Thursday, April 5, 2012

[KU-094/2012] Pencemaran Sungai Di Indonesia Meningkat 30 Persen


JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil pemantauan yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup terhadap indeks kualitas air sungai, menunjukkan kecenderungan peningkatan pencemaran hingga 30 persen.

"Dari 52 sungai yang dipantau, hampir 30 persen kecenderungan meningkat pencemaran sungai dari cemar sedang menjadi cemar berat," kata Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Pembinaan Sarana Teknis Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas, Henry Bastaman, di Jakarta, Kamis (5/4/2012) ini.

Lebih lanjut Henry menjelaskan, pencemaran air sungai tersebut paling tinggi diindikasikan dari semakin meningkatnya limbah domestik, walaupun di beberapa sungai disebabkan oleh kegiatan tambang.

Menurut dia, intensitas meningkatnya pencemaran akibat kegiatan tambang meningkat, terutama di daerah timur seperti Maluku dan Papua.

Papua yang pada 2009 menduduki peringkat pertama untuk indeks kualitas lingkungan hidup turun peringkat dua, salah satunya disebabkan karena meningkatnya pencemaran air sungai.

Sungai yang tercemar di Papua yaitu Sungai Mamberamo dan Danau Sentani, jelas Henry, seraya menambahkan, selama ini pemerintah berkonsentrasi memperbaiki indeks kualitas air sungai-sungai yang berada di Pulau Jawa. Namun kenyataanya di wilayah timur ada kecenderungan pencemaran meningkat.

Kecenderungan meningkatnya pencemaran air sungai tersebut, dapat diartikan semakin banyaknya kegiatan yang membebani media air sungai, dan semakin padatnya jumlah penduduk, sehingga mendesak untuk membuka pemukiman baru hingga ke daerah aliran sungai.

"Saya kira kondisi seperti ini harus menjadi peringatan bahwa upaya yang sudah kita lakukan cukup gencar, tapi masih terjadi pencemaran yang cukup berat," tambah dia.

Upaya yang dilakukan, salah satunya Kementerian Lingkungan Hidup menyampaikan ke daerah, agar pengukuran indeks kualitas air ditingkatkan dan menjadi landasan kebijakan di masing-masing daerah.

Sumber : Antara-Kompas, 05.04.12.

[English Free Translation]
Monitoring results which conducted by the Ministry of Environment (Kementerian Lingkungan Hidup / KLH) of the river water quality index, showed a tendency to increase in pollution by 30 percent.

[KG-093/2012] Serba-Serbi Kegiatan KALOG 01-07/04/2012


PALEMBANG: Kegiatan minggu ini (01-07/04/2012) walau terhitung pendek karena cuma efektif 4 hari kerja, namun ngga berarti gak ada kegiatan. Wong tgl 01/04 hari Minggu dan 06/04 dan 07/04 pastinya dipakai libur akhir pekan (week-ends).

Yuuk sekarang kita lihat saja, aktifitas KALOG di Jawa dan Sumatera sebagai kompilasi kegiatan yang digerakkan oleh keinginan terdalam dalam hati untuk menumbuh-kembangkan perusahaan baru ini, kelak menjadi salah satu pemain yang diperhitungkan di sektor logistik nasional.

Di ujung timur, tepatnya Surabaya, tim KALOG Kantor Pusat melaksanakan peninjauan ke stasiun Benteng. Tim KALOG Kantor Pusat diwakili oleh Diropsar, Bambang Rudianto dan VP Biz Dev & IT, Edi Sudiarto.


Sementara di Jakarta, peminat lahan dari PT Meratus Line melihat-lihat lokasi pergudangan Jakarta Gudang dan Sungai Lagoa, Jakarta. Dalam kunjungan tersebut hadir Diropsar, Bambang Rudianto dan Manager Area S. Lagoa, Toyibuddin. Menunggu perkembangan hasil pembicaraan lebih lanjut.


Di Sumatera Selatan, tim PT KAI Divre 3 yang diwakili Helman Keliat (SM KOM) meninjau CY KPT sebelum dilaksanakannya operasi 2 loop @ 32 gerbong atau PPCW, terhitung mulai tanggal 04/04/2012.


Sementara di stasiun Suka Cinta (SCT), inilah kali pertama lokomotif CC204 anyar milik PT KAI yang dipasang rangkaian yang terdiri dari 32 gerbong dengan isi 64 kontainer diatasnya. Dahsyat banget dan kedepannya semoga semakin mantabz. Lihat deh gambarnya.


Nah, benar-benar bebas-aktif khan, yang penting bisa menghasilkan duit deh buat perusahaan. Wong itu misi utamanya. Good luck dan tetap semangat !

Sumber : KALOG / Foto (kontribusi semua area) : ES, PW, AF, RAM.

[English Free Translation]
For this edition, describes the activities KALOG in Java (Suarabay and Jakarta) and Sumatera (Palembang and Lahat) during this week. Contribution from other areas is much appreciated for promotional activities. Good luck !

Tuesday, April 3, 2012

[KU-092/2012] Bisnis Pertambangan : Teknologi Baru Pengering Batu Bara Dirintis


JAKARTA: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan Tsukishima Kikai Jepang meningkatkan kualitas batubara dengan teknologi pengering batubara steam tube dryer (STD).

Penandatanganan MoU kerja sama itu dilangsungkan, Kamis 29 Maret 2012, bersamaan dengan  Workshop tentang teknologi STD yang dilaksanakan BPPT di Jakarta.

STD adalah salah satu teknologi yang sangat diperlukan oleh industri batubara dan kelisterikan Indonesia. Yang bisa mengurangi kadar air batubara dengan sistem pemanasan.

Unggul Priyanto, Deputi TI, Energi, Material, dan Lingkungan BPPT, mengatakan bumi Indonesia masih memiliki banyak cadangan batubara dan tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Namun sebagian besar berkualitas rendah.

“Kita masih memiliki cadangan batubara lebih dari 161 miliar ton. Tapi, sekitar 65% bongkahan batubara tersebut berjenis loreng dengan berkualitas rendah, dan banyak kadar airnya. Untuk itu perlu teknologi khusus yang akan mengubahnya menjadi kualitas tinggi dan mempunyai nilai jual tinggi pula,” katanya.

Menurut dia, dengan teknologi STD ini, batubara  yang semula mengandung 4.000 kalori per kg, bisa ditingkatkan menjadi 6.000 kalori per kg.

“Dengan ditingkatkannya kualitas batubara tersebut, benda itu bisa digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan pembakaran yang ramah lingkungan, dan efisien,” ujarnya didampingi Koji Miwa, Managing Executive Officer Tsukishima Kikai Co, Ltd. dari Jepang. (ra)

Sumber : Bisnis Indonesia, 29.03.12.

[English Free Translation]
Agency for the Assessment and Application of Technology or Badan Pengkajian & Penerapan Teknologi (BPPT) in cooperation with Japan's Tsukishima Kikai improve the quality of the coal drying technology of coal with steam tube dryer (STD).

[KG-091/2012] Launching Angkutan Semen Tiga Roda AWN-PWK


ARJAWINANGUN: Laporan ini dikirim dari lokasi peresmian di Arjawinangun (AWN). Senin (02/04) dilakukan pengecekan terlebih dulu oleh D6 PT KAI, Sulistyo Wimbo dan rombongan, termasuk Diropsar PT Kereta Api Logistik, Bambang Rudianto.

Kerjasama tri-partite ini melibatkan PT. Kereta Api Indonesia (KAI), PT Indocement selaku pemegang produk semen "Tiga Roda" dan PT, Kereta Api Logistik (KALOG). Efektif per tanggal 02/04 angkutan semen Tiga Roda diangkut oleh PT KAI, dari Arjawinangun, Cirebon – Purwokerto.

Acara dilaksanakan jam 13.00, dimulai dengan sambutan D6, serah terima cindera mata dan jumpa pers serta peresmian angkutan semen oleh perwakilan PT. Indocement, Mr. Nielson. Pokoke mantap dan semoga berjalan lancar. Amin.


Sumber : KALOG / Foto : PSH.

[English Free Translation]
Tri-partite cooperation involves PT. Kereta Api Indonesia (KAI), PT Indocement as the holder of brand name cement products “Tiga Roda” and the PT Kereta Api Logistik (KALOG). Effective as of 02/04 Tiga Roda cement transported by PT KAI, from Arjawinangun, Cirebon - Purwokerto.

Sunday, April 1, 2012

[KU-090/2012] Izin Tambang : Masyarakat Harus Dibina Soal Good Mining Practice


JAKARTA : Masyarakat yang berada di daerah penghasil tambang perlu terus dibina untuk mempraktekkan good mining practice, sehingga Pertambangan tanpa izin (Peti) bisa semakin dikurangi.

Dirjen Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM Thamrin Sihite mengatakan memang Peti tidak bisa diberantas hanya menggunakan penegakan hukum atau law enforcement saja.

“Dalam UU 4/2009 tentang minerba itu sebenarnya sudah ada, tentukan dulu wilayah pertambangan rakyat, setelah itu dibina. Jangan hanya law enforcement  saja itu betul, karena itu sudah turun temurun di situ. Jadi ini harus dibina oleh pemda, jangan dibinasakan,” ujarnya ketika ditemui di gedung DPR-RI, Rabu, 28 Maret 2012.

Menurut Thamrin, di daerah terutama di kampung-kampung sebenarnya sudah memiliki modal berupa semangat kerja sama dan kekeluargaan yang sangat tinggi, sehingga tinggal difasilitasi oleh pemda.

“Tinggal pemerintah memfasilitasi, mau apa sih mereka? Kalau mau tambang emas misalnya, penambangannya dibina, cara nambangnya itu begini lho. Kemudian selesai itu baru direklamasi, dan seterusnya,” ujarnya.

Thamrin menegaskan perusahaan tambang baik pemegang Kontrak Karya (KK) maupun Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B), berapa pun luas wilayah kerjanya, itu dilindungi secara hukum. Artinya, masyarakat di sekitar wilayah tambang tidak berhak melakukan penambangan di situ.

“Contohnya Inco [sekarang Vale], memang lahannya luas sekali. Kami juga sedang pikirkan, Inco itu luas tapi secara hukum dia dilindungi, jadi bupati jangan langsung bikin izin-izin yang ngga benar. Makanya kami sekarang lagi renegosiasi [untuk ciutkan lahan], sabar dulu bupatinya, jadi jangan anarkis,” ujarnya.

Sebelumnya, Didik Tatok Prijandono, asdep 1/V Koordinasi Penanganan Kejahatan Konvensional dan Kejahatan terhadap Kekayaan Negara Kemenkopolhukam mengatakan kalau hanya dilakukan penegakan hukum saja, masalah Peti tidak akan selesai. Kalau hanya penegakan hukum, yang terjadi hanyalah bentrokan antara penegak hukum dan massa.(msb)

Sumber : Bisnis Indonesia, 28.03.12.

[English Free Translation]
People residing in the region producing mines need to be nurtured to practice good mining practices, so that mining without a permit (Peti) can be further reduced.

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...