Wednesday, November 21, 2012

[KU-277/2012] Produksi Batu Bara : Toba Bara Perkirakan Produksi 2012 Hanya Naik 5%


JAKARTA -- PT Toba Bara Sejahtera Tbk memprediksi produksi batu bara sepanjang 2012 hanya naik 5% dari realisasi tahun lalu akibat lesunya pasar komoditas yang mendorong perusahaan melakukan efisiensi. 

Corporate Secretary Toba Bara Perry B. Slangor memperkirakan produksi batu bara perseroan mencapai 5,5 juta ton selama tahun ini, merevisi target sebelumnya 7,6 juta ton. 

"Fokus kami saat ini adalah menjaga profit di tengah kondisi pasar batu bara yang kurang mendukung," ujarnya Selasa (6/11) di sela-sela Indonesia Coal Investment Forum. 

Menurutnya, harga batu bara global sangat berpengaruh terhadap industri di sektor ini sehingga pendapatan perseroan juga terkena imbasnya. Dia menyebutkan harga jual rata-rata perseroan selama 9 bulan pertama tahun ini turun sekitar 17% dibandingkan periode sama tahun lalu meski enggan menyebutkan harga pastinya. 

Sementara itu, penjualan juga diprediksi stagnan seiring dengan permintaan yang lesu. 

Sebagian besar produksi batu bara perusahaan diekspor ke negara-negara Asia Pasifik termasuk Taiwan, Korea Selatan, China, dan India. 

Sepanjang 3 kuartal tahun ini, emiten berkode TOBA tersebut membukukan pendapatan US$283,36 juta, merosot 19,7% dibandingkan US$352,80 juta pada periode sama tahun lalu. 

Di saat yang sama, laba bersih juga anjlok 82,3% menjadi US$17,01 juta, dibandingkan US$95,98 juta pada periode sama 2011. 

Oleh sebab itu tidak mengherankan bila marjin laba juga menyusut hingga 6% sepanjang Januari-September 2012, dibandingkan 27% pada periode sama tahun lalu. 

Laporan arus kas dari aktivitas operasi tercatat negatif US$27,89 juta sepanjang periode tersebut dibandingkan US$42,99 juta pada periode sama tahun lalu. 

Menghadapi kondisi pasar batu bara yang tengah lesu, Perry menjelaskan pihaknya saat ini berupaya menjaga profitabilitas dengan melakukan efisiensi untuk menekan biaya. 

"Kami harus mengoptimalkan operasi tambang contohnya dengan membuat infrastruktur terintegrasi di antara tambang-tambang anak usaha kami," tuturnya. 

Emiten yang baru melantai di bursa Juli lalu ini memiliki konsesi tambang seluas 7.087 hektare di Kalimantan Timur yang dioperasikan oleh 3 anak usahanya yaitu PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN), PT Indomining (IM) dan PT Trisensa Mineral Utama (TMU). 

Adapun jumlah sumber daya per September 2012 sebanyak 236 juta ton sedangkan cadangan mencapai 147 juta ton. Produk batu bara perusahaan ini terdiri dari 4 jenis dengan kadar kalori berkisar antara 4.700 hingga 5.800. 

Dia menjelaskan perusahaan tengah membangun jalan sebagai infrastruktur untuk mendistribusikan batu bara yang saling terhubung di ketiga lokasi tambang anak usahanya itu. Dengan penggunaan infrastruktur bersama, diharapkan dapat menghemat biaya. 

Pembangunan jalan tersebut masih dalam proses dan jumlah dananya belum dapat diungkapkan meski perusahaan berharap selesai pada kuartal kedua tahun depan. (faa)

Sumber : Bisnis Indonesia, 06.11.12.

[English Free Translation]
PT Toba Bara Sejahtera Tbk predict coal production during 2012 only up 5% from last year due to sluggish realization commodities market prompted the company to improve efficiency. Corporate Secretary Toba Bara Perry B. Slangor estimated coal production reached 5.5 million tons this year, revising a previous target of 7.6 million tonnes.

Monday, November 19, 2012

[KU-276/2012] Logistik : Butuh Rp117 Triliun Untuk Revitalisasi Pelabuhan, INSA Rayu ADB


JAKARTA: Indonesian National Shipowners’ Association meminta agar dana bantuan Asian Development Bank (ADB) dan lembaga donor lainnya dikucurkan untuk percepatan modernisasi pelabuhan strategis di Indonesia guna mempercepat daya saing logistik nasional.
 
Adapun pelabuhan yang perlu perbaikan dan pengembangan dan menjadi prioritas dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) terdapat 29 pelabuhan dan dibutuhkan dana US$13 miliar atau sekitar Rp117 triliun.
 
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan kunci penurunan biaya logistik pada sektor angkutan laut ada di pelabuhan.



“Selama ini, buruknya fasilitas pelabuhan kontainer dan general cargo seperti lapangan penumpukan, dermaga dan alat bongkar muat yang terbatas, akses in out pelabuhan hingga masalah buruh dan penaikan tarif menjadi sumber utama mahalnya biaya logistik,” kata Carmelita, Minggu (18/11/2012).

Oleh karena itu, katanya, INSA mengharapkan agar sebagian dana bantuan dari ADB atau bantuan lembaga donor lainnya dapat digelontorkan untuk memperbaiki pelabuhan dan mendukung peremajaan armada pelayaran di Indonesia.

"Kalau pelabuhan meningkat daya saingnya karena infrastruktur diperbaiki, angkutan laut juga ikut terdorong karena peremajaan armada tergantung ketersediaan infrastruktur pendukungnya," katanya.

Dia mengungkapkan anggota INSA siap berinvestasi menambah kapal-kapalnya dengan ukuran yang lebih besar berdasarkan ketersediaan infrastruktur dan muatan. Bahkan pelayaran banyak yang ingin meremajakan kapalnya, tetapi memilih menunggu hingga pelabuhan di Indonesia benar-benar diperbaiki.

Carmelita mengakui saat ini tidak kurang sekitar 60% dari 11.300 unit kapal niaga nasional sudah masuk usia untuk diremajakan.

"Tetapi kami menahan rencana peremajaan itu karena menunggu modernisasi pelabuhan dilakukan supaya kapal yang didatangkan bisa bermanfaat secara optimal." (arh)

Sumber : Bisnis Indonesia, 18.11.12.

[English Free Translation]
Indonesian National Shipowners' Association requested that funds the Asian Development Bank (ADB) and other donors disbursed to accelerate the modernization of strategic ports in Indonesia to accelerate the national logistics competitiveness

[KU-275/2012] Infrastruktur Logistik : ADB Beri Pinjaman US$300 Juta


JAKARTA: Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) memberikan pinjaman program senilai US$300 juta untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur dan konektivitas domestik guna meningkatkan potensi pertumbuhan ekonomi dan memperbaiki iklim usaha di Indonesia.

Wakil Kepala Kantor ADB di Indonesia Edimon Ginting mengatakan sebagai lembaga mitra pembangunan, ADB mendukung program Masterplan  Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang dicanangkan pemerintah Indonesia.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui pinjaman program yang diarahkan guna memperbaiki konektivitas domestik dan internasional, sehingga jalan menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan inklusif diharapkan makin terbuka.

"Konektivitas yang kurang baik, kendala infrastruktur dan biaya logistik yang tinggi menghalangi  Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan melakukan upaya pemerataan kesejahteraan bagi seluruh penduduk Indonesia," kata Edimon dalam keterangan pers, Jumat (16/11).

Melalui pinjaman program senilai US$$ 300 juta, ADB mendukung upaya pemerintah untuk mempercepat pengembangan sistem logistik yang lebih baik dan infrastruktur untuk menghubungkan daerah pedesaan dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.   Tujuannya, untuk mengurangi biaya logistik Indonesia yang mencapai 24% dan meningkatkan iklim usaha.

"Sekitar 70% perbedaan harga beras di sejumlah daerah di Indonesia diakibatkan oleh biaya pengiriman. Ini merupakan cerminan dari buruknya jalan, pelabuhan yang padat, dan belum berkembangnya sistem transportasi antar pulau," ujarnya.

Dengan memperbaiki konektivitas, imbuh Edimon, biaya logistik yang diperlukan menjadi lebih murah dan waktu pengiriman menjadi lebih cepat. Selain itu, reformasi di bidang infrastruktur dan transportasi akan memberikan manfaat ekonomi yang besar.

"Kebijakan ini juga akan membantu memperbaiki pelayanan sosial, menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif, mendorong partisipasi sektor swasta dalam layanan infrastruktur, meningkatkan teknologi dan inovasi baru, dan memperluas  kesempatan kerja," tutur Edimon.

Edimon menambahkan program ini juga akan membantu Indonesia dalam memperbaiki prosedur ekspor dan impor, sehingga konektivitas perdagangan internasional semakin baik. (arh)

Sumber : Bisnis Indonesia, 18.11.12.

[English Free Translation]
The Asian Development Bank (Asian Development Bank / ADB) lending program worth U.S. $ 300 million to improve the infrastructure and domestic connectivity to enhance the potential for economic growth and improve the business climate in Indonesia.

Saturday, November 17, 2012

[KU-274/2012] Perusahaan Batu Bara Bangun Jalan 116 Kilometer

(Berita Daerah - Sumatera) Perusahaan Servo Lintas Raya yang bergerak di bidang pertambangan batu bara di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan merampungkan tahap awal pembangunan infrastruktur jalan khusus angkutan batu bara sepanjang 116 kilometer.

"Jalan khusus angkutan batu bara ini merupakan yang pertama di Sumatera Selatan dibangun sebuah perusahaan swasta bergerak di bidang pertambangan batu bara," kata Sekretaris Perusahaan Servomeda Sejahtera (induk perusahaan Sevo Lintas Raya) Danke Drajat di Palembang, Kamis.

Perusahaan tersebut menginvestasikan anggaran dana untuk pembangunan jalan khusus angkutan batu bara sepanjang 116 Km dan lebar 30 meter, dari total rencana sepanjang 239 Km mencapai senilai Rp1 triliun.

Jalan itu menghubungkan dari pelabuhan yang juga dibangun anak perusahaan tersebut Swarnadwipa Dermaga Jaya di Desa Prambatan, Kecamatan Abab, Kabupaten Muara Enim hingga ke perbatasan Kabupaten Lahat.

Namun, kapasitas jalan baru sebatas angkutan 15 ton. Jalan tersebut juga masih digunakan untuk kebutuhan sendiri, katanya.

Danke mengatakan, gagasan pembangunan jalan, jembatan, dan pelabuhan khusus angkutan batu bara tersebut yang dimulai sejak tahun 2008, muncul setelah melihat keprihatinan kondisi lalulintas jalan umum yang dipadati angkutan batu bara, sekaligus efisiensi biaya transportasi komoditas itu.

"Sebab itu ke depan target kami setelah jalan tersebut dioperasikan produksi batu bara yang dikelola perusahaan bisa terangkut dari mulut tambang ke pelabuhan setiap tahun sebanyak 25 juta ton," katanya.

Menurut dia, dengan menggunakan jalan khusus yang kini masih dalam tahap uji coba, pihak perusahaan akan mengefisienkan biaya transportasi karena jarak tempuh dari pusat produksi hingga pelabuhan dermaga menjadi lebih pendek, selanjutnya dikirim melalui tongkang menuju kapal laut.

"Meski harga batu bara di pasar internasional saat ini turun, namun berbagai infrastruktur untuk ekspor melalui Selat Bangka terus dibangun secara bertahap, terutama fasilitas di pelabuhan dermaga," ujarnya.

Karenanya, pemadatan jalan sampai titik ideal tentu membutuhkan waktu, apalagi jika musim hujan dan kondisi rawa yang cukup banyak kian memperpanjang waktu penyempurnaan.

Diharapkan nantinya setelah jalan khusus angkutan batu bara ini selesai, akan memberikan nilai tambah bagi peningkatan ekonomi rakyat setempat dan pemasukan bagi pemerintah daerah, serta mengurangi kepadatan arus lalulintas angkutan batu bara di jalan umum, katanya.

Sumber : BD, 06.09.12.

Catatan : 
Informasi serupa dan terkini, bisa dibaca di : [KU-273/2012] Jalur Khusus Angkutan Batu Bara Sumsel Siap Digunakan.

[English Free Translation]
Servo Lintas Raya, a coal mining company in the district of Muara Enim, South Sumatera just finalizing a special road infrastructure development along the 116 kilometers for coal transportation.

[KU-273/2012] Jalur Khusus Angkutan Batu Bara Sumsel Siap Digunakan

PALEMBANG-Jalan khusus angkutan batu bara di Sumatera Selatan siap digunakan karena jalur sepanjang 116 kilometer tersebut telah selesai dibangun.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumsel Robert Heri kepada wartawan di Palembang, Senin (5/11), mengatakan dalam waktu dekat ini jalan khusus tersebut akan diresmikan selanjutnya bisa dilalui truk khusus angkutan batu bara.

“Jadi mulai Januari 2013 semua angkutan batu bara dilarang melalui jalan umum karena telah tersedia jalan khusus untuk angkutan salah satu komoditas andalan ekspor nonmigas Sumsel itu,” jelasnya.

Jalan khusus batu bara tersebut akan melalui Lahat menuju dermaga Lematang, Kabupaten Muaraenim yang akan melewati beberapa perlintasan. Namun, jelasnya, jalur tersebut juga akan diberlakukan pembatasan beban angkutan untuk menjaga kualitas jalan supaya tidak cepat rusak.

Mengenai pengaturan beban angkutan sendiri, diserahkan kepada pihak perusahaan yang membangun. Menurutnya, di sepanjang jalan tersebut juga disiapkan pos penjagaan untuk mengontrol angkutan batu bara.

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Sumsel Sarimuda mengatakan, berdasarkan hasil tinjauan pihaknya ke lokasi beberapa waktu yang lalu memang secara umum jalan tersebut telah selesai tetapi ada beberapa titik dalam tahap pengerasan.

“Namun, kami memastikan jalur khusus yang dibangun itu tidak akan mempengaruhi jadwal pengoperasiannya. Saat ini memang masih ada pekerjaan ringan, tetapi rencana sampai akhir tahun 2012 selesai,” ujarnya. (Ant/esu)

Sumber : Bisnis Sumatra Newswire, 06.11.12.

[English Free Translation]
Special road to transport coal in South Sumatera ready to be used as pathways along 116 kilometers has been completed. Head of the Department of Mines and Energy South Sumatera Robert Heri told reporters in Palembang, Monday (5/11), said in the near future it will be unveiled next special driverable special truck transport of coal.

Friday, November 16, 2012

[KU-272/2012] Transportasi Indonesia : Multimoda Transportasi Mendesak Diatur

JAKARTA- Multimoda transportasi di Indonesia mendesak untuk diatur mengingat pada 2015 sudah dimulainya Asean Connectivity, untuk itu perlu didirikan badan usaha tersendiri. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Perhubungan L. Denny Siahaan mengatakan perlu adanya Badan Usaha Multimoda yang diregulatori oleh Kementerian Perhubungan dalam satu direktorat jenderal (ditjen) diluar yang ada saat ini yakni Ditjen Perhubungan Udara, Laut, Darat, dan Kereta Api. 

"Kami sudah sampaikan ke Menteri Perhungan hasil studi kami mengenai konsep didirikannya Ditjen Multimoda di Kemenhub dengan lima unit eselon II, sudah lengkap susunan direktorat ini sampai ke kepala seksi," kata Denny saat press background mengenai Implementasi Sistranas Pada Penyusunan Tataran Transportasi Wilayah, di Jakarta, Rabu (14/11/2012). 

Dia menambahkan dalam Ditjen Multimoda ini akan diatur soal sarana, prasarana, dan angkutan khusus seperti angkutan Lebaran, Natal, Tahun Baru, liburan sekolah, saat terjadi bencana alam. 

Menurutnya, multimoda transportasi ini sudah sangat penting diterapkan di Indonesia mengingat pada 2015 Indonesia sudah harus mengikuti Asean Connectivity, yakni terkoneksinya seluruh moda angkutan transportasi di seluruh negara Asean, yakni bebas beroperasi ke negara-negara anggota Asean. 

"Dalam cetak biru Sistem Logistik Nasional, memang soal transportasi menjadi kontributor terbesar untuk tingginya biaya logistik nasional. Untuk itu perlu konsep multimoda transportasi yang terpadu, kalau transportasi lancar, biaya akan efisien," tutur Denny. 

Sistranas 
Denny menambahkan penerapan Sistem Transportasi Nasional (Sistranas) akan dirambah hingga konsep transportasi wilayah. Sistem ini masih terus dilakukan dengan target hingga 2030, dan sudah dimulai sejak 2010 atau selama 20 tahun. 

"Banyak aspek yang harus dibangun dan dilaksanakan sesuai misinya, mulai dari membangun jaringan pelayanan dan prasarana yang merata, membangun perangkat keselamatan dan keamanan, membangun penyedia jasa transportasi, membangun sumber daya manusia (SDM) transportasi berkualitas," kata Denny. 

Dia melanjutkan pihaknya menginginkan agar Sistranas mampu diterapkan hingga ke tataran wilayah dan tataran lokal untuk meningkatkan konektivitas seluruh Indonesia, baik antarprovinsi hingga antarwilayah. 

"Sasaran Sistranas efektif dan efisien, dan agar bisa diterapkan dalam tataran transportasi nasional (tatranas)," ujar Denny. 

Deny menjelaskan ada pembagian arah pengembangan jaringan transportasi yang dilaksanakan yakni ada enam kelompok. Yakni pengembangan jaringan transportasi dalam Pulau Sumatra, Pulau Jawa dan Bali, Pulau Kalimatan, Pulau Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, dan Kepulauan Papua. 

Lebih lanjut Denny menguraikan bahwa sistem Sistranas memiliki fungsi sebagai penunjang yang menyediakan jasa transportasi efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan sektor lain dan ikut menggerakkan dinamikan pembagunan nasional serta sebagai industri jasa yang dapat memberikan nilai 
tambah. Selain itu, Sistranas juga sebagai unsur pendorong yang akan menghubungkan daerah terisolasi dengan daerah berkembang. 

"Semua ini dilakukan juga sekaligus dalam rangka percepatan MP3EI, apalagi terdapat sentra-sentra produksi di setiap pulau yang membutuhkan transportasi untuk mengembangan dan peningkatan perekonomian," ucap Denny. (Faa)

Sumber : Bisnis Indonesia, 16.11.12.

[English Free Translation]
Multimodal transportation in Indonesia urged to set recall in 2015, when it was start of Asean Connectivity. It is necessary to set up a separate business entity.

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...