Saturday, November 15, 2014

[KU-313/2014] Candi Muara Takus, Jejak Kerajaan Sriwijaya di Provinsi Riau


CANDI Muara Takus merupakan cagar budaya nasional Indonesia. Terletak di Desa Muara Takus, Kecamatan Tigabelas Koto Kampar, Kabupaten Kampar. Tempat ini menjadi salah satu objek wisata terkenal di Riau, bahkan Indonesia. Pengunjung bukan hanya ingin melihat dari dekat peninggalan sejarah masa lalu itu, tapi banyak juga yang menggelar iven bersama rekan kerja ataupun keluarga.

Candi ini terletak sekitar 128 kilo meter dari Pekanbaru, arah ke Sumatera Barat (Sumbar). Hamparan Danau PLTA Koto panjang yang membentang di sisi kanan kiri jembatan baja, memanjakan mata memandang sebelum memasuki jalan kecil arah ke kanan menuju Candi Muara Takus. Setelah melewati Desa Tanjung Alai, Gulamo, Batu Bersurat dan Koto Tuo, candi itupun terlihat. Jalan yang ditempuh, beraspal mulus. Hanya beberapa bagian saja yang rusak.

Candi dengan stupa berwarna kuning, terlihat jelas. Ada yang tinggi, ada yang rendah. Ada bangunan rata yang tidak berstupa lagi. Bangunan-bangunan ini berada di atas lahan sekitar 74x74 meter. Pagar besi mengelilingi bangunan ini.

Candi Muara Takus merupakan candi Buddha. Ini terlihat dari adanya stupa yang merupakan lambang Buddha Gautama. Ada pendapat yang mengatakan bahwa candi ini merupakan campuran dari bentuk candi Buddha dan Syiwa. Bangunan yang utama adalah yang disebut Candi Tua. Candi ini berukuran 32,80 m x 21,80 m dan merupakan candi bangunan terbesar di antara bangunan yang ada. Letaknya di sebelah Utara Candi Bungsu. Di sebelah Timur dan Barat terdapat tangga yang menurut perkiraan aslinya dihiasi stupa.

Bangunan kedua dinamakan Candi Mahligai. Bangunan ini berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 10,44 m x 10,60 m. Tingginya sampai ke puncak 14,30 meter. Bangunan ketiga disebut Candi Palangka, yang terletak 3,85 m sebelah Timur Candi Mahligai. Bangunan ini terdiri dari batu bata merah yang tidak dicetak. Candi Palangka merupakan candi terkecil. Relung-relung batu yang tersusun tidak sama dengan dinding Candi Mahligai. Dulu, sebelum dipugar, bagian kakinya terbenam sekitar satu meter.

Bangunan keempat dinamakan Candi Bungsu. Candi Bungsu terletak di sebelah Barat Candi Mahligai. Bangunannya terbuat dari dua jenis batu, yaitu batu pasir. Selain bangunan-bangunan ini, di sebelah Utara atau tepat di depan gerbang Candi Tua terdapat onggokan tanah yang mempunyai dua lubang. Tempat ini diperkirakan tempat pembakaran jenazah. Lubang yang satu untuk memasukkan jenazah dan yang satunya lagi untuk mengeluarkan abunya. Tempat pembakaran jenazah ini termasuk dalam pemeliharaan karena berada dalam komplek percandian. Di dalam onggokan tanah tersebut terdapat batu-batu kerikil yang berasal dari Sungai Kampar.


Candi ini sudah pernah dipugar. Batu-bata pada candi bagian atas, merupakan batu-bata masa kini. Tapi, di bagian bawahnya masih asli. Bentuknya seperti tanah, lembut dan meresap air. Di antara batu-batu itu juga ada drainase peninggalan masa silam. Di bagian paling belakang candi ini juga terdapat sumur yang digunakan untuk penelitian.

Di luar pagar bangunan ini terdapat halaman yang luas. Di sini ada pondok-pondok tempat masyarakat berjualan. Di sinilah pengunjung biasanya beristirahat dan sering melakukan berbagai kegiatan. Bisa berbentuk perlombaan, permainan atau hanya sekedar berdiskusi dengan menggelar tikar dan makan bersama. Fasilitas seperti kamar mandi dan musala, juga tersedia di sini.

Kawasan asli candi ini sebetulnya cukup luas, yakni mencapai 4 kilometer persegi. Bahkan sampai di pinggiran Danau PLTA yang terletak tidak jauh dari candi. Sisi danau di kawasan ini juga menjadi lokasi berkunjung bagi wisatawan. Pohon-pohon di sekitarnya yang teduh dan semilir angin di pinggiran danau, membuat pengunjung betah berlama-lama di sini. Paling tidak, mereka menghabiskan sebagian waktu untuk berfoto-foto di sini.

Danau ini dibangun tahun 1992. Waktu itu, Tokyo Elektric Power Limited melakukan proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Desa Koto Panjang, Kecamatan Tigabelas Koto Kampar. Program kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Jepang itu berupa pembuatan bendungan. Awalnya, air Sungai Kampar Kanan akan dinaikkan hingga 100 meter sehingga bisa menghasilkan 140 megawatt. Hal ini sempat diributkan banyak kalangan. Air setinggi itu dipastikan menenggelamkan gugusan candi, maka diturunkan lagi menjadi 85 meter.

Gugusan Candi Muara Takus memang terselamatkan, tetapi penggalan kisahnya kini juga berada di bawah permukaan air danau. Secuil kisah itu ada di Desa Pongkai, desa dimana tanah liat bahan candi diambil. Bekas-bekas lubang galian tanah di desa yang berjarak sekitar 8 kilo meter di sebelah hilir kompleks Candi Muara Takus ini musnah tenggelam. ‘’Ada delapan desa yang tenggelam, tapi semua sudah dipindahkan. Di sini dulu kawasan pasar,’’ kata Datok Ramli bergelar Rajo Datok Tigo Balai.

Di sisi lain, juga tidak jauh dari candi, terdapat bangunan kecil yang terbuat dari batu-bata yang sama yang digunakan untuk membuat candi. Sudah pasti bangunan ini merupakan bagian dari bangunan candi. Sekitar 20 meter ke arah pinggir sungai, terdapat dermaga. Tidak jauh dari dermaga ini terdapat sumur larangan. Sumur yang juga menjadi bagian dari bangunan candi.

Karena air danau yang tinggi, sumur ini sempat hilang. Warga tempatan kemudian mencarinya dan kembali menemukan sumur itu. Tidak ingin kehilangan lagi, warga kemudian mengubah bentuk sumur ini menjadi sumur cincin. Sumur inipun tidak terlihat jelas, padahal, banyak kisah dan sejarah di dalamnya.

Mengapa kawasan candi ini diyakini masyarakat setempat seluas 4 kilo meter, karena kawasan ini memang dipagar dengan tanggul kuno. Tanggul ini dibuat keliling. Sisa tanggul kuno itu masih terlihat. Tidak jauh dari dermaga. Cukup dengan berjalan kaki saja. Di kawasan sisa tanggul kuno inilah dulu yang menjadi tempat pembuatan dan pembakaran batu-bata untuk membuat candi itu. Tapi kawasan ini juga sudah tenggelam oleh Danau PLTA.

Hujan bukan halangan bagi Gubernur Riau H Annas Ma'amun untuk meninjau Objeck Wisata Candi Muara Takus Kabupaten Kampar. Ketertarikan Annas pada objeck wisata Candi Muara Takus bukan hanya sekedar nilai sejarahnya namun juga dari segi nuansa alamnya yang indah, tampak dikelilingi oleh Bukit Barisan yang bejejer serta terdapat danau di sekitar lokasi candi.

Direnovasi untuk destinasi wisata Provinsi

Gubernur Riau Anas Maamun bersama Wakil Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rahman didampingi Bupati Kampar H Jefry Noer dan Ketua DPRD Kampar H Ahmad Fikri SAg, anggota DPRD provinsi Riau H Masnur SH berkunjung ke Candi Muara Takus beberapa waktu lalu.

Annas menjelaskan bahwa nantinya jalan menuju objeck wisata tersebut akan dibuat dua jalur. Di lokasi tersebut akan dikembangkan seluas 4 kilo meter persegi dan akan dibangun Museum Sejarah Candi Muara Takus.

“Agar objek wisata Candi Muara Takus ini dikunjungi para wisatawan kita akan kembangkan, jalan akan kita bangun dua jalur, di area candi akan kita perluas sekaligus akan dibangun musium candi. Kita jadikan Candi Muara Takus ini sebagai objek wisatawan Provinsi Riau. Saya yakin ini akan menjadi cantik, jadi kalau mau berwisata disinilah tempatnya,”jelas Annas saat berada di lokasi Candi.

Sebelumnya Annas berkonsultasi kepada tokoh masyarakat, ninik mamak dan kades baik itu tentang izin pengembangan maupun ganti rugi pembebasan lahan yang akan dibangun. Selain itu juga nantinya akan dibangun kios-kios untuk masyarakat berjualan ciri khas daerah sehingga masyarakat merasakan dampak pembangunan objeck wisata tersebut.

Bupati Kampar H Jefry Noer menanggapi dengan baik dan mendukung penuh hal ini dan mengatakan ini merupakan terobosan Gubernur Riau H Annas Maamun untuk membangun kampar lebih baik, dan terjalin singkronisasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi terus berjalan melalui koordinasi dalam membangun daerah.

Masyarakat sangat berharap hal tersebut akan terwujud sehingga masyarakat dapat menikmati objek wisata candi ini, khususnya wisatawan lokal, daerah akan berkunjung, dan dampaknya juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat tempatan dengan berjualan makanan dan minuman ciri khas daerah.

Menurut Bupati Kampar H Jefry Noer, pembenahannya memerlukan anggaran sekitar Rp92 miliar.‘’Karena membuat jalan jalur dua, juga pemugaran lokasi candi memerlukan biaya sekitar Rp92 miliar. Sekitar angka itu untuk melakukannya karena dimulai dari awal,’’ sebut Jefry.

Karena memang sesuai keinginan Gubri, lanjut bupati, yang perlu dilakukan perbaikan terlebih dahulu adalah akses jalan. Di mana sekarang masih satu jalur, maka harus ditambah menjadi dua jalur. Agar masyarakat dapat memiliki ketertarikan untuk berkunjung.

Sehingga Pemkab Kampar tentunya memerlukan waktu dan anggaran cukup besar untuk membebaskan lahan dan membuat jalan dua jalur menuju salah satu candi tertua di tanah air tersebut.

‘’Sekitar candi juga akan dilakukan pembenahan. Mudah-mudahan dengan dukungan Pemprov Riau dapat segera terlaksana sehingga Kampar bisa menjadi destinasi wisata di Riau,’’ tambahnya singkat.

Sumber:Riau Pos/JPNN, 14.11.14 / Kredit Foto : Trackpacking.com.

[English Free Translation]
Candi Muara Takus is an Indonesian national cultural heritage. Located in the village of Muara Takus, District Thirteen Koto Kampar, Kampar District near to Pekanbaru. This place became one of the famous attractions in Riau, because it is thought to be a legacy of Sriwijaya empire in the past.

Friday, November 14, 2014

[KG-312/2014] KALOG Jalankan Kereta KALOG 5


SuRaBaYa: Geliat industri logistik Tanah Air diprediksi bakal melonjak seiring dengan implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di awal tahun 2015. PT Kereta Api Logistik (KALOG) berharap bisa mendapatkan keuntungan dengan dioperasikannya jalur rel kereta api ganda / double track di area pantura pulau Jawa.

Setelah mengoperasikan kereta api (KA) kontainer berjuluk KALOG 1, KALOG 2, KALOG 3 dan KALOG 4, pihak KALOG berniat membuka layanan anyar : KALOG 5, rencana dioperasikan per tgl 15/11. Rute yang ditempuh dari Stasiun Jakarta Gudang (JAKG), Jakarta, ke Stasiun Benteng (BET), Surabaya.

Stamformasi (SF) awal semua KA kontainer berjumlah 20 GD / gerbong datar ato setiap GD bisa diisi 2 x 20' ato 1 x 40', setara dengan 40 TEUs ato 20 FEUs. Kini, SF-nya bertambah jadi 30 GD (60 TEUs). Dampaknya KALOG 3 dilebur ke KALOG 4 dan jadual ex KALOG 3 inilah yang dimanfaatkan untuk KALOG 5. Berangkat dari JAKG 15/11 jam 16.00 dengan prospek 60 TEUs full.

Terkait dengan pemanfaatan spoor 24 dan 25 JAKG yang semula dipake bergantian, antara angkutan kontainer dan angkutan Aqua gallon. Sekarang ini, angkutan Aqua gallon dalam jug-rack difokuskan di spoor 15 dan 16 JAKG. Harapannya proses muat dan bongkar barang menjadi lebih produktif dan efisien.

Untuk keterangan lebih lanjut untuk layanan KA KALOG 5, silahkan kontak kantor cabang PT KALOG di Jakarta dan Surabaya. Congrats.

Sumber : KALOG / Foto : Noviandri.

[English Free Translation]
After operate regular container trains KALOG 1, KALOG 2, KALOG 3 and KALOG 4, now PT KALOG intends to open a brand-new service, called “KALOG 5”, the plan is operated by Nov 15. The route from Jakarta Gudang (JAKG), Jakarta, to the Benteng Station (BET), Surabaya.

Thursday, November 13, 2014

[KG-311/2014] Kunjungan Dekom + Direksi KALOG – 13/11/14

SuRaBaYa: Kamis 13/11, merupakan hari ke-2 (dua) kunjungan Dewan Komisaris (Dekom) dan Direksi PT Kereta Api Logistik (KALOG) ke Surabaya. Adapun jadual hari ini bertemu dengan sejumlah Pelanggan korporat dan melihat-lihat pembangunan slab-track Kalimas.

Dalam perjalanan ke lokasi survey, sempat dilihat kondisi stasiun yang akan dikembangkan yaitu Mojokerto dan Boharan. Nah tebak hayooo, siapa saja yang dekat lokasi stasiun tersebut. Prospek kedepannya sangat sangat baguuuus.

Agar bersabar karena hasil kunjungan ini akan digodok oleh tim teknis kecil dan hasilnya akan segera disodorkan kepada manajemen KALOG untuk mendapat pengesahan – bila prospektif dan menguntungkan tetapi bila tidak, akan dikaji ulang bersama.

Intinya, KALOG harus mempelopori indusri logistik dengan inovasi yang memungkinkan dan bisa mendukung menyederhanakan biaya angkutan supaya lebih kompetitif sehingga biaya logistik di Tanah Air betul-betul makin kompetitif dibanding negera tetangga di ASEAN.

Oh iya, rombongan Dekom yang diipimpin Bambang Budianto / komisaris utama, Sri Maryati / anggota komisaris dan direksi KALOG dikomando Direktur Utama, Budi Noviantoro dan Direktur Pengembangan Usaha, Bimo Poerwadi, sementara KTB KALOG KLM dan Sekretaris Dirut serta Syatriyamendampingi terus, selama kunjungan berlangsung.

Di akhir kunjungan kerjanya, rombongan mengunjungi stasiun Kalimas untuk mengamati progress atas pengerjaan slab-track selama ini. Prediksi selesai sekitar mid-Desember 2014 dan siap dioperasikan penuh, awal tahun 2015.

Dengan memacu semangat berinovasi, diharapkan KALOG bisa memberikan sumbangsih bagi pertumbuhan industri logistik Tanah Air di masa-masa mendatang. Yuuuk kita dukung bareng-bareng.


Sumber : KALOG / Foto : RAM – Syatriya.

[English Free Translation]
Thursday, 13/11, the day two BOC (Dekom) and the Board of Directors of PT Kereta Api Logistik (KALOG) visit to Surabaya. The schedule for today, meeting with a number of corporate customers and check  the construction of slab-track in Kalimas station.

Wednesday, November 12, 2014

[KG-310/2014] Kunjungan Dekom + Direksi KALOG - 12/11/14


SuRaBaYa: Rabu 12/11, Dewan Komisaris (Dekom) dan Direksi PT Kereta Api Logistik (KALOG) melakukan kunjungan kerja ke Surabaya, selama 2 (dua) hari, mulai 12/11 sampai dengan 13/11. Tujuan kunjungan beragam deh.

Kunjungan pertama, ke Terminal Teluk Lamong (TTL) dan ini merupakan kunjungan balasan dari kunjungan sebelumnya yang sudah dilakukan oleh kedua belah pihak. Memorandum of Understanding (MoU) tengah digodok dan diharapkan di kunjungan berikutnya sudah oke.

Selain melakukan silaturahim, kunjungan kali ini membawa serta Dekom untuk melihat secara langsung situasi di lapangan, agar dalam pengambilan keputusan, benar-benar merupakan hasil yang terbaik. Siiip.

Sebelum pulang, rombonga KALOG sempat diajak berkeliling ke pelabuhan anyar, yang kebetulan diresmikan hari ini juga. Melihat kapal perdana yang sandar di Terminal Teluk Lamong, “Ïntan Daya 4”. Tooop.


--- quote ---

(artikel) Terminal Internasional Teluk Lamong Segera Beroperasi

Bisnis.com, SURABAYA—Operasional dermaga internasional Terminal Teluk Lamong dilaksanakan 2 bulan mendatang menyusul keberhasilan operasional bongkar muat peti kemas di dermaga domestik.

Direktur Operasional dan Teknik PT Terminal Teluk Lamong Agung Kresno Sarwono mengatakan pelayaran internasional yang kini sandar di terminal Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) akan berpindah ke Teluk Lamong.

“Internasional mayoritas dari eks BJTI seperti COSCO dan diharapkan bisa Januari dengan jadwal mingguan karena mereka ke Singapura biasanya,” katanya di sela-sela operasional komersial perdana Terminal Teluk Lamong dermaga domestik, Rabu (12/11/2014).

Operasional perdana di Teluk Lamong melibatkan kapal Intan Daya 4 milik PT Maskapai Pelayaran Pulau Laut. Kapal rute Surabaya-Jakarta-Perawang (Pekanbaru)-Surabaya ini menurunkan peti kemas 156 TEUs dan memuat 134 TEUs.

Kapal ini sedianya bersandar dua kali dalam sebulan di dermaga Domestik Teluk Lamong – yang dilengkapi 3 ship to shore crane (STS Crane). Sedangkan dua STS terpasang di dermaga internasional yang dijadwalkan Januari beroperasi.

Agung menguraikan kendala gudang menyebabkan respons pelayaran domestik lambat dibandingkan internasional. Baru satu maskapai bersedia sandar dengan jadwal 2 kali dalam sebulan.

“Domestik sering menggunakan depo pelayaran, sebagian besar di Perak sehingga jauh. Ini jadi pertimbangan domestik. Tapi mereka mulai bangun depo di sekitar Teluk Lamong,” jelasnya.

Menurutnya kendala jarak tersebut menjadikan pelayaran domestik belum memanfaatkan Teluk Lamong. Jarak Tanjung Perak-Teluk Lamong sekitar 2 kilometer. Persoalan jarak menjadikan efisiensi waktu terminal baru belum memberi nilai tambah dibandingkan bongkar-muat di Tanjung Perak.

Commercial Director Pelayaran Pulau Laut Hamdan Yasin mengatakan bila menggunakan terminal di Tanjung Perak bongkar muat memerlukan waktu 24 jam. Sedangkan di Teluk Lamong memerlukan 8-10 jam.

“Tarif sama dengan di TPS akan tetapi waktu menjadi nilai tambah,” katanya di sela-sela bongkar-muat peti kemas kapal Intan Daya 4.

Hamdan menjelaskan dengan selisih waktu maka efisiensi lebih besar karena biaya kapal US$2.500-US$3.000 per jam bisa berkurang. Sedangkan tarif penanganan kontainer (container handling charge) Rp61.000 per boks sama seperti di Terminal Petikemas Surabaya.

Sumber : Bisnis Indonesia, 12.11.14.

---  unquote ---

Info lainnya dihari ini karena berkenaan dengan kunjungan ke Terminal Petikemas Surabaya (TPS) namun akan dilaporkan di hari berikutnya. Kepanjangan beritanya, ngeri Pembaca bosen bacanya.

Sumber : KALOG / Foto : RAM - Syatriya.

[English Free Translation]
The Board of Commissioners and Board of Directors of PT Kereta Api Logistik (KALOG) on Wednesday, 12/11 to Terminal Teluk Lamong (TTL), Surabaya Pasar Turi Station (SBI) and the Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Coverage of SBI and TPS will follow.

Tuesday, November 11, 2014

[KG-309/2014] Pelantikan Pejabat KALOG – 11/11/14


JaKaRTa: Selasa 11/11 siang, telah dilaksanakan penyegaran di tubuh organisasi PT Kereta Api Logistik (KALOG). Bertempat di Ruang Bima, telah dilaksanakan pelantikan pejabat oleh direksi afiliasi PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Siapa yang ditarik ke kantor pusat ato siapa yang naik ato siapa yang pindah, simak deh susunan selengkapnya berikut ini,

ARMY HANI
Vice President (VP) Operation pada Divisi Operation, menjadi VP Operation Non-Container pada Divisi Operation Non-Container.

TOYIBUDIN
Marketing Specialist pada Direktorat Operasi & Pemasaran, menjadi Deputy GM BHP Kurir pada Divisi BHP Kurir.

PHILIPPUS SURJANTO HARTANTO
VP Quality Assurance pada Divisi Quality Assurance, menjadi VP Komersial pada Divisi Komersial.

SITINDAON SATAR
Kepala Cabang BHP Kurir Jakarta Gudang dan Tanjung Priok, menjadi GM BHP Kurir pada Divisi BHP Kurir.

BERLIN BARUS
VP Safety, Health & Environment (SHE) pada Divisi SHE, menjadi VP Operation Container pada Divisi Operation Container.

DWI WULANDARI
Manager Human Capital pada Divisi Corporate Services, menjadi VP SHE pada Divisi SHE.

IWAN RIYANTO
Manager Operation BHP Kurir pada Divisi BHP Kurir, menjadi Manager Operation pada Divisi Operation Non-Container.

EKO JATMIKO ADI PRATOSO
Asisten Manager Traffic Control pada Divisi Operation, menjadi Kepala Terminal Barang Nambo.

BONI HENDRATNO
Asisten Manager Admin & Fasilitas Terminal Barang Sungai Lagoa, menjadi Kepala Cabang BHP Kurir Jakarta Gudang dan Tanjung Priok.

RASTRIANDI
Kepala Terminal Barang Nambo, menjadi Supervisor Non-Container pada Divisi Operation Non-Container.

IRA RISNAWATI
Sekretaris Direktur Operasi & Pemasaran, menjadi Asisten Manager Operational Control pada Divisi Operation Non-Container.

Bagi para KALOGers yang baru saja dilantik per hari ini, kami menghaturkan ucapan selamat dengan posisi barunya di masing-masing bagian dan selamat bekerja.

Sumber : PT KALOG.

[English Free Translation]
Tuesday, 11/11 noon, a refreshment in  PT Kereta Api Logistik (KALOG) organization just informed. Housed in the Ruang Bima, has conducted the official inauguration by directors of PT KALOG. Congrats ! For more details, read above.

Monday, November 10, 2014

[KG-308/2014] Direksi KALOG Blusukan Ke Nambo - 10/11/14

NaMBo: Musim penghujan sudah tiba dan persiapan untuk menyiasati angkutan semen curah menggunakan pallet, harus diantisipasi sedini mungkin, baik itu di stasiun muat maupun stasiun tujuan. Penyediaan overcaping merupakan suatu kewajiban.

Bahwa pembangunan sempat molor, ya. Keasyikan selama musim panas membuat siapapun kadang terlena. Begitu datang masanya (maksudnya : musim hujan) siap ngga siap kita harus menyiasatinya dengan kerja lebih keras. Beradaptasi dengan alam.

Senin 10/11, Direktur Operasi dan Pemasaran (GO), Subakir didampingi Direktur Pengembangan Usaha (GB) Bimo Poerwadi blusukan ke Nambo, Citeureup, Bogor untuk melihat pembangunan overcaping diantara spoor 5 dan 6. Karena sudah memasuki musim hujan, kapan selesainya sulit diprediksi namun jika usaha membangun overcaping, sudah disetujui.

Selain direksi, sejumlah VP, Manager dan perwakilan KALOG di Nambo ikut menyertai kunjungan dinas tersebut. Maaf, jangan memperdebatkan blusukan, sudah lazim dan gak perlu diperdebatkan bagi KALOGers sejati. Thanks a lot.

Semoga mancarli dan tidak mengganggu angkutan semen Tiga Roda. Bravo !

Sumber : KALOG / Foto : Jogi.

[English Free Translation]
Monday, 10/11, Director of Operations and Marketing (GO), Subakir accompanied by the Director of Business Development (GB) Bimo Poerwadi made a visit to Nambo, Citeureup, Bogor to see the development overcaping in between spoor 5 and 6. Due to the rainy season just begun but overcaping development already approved. Just DO IT.

Sunday, November 9, 2014

[KA-307/2014] Kegiatan Lomba Lintas Alam Dan Susur Rel Di Ambarawa

AMBARAWA: Siapa yang gak kenal kota ini, hayooo ? Dalam kurun waktu setahun ini, nama Ambarawa selalu muncul terkait kampanye besar-besaran dari unit Heritage - PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang mengelola Museum Kereta Api Ambarawa.

Museum ini merupakan saksi sejarah perkeretaapian nasional sehingga harus betul-betul dijaga sehingga kronologis dan penghargaan tertinggi kita tujukan kepada para pendahulu, yang sudah mengeksekusi rencana dan mewujudkannya. Butuh impian besar !

Hari Minggu 09/11, dalam rangka kampanye dukungan revitalisasi jalur rel Tuntang - Ambarawa, pihak CorComm Daop 4 Sm, EAB dan komunitas pecinta alam Ambarawa, mengadakan kegiatan Lomba Lintas Alam dan Susur Rel di petak jalan antara Ambarawa - Tuntang, dengan diikuti oleh 330 peserta yang berasal dari siswa/i mulai tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah tingkat atas.

Acara diisi dengan penanaman pohon, bersih-bersih di sekitar jalur rel dan gerak jalan menelusuri jalur rel lama. Diharapkan dengan kegiatan ini, bisa menggugah peran aktif masyarakat di sekitar Ambarawa dalam mendukung perkembangan perkeretaapian di Tanah Air.

Setidaknya menginspirasi generasi muda untuk mengetahui sejarah kereta api (KA) dan mengkoneksinya dengan semangat perubahan jaman. Barvo !



Terlampir juga, tambahan informasi seputar Ambarawa dan semoga bermanfaat. Bravo Ambarawa.

--- quote ---

Minggu, 09/11/2014 16:01:00 WIB

(artikel) Kereta Uap Ambarawa, Lorong Waktu Menuju Masa Lalu

Widiarto Dwi Pracoyo - d'Traveler

detikTravel Community -
Menaiki kereta ini seakan membawa kita pergi menelusuri lorong maktu menuju masa lalu. Kereta uap zaman dahulu ini masih bisa digunakan dan siap untuk mengajak Anda berkeliling menikmati Ambarawa ala tempo dulu. Seru!


Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki sejarah panjang, salah satu cara menikmatinya adalah dengan menaiki kereta uap di Museum Kereta Api Ambarawa, Jawa Tengah. Sembari dibawa melewati alam yang masih asri, wisatawan seakan melewati lorong waktu.

Stasiun Ambarawa adalah salah satu saksi sejarah perkeretaapian Indonesia. Ambarawa menjadi salah satu jalur yang cukup sibuk di Pulau Jawa pada waktu itu. Seiring dengan perkembangan zaman, rute kereta api yang melewati Ambarawa pun tidak digunakan, akhirnya Stasiun Ambarawa berubah fungsi menjadi Museum Kereta Api Ambarawa.

Bangunan stasiun yang sudah berusia ratusan tahun ini masih kokoh berdiri dengan megahnya. Saat ini terdapat beberapa koleksi lokomotif di Ambarawa yang sebagian besar adalah lokomotif tua berwarna hitam buatan Eropa. Selain itu, museum ini menawarkan pengalaman wisata yang sangat spesial yaitu wisata kereta uap.

Wisata kereta uap adalah salah satu wisata yang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Untuk menaiki kereta uap, wisatawan harus melakukan reservasi terlebih dahulu karena wisata kereta uap memerlukan persiapan ketika akan digunakan.

Wisata kereta uap ini memiliki 2 rute yaitu relasi Ambarawa-Bedono yang berjarak sekitar 20 km dan relasi Ambarawa-Tuntang yang berjarak 10 km pulang pergi. Saat ini rute kereta uap Ambarawa-Bedono sedang dalam tahap renovasi dan revitalisasi jalur sehingga untuk rute ini masih belum dapat dijalankan. Rute yang ditawarkan adalah relasi Ambarawa-Tuntang yang memakan waktu kurang lebih 1,5 jam pulang pergi.

Pagi hari, lokomotif buatan Jerman ini sudah tampak dipersiapkan. Tumpukan kayu bakar sebagai bahan bakar sudah menggunung, uap yang mendesis pun mulai terdengar dari suara air yang dipanaskan. Lokomotif buatan Jerman ini telihat masih sangat gagah meski dibuat pada tahun 1902. Hebatnya lagi, hanya ada 2 lokomotif sejenis di dunia yang masih bisa berjalan yaitu lokomotif di Ambarawa dan lokomotif di India.

Lokomotif hitam itu dirangkai dengan 3 gerbong yang juga sama klasiknya. Gerbong dengan kursi kayu berhadapan dan tanpa jendela itu seakan membawa aroma masa lalu. Rangkaian kereta yang menampung sekitar 70 orang penumpang itu pun bergerak perlahan menuju ke Tuntang, sebuah stasiun kecil yang terletak di dekat Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.


Laju kereta yang tidak terlalu kencang, membuat angin sepoi-sepoi masuk ke dalam gerbong penumpang. Lintasan di sekitar Stasiun Ambarawa terlihat agak padat dengan rumah. Namun, saat ini area di sekitar rel akan mulai direlokasi dan dibuat steril dari bentuk bangunan.

Tak lama kemudian, pandangan mata pun dimanjakan dengan pemandangan alam yang menakjubkan. Hamparan sawah dilatarbelakangi dengan bukit-bukit begitu indah. Wisatawan yang duduk di gerbong penumpang akan merasakan sensasi bagaikan melakukan perjalanan di masa lampau.

Beberapa penumpang pun asyik duduk di belakang masinis untuk melihat cara kerja masinis menangani lokomotif klasik ini. Perlahan-lahan perjalanan pun semakin mendekati Rawa Pening. Ya, jalur rel ini berjalan tepat di samping Rawa Pening, sebuah danau yang terkenal dengan legenda Baru Klinting. Pemandangannya pun makin beragam dan makin seru!

Kereta akan berhenti di Stasiun Tuntang selama kurang lebih 20 menit untuk memutar lokomotif ke belakang. Hal ini cukup unik karena kereta akan menarik rangkaian gerbong namun berjalan mundur. Kesempatan ini digunakan oleh para penumpang berfoto di dalam gerbong di Stasiun Tuntang yang juga bergaya klasik.

Setelah diputar, kereta pun ditarik mundur kembali ke Stasiun Ambarawa. Perjalanan yang masih ditemani jeritan peluit klasik yang melengking ini tak memakan waktu terlalu lama hingga akhirnya sang lokomotif membawa rangkaian kembali sampai di Stasiun Ambarawa.

Sebuah perjalanan yang mengasyikkan, seakan membawa kita memasuki lorong waktu merasakan apa yang dulu dirasakan oleh kakek dan nenek kita.

--- unquote ---

Sumber : CorComm PT KAI / Kredit Foto : CorComm PT KAI - detik travel.

[English Free Translation]
Who does not know this city? During the period of this year, the name always appears associated with Ambarawa’s massive campaign of Heritage units - PT Kereta Api Indonesia (Persero) which manages Ambarawa Railway Museum.

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...