Monday, February 15, 2016

[KG-045/2016] Lanjutan Rapat Persiapan Kereta Pelabuhan JICT – 15/02/16

JaKaRTa: Hari Senin 15/02, kami mendapat undangan dari Dirjen Bea Cukai (DJBC) KPU Tanjung Priok, untuk menindaklanjuti hasil kunjungan ke lapangan di hari Jumat 12/02 dan Sabtu 13/02 lalu.

Dengan senang hati kami hadir, mewakili tim PT Kereta Api Logistik (KALOG) bersama tim BusDev dan Legal. Selain KALOG, hadir pula partisipan dari JICT, Kodja da Otoritas Pelabuhan (OP).


Diskusi berjalan lancar dan masukan2 yang ada akan disampaikan ke kementerian terkait, untuk ditindaklanjuti oleh panitia khusus. Pimpinan sidang, langsung dipimpin Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Priok.


Berikut ini cuplikannya.


Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]
Monday, February 15th, KALOG got an invitation from the Director General of Customs (DJBC) KPU Tanjung Priok, to follow up on the sudden visits in JICT Station. Another participants who join in the meeting : JICT, Kodja and Port Authority (OP).

Thursday, February 11, 2016

[KG-041/2016] Kondisikan Stasiun JICT Mancarli


JaKaRTa: Persiapan terus dilakukan, jadi ato nggak-nya uji coba gak menyurutkan pihak PT Kereta Api Logistik (KALOG) yang mendampingi gawean induknya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam mewujudkan angkutan kereta pelabuhan JICT.

Kamis 11/02, (lagi) tim KALOG turun ke lapangan, kali ini membawa serta tim SHE untuk persiapan pemasangan rambu-rambu peringatan / larangan (lalu lintas) dlsb. Sedangkan dari sisi persiapan sumber daya manusia (SDM), perusahaan akan memberdayakan staf yang ada dulu.

Adapun kegiatan yang masih dilakukan oleh kontraktor PT KAPM yakni menyelesaikan pemasangan pagar, merapihkan selokan, menggali jalur untuk jalan tembus ke Joint Gate-In dalam kawasan JICT serta membangun fasilitas WC serta kamar mandi.

Dari sisi PT KAI dan KALOG, memastikan kelayakan operasi pada waktunya, seperti rencana uji-coba hingga pra-persiapan dan persiapan pengoperasian kereta pelabuhan JICT di tgl 28/02 mendatang.

Untuk rujukan sebelumnya, terkait persiapan kereta pelabuhan JICT, silahkan baca [KG-040/2016] Rapat KA JICT + Silaturahim Ke Mantan KALOGers – 10/02/16, [KG-036/2016] Cek Emplasemen Stasiun JICT - 05/02/16, [KG-033/2016] Kunjungan Ke Stasiun JICT - 03/02/16, [KG-026/2016] Dekom dan Direksi Kunjungi JICT & SAO - 26/01/16, [KG-019/2016] Tindak Lanjut & Persiapan KA JICT - 19/01/16, [KG-015/2016] Rapat Koordinasi KA Pelabuhan JICT – 15/01/16, [KU-012/2016] Priok Terapkan Tarif Progresif 900% dan [KG-007/2016] BoD KALOG Kunjungi JICT + SAO.

Berikut ini sejumlah dokumentasi yang berhasil diabadikan di hari ini. Selamat menyimak dan tetap semangat.


Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]
Thursday, February 11, (again) KALOG teams visit to the location, this time bringing along SHE team in preparation for the installation of traffic signs etc. Meanwhile, from the preparation of human resources (HR), the company will empower the existing staff first. Yes !

Wednesday, February 10, 2016

[KG-040/2016] Rapat KA JICT + Silaturahim Ke Mantan KALOGers – 10/02/16



JaKaRTa: Sekali gabung di PT Kereta Api Logistik (KALOG) maka sebutan akrab KALOGers akan melekat selamanya. Kebetulan awal Februari 2016, 2 (dua) karyawan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang dititipkan, ditarik kembali ke induk.

Secara gak sengaja, Rabu 10/02 pagi ketemu juga mantan SUDU yang kini tengah berada di kantor pusat sehingga sempat berdiskusi ringan di pagi hari. Kebetulan hari ini ada pertemuan dengan EF, perihal perencanaan angkutan kereta pelabuhan JICT.

Klo gak ada halangan, bakal ada pra uji coba di hari Sabtu 13/02 ato Minggu 14/02 oleh tim Daop 1 Jak dan pelaksanaan uji coba angkutan kereta pelabuhan JICT di tgl 15/02 yang akan dihadiri Menko Kemaritiman dan seluruh instansi terkait.

Syukur Alhamdulillah, silaturahim dengan Iwan Riyanto, Astry dan Aufa Busra didampingi sobat dari SHE KALOG berjalan dengan baik dan sangat akrab. Terima kasih Yaa Allah kami diberi kemudahan dan semoga demikian pula dengan sodara2 kami di induk perusahaan.

Dokumentasi silaturahim terlampir, sedangkan dokumentasi rapat gak tersaji. Maklum diskusi serius, jadi gak ada yang sempet jepret sana-jepret sini he he he.



Sumber : KALOG / Foto : RAM.

[English Free Translation]
By accidentally, Wednesday (February 10th)  we met former KALOGers which is now back to headquarters. We had a discussion in the morning light. Incidentally there is a meeting today between KALOG, Daop 1 Jak with EF, regarding rail transport planning to and from JICT port.

Tuesday, February 9, 2016

[KU-039/2016] Penggusuran Warga Pinggiran Rel Jangan Hanya Sudutkan PT KAI

MEDAN: Pengamat Sosial dari Universitas Muhammdiyah Sumatera Utara (UMSU) Shohibul Anshor Siregar mengatakan, "Sudah jelas ada aturan jarak bangunan dengan rel KA, tapi masih ada warga yang membangun rumah dan sudah berlangsung selama puluhan tahun. Sebaiknya daerah pinggiran rel itu dimanfaatkan sebagai lahan penghijauan, bukan tempat tinggal, dan bukan tempat aktivitas lain seperti usaha sektor formal,” lanjut Shohibul.

Dia juga meminta kepada warga untuk legowo, karena itu bukan hak mereka. "Kepada warga, kita berharap agar niat baik PT KAI memberikan uang tali asih dihargai seberapa pun nilainya.”

Sebelumnya, warga berharap agar uang tali asih ditambah. Namun PT KAI menegaskan tidak ada tambahan uang tali asih sebesar Rp1,5 juta itu.

"Tidak ada penambahan, jangan berandai-andai. Itu hanya wujud terimakasih karena masyarakat mau berkomunikasi dengan kami," ujar Manajer Humas Divre 1 Rapino Situmorang.

Uang tali asih sebesar Rp1,5 juta per kepala keluarga itu bersumber dari pemerintah, dalam hal ini Ditjenka. Dan itu merupakan kebijakan, bukan kewajiban yang mengikat sesuai perundang-undangan. Pihaknya diakui Rapino, sudah menyerahkan tali asih kepada 1.600 KK, termasuk yang berada di kawasan Mandala By Pass.

"Sisanya tinggal 200 KK lagi. Yang belum itu karena mereka tidak berada di tempat dan data di KK-nya tidak sesuai," katanya.

Sumber : Sumut Pos, 29.01.16 / Foto : MedanSatu.

[English Free Translation]
Social observers of North Sumatera Muhammadiyah University (UMSU) Shohibul Anshor Siregar said, "It is clear there are rules within the building with railroads, but still there are people who build houses and have been going on for decades. We recommend suburban rail used as the reforestation area, not a place to stay, and not the place of other activities such as formal sector enterprises". Its very clear opinion.

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...