI

JaKaRTa: Kamis 19/12 di Yogyakarta, Direktur Operasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Herlianto, memimpin upacara pengabadian nama masinis yang menjadi korban dalam tabrakan maut di perlintasan 57A, menjadi nama “Balai Pelatihan Teknik Traksi” (BPPT) Darman Prasetyo.
Tak hanya Darman Prasetyo yang mendapat penghargaan tinggi dari PT KAI. Kedua rekannya yang juga meninggal dalam insiden KRL 1131 di PJL 57 Bintaro JKT, mendapat perlakuan yang sama, namanya diabadikan menjadi nama pusdiklat di lingkungan kerja PT KAI. Mereka adalah Agus Suroto dan Sofyan Hadi.
Balai Pelatihan Operasional dan Pemasaran(Opsar) di Dago Bandung, diubah namanya menjadi BP Opsar Agus Suroto. Upacara disini dipimpin oleh Direktur SDM, Umum dan IT PT KAI, M. Kuncoro Wibowo.

Sementara nama Sofyan Hadi diabadikan pada Balai Pelatihan Teknik Perkeretaapian (BPTP) yang berada di Bekasi. Kini namanya menjadi “BPTP Sofyan Hadi”. Bertindak selaku inspektur upacara Direktur Sarana PT KAI, Bambang Eko Martono.
 Bukti manajemen PT KAI mengapresiasi perjuangan dan pengorbanan para syuhada, ditunjukkan dengan hadirnya para direksi di 3 (tiga) lokasi tersebut. Selain direksi, hadir pula Daop setempat, perwakilan PT KAI kantor pusat, orang tua keluarga korban dan karyawan seperjuangan.
Artikel lain terkait insiden maut ini, silahkan baca [KU-336/2013] Jonan & Kecelakaan Bintaro, [KU-335/2013] Dahlan Iskan : Kecelakaan Dengan Emosi Diaduk dan [KG-333/2013] Dedikasi yang Patut Diteladani.
Sumber : PT KAI / Kredit Foto : Humas PT KAI.
[English Free Translation]
Thursday 19/12 in the work environment of PT Kereta Api Indonesia (Persero) is marked by the inauguration of the perpetuation of the 3 (three) names of martyrs who died in the deadly crash between a commuter with a fuel-laden tanker truck at a crossing 57A dated 09/12, namely: Darman Prasetyo, Agus Suroto and Sofyan Hadi.

Friday, December 20, 2013

[KU-339/2013] Per 12 Januari 2014, Ekspor Mineral Dilarang

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah memastikan tetap akan melarang ekspor mineral mulai 12 Januari 2014 dan terus mencari solusi agar dampak negatif dari pelarangan tersebut bisa diminimalkan.

Jero Wacik, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan pemerintah akan tetap mematuhi Undang-Undang No. 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, yang salah satu isinya melarang ekspor bahan mineral.
UU Minerba itu juga mengamanatkan perusahaan pertambangan mengolah dan memurnikan hasil tambangnya di dalam negeri mulai 12 Januari 2014.
“Tidak ada pegangan lain, sembilan fraksi di DPR sudah meminta kami menjalankan UU Minerba. Itu yang akan kami pegang, dan kami berkomitmen melaksanakan UU,” katanya, Selasa (17/12).
Wacik menuturkan pemerintah tidak dapat begitu saja mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) seperti permintaan sebagian perusahaan, untuk menekan dampak negatif diberlakukannya UU Minerba.
Pasalnya, pemerintah harus memikirkan seluruh kepentingan masyarakat dalam penerapan beleid tersebut.
Meski demikian, pemerintah terus melakukan kajian untuk mengurangi dampak negatif penerapan UU tersebut, seperti pemutusan hubungan kerja para pegawai pertambangan. “Ini harus dipikirkan bagaimana caranya mengambil keputusan tanpa melanggar UU, tetapi kepentingan lain bisa kita penuhi. Mungkin tidak bisa seluruhnya juga, harus ada pengorbanan,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah masih memiliki waktu sekitar 3 minggu untuk memikirkan cara mengatasi dampak negatif dari penerapan UU itu.
Sejumlah perusahaan pertambangan, termasuk PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara keberatan dengan pelaksanaan aturan itu dan meminta pemerintah menunda kewajiban pengolahan dan pemurnian hingga beberapa tahun ke depan.
Padahal, perusahaan tambang tersebut sudah diberikan waktu sejak 2009 untuk membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) di Indonesia.
Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (Apemindo) bahkan akan ajukan uji materiil atau judicial review terhadap undang-undang itu ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait larangan ekspor bijih mineral karena hal itu dianggap akan menganggu kinerja industri tambang mineral nasional.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) juga memperkirakan 800.000 karyawan pertambangan akan mengalami pemutusan hubungan kerja bila ekspor mineral disetop.
Sumber : Bisnis Indonesia, 18.12.13.
Berita terkait, silahkan baca [KU-338/2013] Peraturan Pemerintah Turunan UU Minerba Dirilis 12 Januari 2014  edisi 19/12/13.
[English Free Translation]
The Government will ensure permanent ban the export of minerals began January 12, 2014 and continue to seek a solution to the negative effects of the ban can be minimized.


Jero Wacik, Minister of Energy and Mineral Resources (ESDM), said the government will continue to adhere to the Law No.. 4/2009 on Mineral and Coal, the one banning export of minerals.

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...