Monday, December 26, 2011

[KU-155/2011] Objek Royalti Tambang Bertambah

JAKARTA: Pemerintah telah menambahkan komoditas mineral dan bahan galian tertentu yang dikenakan royalti dalam revisi Peraturan Pemerintah No.45 Tahun 2003.

Dirjen Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM Thamrin Sihite mengatakan draf PP 45/2003 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Yang Berlaku pada Kementerian ESDM, saat ini sudah tinggal ditandatangani oleh Presiden SBY.

“Sudah diparaf oleh Menteri Keuangan, tinggal ditandatangani oleh Presiden,” ujarnya ketika ditemui di kantor Kementerian ESDM, hari ini.

Thamrin mengatakan ada perubahan besaran royalti bagi jenis-jenis mineral tertentu. Sayang ia enggan merinci hal itu lebih jauh.

“Ada yang royaltinya naik, ada yang tetap. Angka benarnya saya lupa,” ujarnya.

Selain itu, revisi PP 45/2003 juga menambahkan jenis-jenis mineral serta bahan galian lainnya yang selama ini belum dikenakan royalti, seperti misalnya palladium.

“Jadi ada penambahan komoditas, seperti palladium, tadinya ngga ada sekarang kami masukkan ke komponen royalti. Ada mineral-mineral jarang yang kami masukkan ke situ,” ujarnya.

PP 45/2003 diantaranya mengatur penerimaan dari iuran eksplorasi/iuran eksploitasi/royalti untuk usaha pertambangan dalam rangka Kuasa Pertambangan (KP), Kontrak Karya (KK), dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B) yang mencakup 38 jenis mineral serta bahan galian lainnya.

Misalnya saja, royalti untuk batu bara (open pit) dengan tingkat kalori = 5.100 KKal/Kg royaltinya ditetapkan sebesar 3% dari harga jual per ton, untuk kalori >5.100—6.100 KKal/Kg sebesar 5% dari harga jual per ton, serta untuk kalori >6.100 KKal/Kg sebesar 7% dari harga jual per ton.

Selanjutnya, untuk komoditas timah 3% dari harga jual per ton, tembaga 4% dari harga jual per ton, emas 3,75% dari harga jual per kilogram, dan perak 3,25% dari harga jual per kilogram.

Sumber : Bisnis Indonesia, 19.12.11.

[English Free Translation]
The government has added minerals and mineral commodities are subject to certain royalty in the revision of Government Regulation No.45 of 2003.

[KU-154/2011] Belanja Modal Bukit Asam Rp1,7 Triliun

JAKARTA: PT Perusahaan Tambang Bukit Asam Tbk (PTBA) mengalokasikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,7 triliun naik 30,77% dari tahun ini Rp1,3 triliun.

Direktur Utama PTBA yang baru saja terpilih Milawarma mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan infrastruktutr perseroan dan kegiatan investasi rutin. Dana tersebut, lanjut dia, seluruhnya akan berasal dari dana kas internal.

Dia juga menegaskan jumlah capex tersebut tidak termasuk dengan alokasi dana untuk akuisisi ataupun pengembangan proyek seperti pembangunan listrik tenaga uap (PLTU).

“Capex kami tahun depan Rp1,7 triliun. itu untuk investasi rutin, dan keperluan pengembangan infrastruktur di luar akuisisi dan pembangunan PLTU. Dananya semua dari kas internal,” ujarnya, hari ini.

Dia mengatakan baru-baru ini perseroan bersama China Huadian Corporation (CHD) baru saja memenangkan tender pembangunan PLTU Mulut Tambang di Tanjung Enim Sumatera Selatan. Proyek yang rencananya dibangun pada tahun depan itu menghabiskan dana investasi sebesar US$1,59 miliar.

Dia mengatakan pendanaan itu sudah menjadi tanggung jawab CHD dan sama sekali tanpa memerlukan adanya jaminan dari pemerintah Indonesia. Dalam proyek itu perseroan menguasai 45% saham dan sisanya 55% dikuasai oleh CHD.

“Kalau pembangunan PLTU, itu sumber pendanaan biasanya kesepakatan kami dengan konsorsium yang bersangkutan. Seperti kemarin ini kami membangun PLTU 2x620 mw bersama CHD, pendanaan ditanggung oleh CHD,” paparnya. (Bsi)

Sumber : Bisnis Indonesia, 22.12.11.

[English Free Translation]
Mining company PT Bukit Asam Tbk (PTBA) to allocate capital expenditure (capital expenditure / capex) amounted to Rp 1,7 trillion, up 30.77% of this year Rp 1,3 trillion.

Sunday, December 25, 2011

[KU-153/2011] Alex Noerdin, Gubernur Paling Bersinar Versi Markplus Inc.

JAKARTA: Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mendapat Anugerah The Best Regional Leader 2011 dari Markplus Inc, perusahaan marketing.

Salah satu pertimbangan pemberian anugerah itu kepada Alex Noerdin adalah keberhasilan Sumatera Selatan menggelar SEA Games ke-26 pada November lalu.

Penyerahan anugerah itu disampaikan langsung oleh CEO Mark Plus Michael Hermawan dan bersama pengusaha papan atas Murdaya Poo.

Dalam sambutannya, pendiri Markplus Inc, Hermawan Kertajaya, mengungkapkan institusinya memandang Alex Noerdin selaku Gubernur Sumsel memiliki kreativitas, inovasi, dan terobosan yang mampu mewujudkan visi menjadi kenyataan.

"Di balik keberhasilan pelaksanaan SEA Games itu ada sesosok Gubernur yang berandil besar, yaitu Alex Noerdin," ujar Hermawan pada acara penganugerahan itu seperti ditulis dalam siaran pers yang diterima Bisnis hari ini.

Dalam sambutan sebelum pemberian penghargaan tersebut, Alex Noerdin menceritakan bahwa begitu banyak orang yang tidak percaya Sumsel dapat menyelenggarakan SEA Games.

Alasannya adalah pada saat itu Sumsel belum memiliki pengalaman dan infrastruktur yang memadai untuk menyelanggarakan pesta olahraga sekelas SEA Games. "Tapi kami hanya punya satu modal, yaitu tekad dan semangat untuk berhasil."

Menurut Alex, SEA Games adalah sasaran antara Sumsel menuju sasaran utama yaitu menarik perhatian dan komitmen dunia internasioinal terhadap Sumsel.

Apabila Sumsel sanggup menyelanggarakan SEA Games, tambah Alex, artinya keamanan terbukti kondusif, infrastruktur cukup memadai, dan ada komitmen yang kuat dari rakyat dan pemerintah untuk menarik investor.

"Alhamdulillah dengan bantuan Pemerintah Pusat dan seluruh sumber daya yang ada kami berhasil menyelenggarakan Sea Games yang dibuka pada tanggal 11 bulan 11 tahun 2011 setelah membangun infrastruktur hanya dalam 11 bulan, yang diikuti oleh 11 negara di Asean," ujar Alex.

Untuk menyelenggarakan SEA Games, Sumsel membangun kota olahraga berstandar dunia Jaka Baring Sport Center yang terdiri dari 22 venue yang berdiri diatas 325 hektare yang semula merupakan rawa-rawa.

Di kompleks olahraga yang hanya berjarak 2,5 kilometer dari jembatan Musi itu, terdapat stadium aquatic/kolam renang, stadion atletik, dan lapangan tembak yang termasuk terbaik di Asia.

Menurut Alex, saat ini Sumsel sedang membangun 170 km rel kereta api double track dari Tanjung Enim ke Pelabuhan Tanjung Api-Api dan jalan tol yang merupakan bagian dari 1.980 KM trans Sumatra Highway yang akan pararel dengan trans Sumatra Railway.

"Kami bersyukur bahwa nilai infrastruktur untuk membangun SEA Games bernilai lebih dari Rp 4 triliun, namun hanya 8%-nya yang berasal dari APBD Sumsel."

Dalam kesempatan itu, Alex juga mengajak para Investor untuk melakukan Investasi di Sumsel karena 48,5 % cadangan batu bara di Indonesia dimiliki oleh Sumsel.

"Gas kami menerangi Singapura, produksi minyak bumi Sumsel nomor tiga di Indonesia, dan 28% dari cadangan geotermal dunia ada di Sumsel," ujarnya.

Menurut dia, semua itu merupakan potensi yang luar biasa yang siap untuk dikelola oleh investor baik dari dalam dan luar negeri.

"Keberhasilan penyelenggaraan Sea Games, kami yakini menjadi bukti kesiapan kami menjadi tempat investasi terbaik di Indonesia." 

Sumber : Bisnis Indonesia, 16.12.11.

[English Free Translation]
South Sumatera Governor Alex Noerdin got the Best Regional Leader Award 2011 from MarkPlus Inc., a marketing firm. Congrats !

Friday, December 23, 2011

[KU-152/2011] Sopir Serbu Dermaga PT LKS

Banyuasin, Situs Hukum - Ratusan sopir diduga dari perusahaan batu bara di kawasan Tanjung Api-Api (TAA), kemarin (21/12), sekitar pukul 14.00 WIB, mengamuk di dermaga stock batu bara PT Lambung Karang Sakti (LKS), Km 24, Kecamatan Tanjung Lago.

Massa membakar dan merusak camp karyawan, alat berat, tiga motor, mobil jip, tiga unit kantor, pos keamanan, timbangan, dan alat-alat kantor. Selain itu, uang Rp20 juta milik salah satu mekanik bernama Ngadiman juga hilang lantaran ia tinggalkan dalam camp.

Total kerugian ditaksir ratusan juta. Sebaliknya, para karyawan dan sopir PT LKS termasuk perusahaan batu bara lain yang memakai dermaga stock pile PT LKS langsung kabur melarikan diri dari amuk massa.

Diduga para pelakunya merupakan sopir dari perusahaan lain yang ada di kawasan Tanjung Api-Api yaitu PT CSS, OT BAW, dan PT SMJ yang berkisar 150 orang. Motifnya, diduga para sopir ini marah lantaran kemacetan panjang terjadi di Jl Tanjung Api-Api (TAA), persisnya berada di simpang Tiga dermaga PT LKS tersebut.

Belum lagi para sopir terpaksa menginap hingga tiga hari tiga malam karena simpang tiga dermaga tersebut mengalami kemacetan. Ditambah dari truk angkutan batu bara dari PT LKS memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan TAA karena akses menuju jalan dermaga rusak dan lambat.

Informasi yang dihimpun Sumatera Ekspres menyebutkan amuk massa diduga dipicu lantaran kemacetan di Jl TAA sekitar satu kilometer lebih dari simpang tiga dermaga PT LKS. Kemacetan dipicu oleh akses jalan menuju dermaga tersebut rusak parah sehingga truk-truk angkutan batu bara lambat melakukan bongkar muat ke penampungan yang ada di dermaga tersebut.

Selain itu, dermaga PT LKS digunakan pula oleh perusahaan batu bara lain di antaranya PT MAS, PT BAS, PT UMM, PT MME, PT Agros, PT Inayang, PT LCC, PT MER, dan PT Parlin. Dampaknya, jumlah kendaraan menuju ke dermaga bertumpuk hingga memenuhi badan jalan TAA.

Sementara itu, akses Jl TAA juga digunakan oleh angkutan-angkutan perusahaan lain di kawasan TAA. Akibatnya para sopir angkutan kesal lantaran terpaksa menginap. Ditambah biaya hidup mereka yang habis untuk biaya makan dan bahan bakar. Kemarahan para sopir tersebut diarahkan ke dermaga PT LKS yang diduga penyebab kemacetan tersebut.

Para sopir PT CSS, PT BAW, dan PT SJM itu hilang kesabaran dan mengambil tindakan sendiri. Mereka dengan menggunakan kayu balok dan senjata tajam langsung menuju dermaga.

Karyawan dari PT LKS yang melihat gelagat tersebut langsung kabur menyelamatkan diri. Ada yang naik tugboat, ada pula yang berenang ke dalam sungai menghindari amuk massa. Sementara massa langsung membakar dan merusak aset-aset yang ada di dermaga tersebut.

"Mereka datang ada yang bawa kayu sama sajam. Jadi kami langsung lari menuju tugboat. Saya hanya melihat motor saya dirusak dan dilempar ke sungai. Sementara satu teman saya terpaksa nekat menceburkan diri ke dalam sungai saat dikejar para sopir yang mengamuk tersebut," ujar Rizki (23), karyawan PT LKS bagian distibusi batu bara dari darat ke laut. Usai merusak aset-aset tersebut, massa kemudian membubarkan diri.

Saat ini aparat keamanan dari Polsek Tanjung Lago, Polres Banyuasin, Dishub Banyuasin anggota DPRD Banyuasin, serta pemerintah setempat terdiri dari Camat Tanjung Lago dan kades-kades, telah berada di lokasi kejadian untuk menenangkan suasana. Mereka bersama-sama mengatur arus lalu lintas di simpang tiga dermaga PT LKS yang menjadi pusat kemacetan.

"Tindakan para pelaku diduga lantaran akumulasi dari kekesalan terhadap PT LKS yang menyebabkan kemacetan di simpang tiga dermaga JL TAA ini. Namun kejadian ini sendiri masih dalam penyelidikan lebih lanjut," ujar Kapolres Banyuasin AKBP A Zaenuddin yang berharap ini agar permasalahan ini juga diperhatikan oleh pemerintah daerah.

Kadishub Banyuasin, Supriadi, menjelaskan kalau akses TAA mengalami kerusakan akibat volume kendaraan yang melintasi jalan ini cukup ramai. Ditambah dengan beban muatan yang cukup berat. Setidaknya ada lima perusahaan besar yang memiliki dermaga di kawasan Kecamatan Tanjung Lago ini.

Wakil Ketua DPR Tingkat II Banyuasin, Arkoni serta anggota DPR Banyuasin dari Komisi III juga langsung mengecek kerusakan akibat amuk massa tersebut. Dijelaskannya kalau masalah ini merupakan akumulasi dari kekesalan sopir akibat jalan yang rusak dan macet.

Camat Tanjung Lago Ali Sadikin, didampingi Nasir, ketua Forum Komunikasi 15 Desa di Tanjung Lago mengatakan, akibat kemacetan jalan dan kerusakan di Jl TAA, Kecamatan Tanjung Lago tersebut, aktivitas transportasi, ekonomi, sosial, dan pendidikan warga Desa ikut kena imbasnya.

Belum lagi, ada informasi bahwa salah satu warga Desa yang hendak melahirkan meninggal di perjalanan saat menuju ke rumah sakit. Warga tersebut meninggal lantaran terjebak kemacetan di jalan.

Sumber: Sumeks, 22.12.11.

[English Free Translation]
Hundreds of drivers suspected of coal companies in the area of ​​Tanjung Api-Api (TAA), Wednesday (21/12), at around 14.00 pm, raged at the coal dock stock PT Lambung Karang Sakti (LKS), Km 24, Subdistrict Tanjung Lago. This coal stock belongs to H. Imron.

Thursday, December 22, 2011

[KU-151/2011] Asmara: Larangan Menambang Batu Bara Harus Diikuti Solusi

SRIPOKU.COM, MUARENIM - Deadline Bupati Muaraenim, Muzakir Sai Sohar terkait aktivitas penambangan batu bara liar hingga Januari 2012, diatngapi positif oleh Ketua Asosiasi Masyarakat Batubara (Asmara), Herman.

Herman dalam pernyataannya kepada Sripoku.com, Sabtu (17/12/2011) menyatakan, pada intinya tidak keberatan adanya himbauan bupati untuk menghentikan tambang rakyat. Tetapi ia berharap, pemerintah jangan melarang saja namun juga memberikan solusi yang nyata sehingga masyarakat tidak menganggur dan menjadi penonton saja.

Menurut Herman, apapun itu bentuknya yang penting masyarakat diikutkan dalam menambang batu bara dan tidak berhenti menjadi penambang.

Mengenai ada rencana PTBA akan menampung hasil tambang rakyat ia mendukung. Selama ini, rakyat menambang sendiri harga jual batu bara hanya sebesar Rp 250 per ton. Namun jika dikoordinir oleh PTBA tentu akan lebih besar yakni sebesar Rp 580 ton.

“Jadi kami siap saja dan tidak menentang pemerintah. Dengan harga murah saja kami rakyat telah bisa menikmati hasilnya, apalagi jika dengan harga pasaran PTBA tersebut,” ujarnya.

Sumber : Sripoku, 17.12.11.

[English Free Translation]
Regent Muaraenim, Muzakir Sai Sohar give a time limit to illegal coal mining activity until January 2012. Positive response and appreciation, submitted by the Chairman of the Association of Coal Society (Asmara), Herman.

Tuesday, December 20, 2011

[KU-150/2011] Rakerpim KALOG 21-22/12/2011


JAKARTA: Pada tanggal 21-22/12/2011 PT Kereta Api Logistik (KALOG) melaksanakan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) ke-2 di tahun 2011. Bertempat di JRC Building Jakarta, syukur alhamdulillah semua perwakilan hadir.
 
Sumber : KALOG / Foto : Khusus.

[English Free Translation]
On 21-22/12/2011 PT Kereta Api Logistik (KALOG) held a 2nd meeting leader (Rakerpim) in the year 2011. Located at the JRC Building Jakarta, thank God all the representatives present.

Monday, December 19, 2011

[KU-149/2011] Penyerapan Batu Bara Domestik Diprediksi Capai 70%


JAKARTA: Penyerapan batu bara domestik tahun ini diperkirakan hanya 70% seiring dengan keterlambatan operasi beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Dirjen Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM Thamrin Sihite mengatakan seluruh pemegang PKP2B dan IUP batu bara telah berupaya memenuhi kewajiban pasok dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) namun PLN tidak bisa menyerap seluruhnya.

“PLN itu ada beberapa COD [Commercial Operation Date] PLTU-nya terlambat, jadi ada pengurangan konsumsi untuk dalam negeri. Artinya bukan berarti produsen tidak mau suplai, tapi karena PLN tidak bisa menyerap,” ujarnya ketika ditemui di kantor Kementerian ESDM, hari ini.

Thamrin memperkirakan domestik hanya bisa menyerap batu bara total sekitar 70% dari yang sudah dialokasikan 78,97 juta ton atau sekitar 55 juta ton saja.

“Jadi kenapa di dalam negeri itu menurun, bukan salahnya PKP2B atau pemegang IUP batu bara, jadi itu betul-betul karena kendala di PLN, itu intinya,” ujarnya. 

Rendahnya realisasi penyerapan batu bara domestik diharapkan tidak terjadi lagi pada tahun depan. Thamrin mengatakan pemerintah saat ini telah menyelesaikan formula harga untuk PLTU mulut tambang yang diharapkan bisa memicu produsen batu bara untuk investasi di PLTU mulut tambang.

Menurutnya, pemerintah sudah menyiapkan rencana jangka panjang produksi batu bara agar sebagian besar tidak ekspor lagi dan konsumsi di dalam negeri bisa ditingkatkan. Saat ini pihaknya sudah menerbitkan surat terkait formula harga PLTU mulut tambang untuk merangsang PLTU mulut tambang agar semakin banyak ada di Indonesia.

“Ada tahap-tahap tertentu dimana kami tidak perlu ekspor kalau kebutuhan dalam negeri sudah semakin meningkat. Sekarang sudah ada Surat Dirjen untuk formula PLTU mulut tambang. Diharapkan dengan ditetapkannya itu, sudah ada kepastian bagaimana menegosiasikan harga,” ujarnya.


Formula tersebut, lanjutnya, terdiri dari ongkos operasi ditambah margin. Sementara itu, harga finalnya perlu dinegosiasikan kembali antara pengusaha batu bara dan PLN. 

“Kami tidak menentukan harga, tapi formula. Yang jelas si penambang itu harus untung juga,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, perkiraan kebutuhan batu bara untuk kepentingan dalam negeri pada 2011 adalah sebesar 78,97 juta ton, terdiri dari 66,28 juta ton untuk kebutuhan PLTU, sebesar 0,34 juta ton untuk metalurgi dan 12,35 juta ton untuk industri semen, pupuk, pulp dan tekstil.

Dari kebutuhan PLTU 66,28 juta ton, untuk PLN dialokasikan 55,82 juta ton, untuk IPP 8,97 juta ton, untuk PT Freeport Indonesia 0,83 juta ton, PT Newmont Nusa Tenggara 0,47 juta ton dan PT Pusaka Jaya Palu Power 0,19 juta ton.(api)

Sumber : Bisnis Indonesia, 19.12.11.

[English Free Translation]
Utilization of domestic coal this year estimated that only 70% along with some delay surgery Steam Power (power plant) owned PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN).

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...