Sunday, September 6, 2020

[KX-250/2020] AXI-KALOGers M1 Sep 2020

 

JaKaRTa : Isu nasional minggu ini masih belum beranjak dari pandemi Coronavirus / Covid-19 dan yang lebih luar biasanya bahkan, mencapai angka fantastis di minggu ini. Suspek positif Covid-19 : 3.622 kasus dan ini yang tertinggi selama ini.

Lantas ada juga kontroversi pelarangan penggunaan kata “anjay” yang dirilis oleh KPAI (apa gak ada isu penting lainnya ya?) + isu implementasi gowes boleh masuk jalan tol (masih polemik nih). Serunya sih seru tapi ada yang lebih penting, tuh Covid-19.

Lantas apakah berpengaruh ke biz internal PT Kereta Api Logistik (KALOG) ? Sejumlah perusahaan diluar sana, sudah pada tutup, tiarap bahkan megap2 namun semoga limpahan rejeki senantiasa melimpahi KALOG selalu. Aamiin.

Jika terdampak ke penurunan volume + omset, otomatis berbanding lurus. Bahwa perlu inovasi, sangatlah jelas dibutuhkan. Makanya ada Divisi Pengembangan Usaha agar bisa dilirik usaha baru apa saja yang bisa digarap KALOG.

Sesibuk apapun, setiap KALOGers pastinya memiliki “me-time”. Gak harus wajib dilaporkan tapi jika boleh berbagi kebahagiaan, ya gak salah2 amat sih ... Nikmati keceriaan yang dimiliki KALOGers berikut ini.

Berhubung di seputaran Jabodetabek banyak kawasan memerah lagi dengan jumlah suspek positif Covid-19, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dengan sabun, gunakan hand-sanitizer, gunakan masker serta berdo'a untuk keselamatan kita semua. 

Dokumentasi AXI-KALOGers M1 Sep 2020 (periode 31/08-06/09/2020). Juga disertakan perihal protokol VDJ dimana keluarga sudah menjadi klaster baru bagi penyebaran Covid-19. Diharapkan lebih waspada + berhati-hati. Selamat menyimak. 


Sumber : X-KALOG / Foto : KALOGers – RAM.

[English Free Translation]

If it is affected by a decrease in volume + turnover, it is automatically proportional. That it needs innovation is clearly noted. That's why there is a Business Development Division so that KALOG can look at new businesses in the coming years. Oooops also dont forget with KALOGers me-time.


Saturday, September 5, 2020

[KU-249/2020] Perekonomian Mulai Bergerak, Angkutan Barang Kereta Api Meningkat

 

Jakarta, investor.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus berusaha meningkatkan pendapatan perusahaan dengan mengoptimalkan lini bisnis angkutan barang. Meski kini mulai ada pertumbuhan dari bisnis angkutan penumpang, bisnis angkutan barang sekarang menjadi sumber pendapatan utama KAI.

“Pada semester I-2020, pendapatan dari angkutan barang mencapai 43% dari total pendapatan KAI,” ujar VP Public Relations KAI, Joni Martinus, dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (2/9).

Terdampaknya angkutan penumpang oleh pandemi Covid-19, tambah dia, membuat KAI terus berupaya memaksimalkan bisnis angkutan barang melalui berbagai langkah. Hasilnya, volume angkutan barang di bulan Agustus 2020 mencapai 3,9 juta ton, meningkat 6% dibanding bulan Juli 2020 sebanyak 3,7 juta ton.

Angkutan Batu Bara

KAI telah melakukan penandatanganan kontrak baru dengan beberapa perusahaan untuk angkutan barang, salah satunya angkutan batu bara. Hal ini, lanjut Joni, tampak pada meningkatnya volume angkutan batu bara sebesar 8% menjadi 2,8 juta ton di bulan Agustus 2020, dari sebelumnya 2,7 juta ton di bulan Juli 2020. Angkutan batu bara mencapai 72% dari total angkutan barang KAI pada Agustus 2020.

“Konsumsi industri yang semakin meningkat membuat angkutan batu bara kembali stabil, setelah sempat turun pada titik terendah yaitu hanya 2 juta ton pada bulan Juni 2020,” ujar Joni.

Sumber : Investor, 03.09.20 / Foto : Richard Hermawan - Railfans.

[English Free Translation]

PT Kereta Api Indonesia (KAI) continues to strive to increase company revenue by optimizing its freight transportation business line. Although there is now a growth in the passenger transportation business, the freight transportation business is now KAI's main source of income.

Friday, September 4, 2020

[KU-248/2020] Hari Pelanggan Nasional, PT KAI Justru Banjir Komplain, Kenapa?

 

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) diketahui membatalkan secara mendadak sejumlah perjalanan kereta api di Jawa pada Jumat (4/9/2020).

Pengguna kereta api di sejumlah kota tak sedikit yang akhirnya beralih ke moda transportasi lain atau menunda perjalannya. Namun, tak sedikit pula yang menumpahkan kekesalannya di media sosial ke akun Twitter @KAI121.

Sebagian besar kecewa lantaran pembatalan diinformasikan kurang dari 24 jam sebelum kereta berangkat dan dilakukan pada dini hari melalui pesan singkat (SMS).

Akun @dwforthjk mencuit "Cek dm lah min, yakali saya harus nunggu sejari baru bisa dibales? Udah dadakan bgt tiba2 ada pembatalan eh giliran lagi begini malah slowres [slow response] banget."

"Hari pelanggan tapi kereta batal mendadak kaya tahu bulat wkwkwk miris," cuit akun @KazeDaiki.

"Udah percaya malah dirusak kepercayaannya. Apa esensinya membatalkan perjalanan mendadak dini hari?," cuit akun @andrevarahmawan.

"Hari pelanggan dirayakan dengan pembatalan kereta mendadak pukul 01.30 pagi bukan minimal 24 jam sebelum keberangkatan jadi luntang lantung rugi uang dan waktu hebat KAI," cuit akan @leozandy.

"Hari pelanggan nasional tapi kereta dibatalkan mendadak," cuit akun @mphxn.

"Katanya hari pelanggan, tapi pelayanan kaya gini. Kereta Sancaka dari YK [Yogyakarta] ngga jadi berangkat ngga ada notice, ke CS yang jaga cuma satu orang. How come?" cuit akun @lulutetika.

"Hari pembatalan nasional, ini komplain-komplain gak ada yang direspon. Quality controlnya payah," cuit akun @alwandewanata.

Merespon hal tersebut, Manajer Humas KAI Vice Presiden Public Relation KAI Joni Martinus mengatakan bahwa pembatalan dilakukan dalam upaya penataan jadwal dan perjalanan beberapa rute kereta api.

"Untuk peningkatan pelayanan, agar semakin selaras dengan kebutuhan pelanggan," katanya kepada Bisnis melalui pesan instan pada Jumat (4/9/2020).

Dia juga menegaskan bahwa pembatalan perjalanan kereta itu dilakukan bukan karena ada perubahan grafik perjalanan kereta api (Gapeka). Gapeka selama ini digunakan untuk mewakili pergerakan kereta api beserta waktu terhadap posisi masing-masing alat transportasi.

"Bukan, bukan Gapeka," tegasnya.

Berikut adalah kereta api yang perjalanannya dibatalkan mendadak oleh KAI:

-Argo Wilis (Surabaya Gubeng-Bandung PP)

-Argo Bromo Anggrek (Jakarta Gambir-Surabaya Pasar Turi PP)

-Argo Dwipangga (Jakarta Gambir-Solo Balapan PP)

-Argo Sindoro (Jakarta Gambir-Semarang Tawang PP)

-Argo Cheribon (Jakarta Gambir - Tegal PP)

-Argo Parahyangan (Jakarta Gambir-Bandung PP)

-Sembrani (Jakarta Gambir-Surabaya Pasar Turi PP)

-Taksaka (Jakarta Gambir-Yogyakarta PP)

-Gajayana (Jakarta Gambir-Malang PP)

-Bima (Jakarta Gambir-Surabaya Gubeng-Malang PP)

-Mutiara Selatan (Bandung-Surabaya Gubeng-Malang PP)

-Malabar (Bandung-Malang PP)

-Jayabaya (Jakarta Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi/Gubeng-Malang PP)

-Wijayakusuma (Cilacap-Banyuwangi PP)

-Dharmawangsa (Jakarta Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi PP)

-Mataram (Jakarta Pasar Senen–Solo Balapan PP)

-Malioboro Ekspres (Malang-Yogyakarta PP)

-Sancaka (Surabaya Gubeng-Yogyakarta PP)

-Mutiara Timur Malam (Surabaya Gubeng-Banyuwangi Baru/Ketapang PP)

-Jayakarta (Jakarta Pasar Senen-Surabaya Gubeng PP)

-Jakatingkir (Jakarta Pasar Senen-Solo Purwosari PP)

-Ambarawa Ekspres (Surabaya Pasar Turi-Semarang Poncol PP)

-Blora Jaya (Semarang Poncol-Cepu PP)

-Matarmaja (Jakarta Pasar Senen-Malang PP)

-Pasundan (Surabaya Gubeng-Bandung PP)

-Logawa (Purwokerto-Jember PP)

-Progo (Jakarta Pasar Senen-Yogyakarta Lempuyangan)

Sumber : Bisnis, 04.09.20.

[English Free Translation]

PT Kereta Api Indonesia (Persero) is known to have canceled suddenly a number of train trips in Java on Friday (Sep 4th, 2020). Not a few train users in a number of cities have ended up switching to other modes of transportation or postponing their trips. However, not a few also expressed their frustration on social media to the Twitter account @ KAI121.

Thursday, September 3, 2020

[KU-247/2020] Kereta Api Bandara Yogyakarta Kembali Beroperasi

 

Jakarta, CNN Indonesia -- PT KAI (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta kembali mengoperasikan kereta api bandara menuju Yogyakarta International Airport (YIA) mulai Minggu, (23/8). KA Bandara YIA sempat berhenti beroperasi selama sekitar lima bulan akibat pandemi Covid-19.

"Hingga 31 Agustus, dijadwalkan ada empat perjalanan kereta bandara menuju YIA setiap harinya," kata Manajer Humas KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta Eko Budiyanto dilansir Antara.



Menurut dia, calon penumpang pesawat yang akan terbang dari Bandara YIA atau warga yang akan bepergian menuju Kebumen, Jawa Tengah, dapat memanfaatkan bandara baru di DIY.

Kereta Bandara YIA diberangkatkan pada pukul 08.35 WIB dan 15.05 WIB dari Stasiun Yogyakarta ke tujuan akhir Kebumen dengan pemberhentian di Stasiun Wates dan Stasiun Wojo.

Bagi penumpang menuju YIA, dapat berhenti di Stasiun Wojo untuk melanjutkan perjalanan menuju bandara menggunakan bus yang sudah disiapkan.

Sedang, dari Kebumen, kereta akan diberangkatkan pada pukul 10.23 WIB dan 17.40 WIB dengan tujuan akhir Stasiun Yogyakarta.

"Kereta ini termasuk kereta api lokal, sehingga penumpang tidak membutuhkan hasil rapid test covid-19 nonreaktif," katanya.

Selain mengoperasionalkan kembali KA Bandara YIA, sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh di wilayah kerja PT KAI Daop 6 Yogyakarta juga kembali dioperasionalkan.

Kereta jarak jauh tersebut di antaranya, Jaka Tingkir relasi Purwosari-Pasar Senen, KA Progo relasi Lempuyangan-Pasar Senen, KA Lodaya relasi Solo Balapan-Bandung, KA Argo Lawu relasi Solo Balapan-Gambir, KA Gajahwong relasi Lempuyangan-Pasar Senen, dan KA Taksaka relasi Yogyakarta-Gambir.

"Kami pun menjalankan beberapa kereta jarak jauh fakultatif guna memenuhi kebutuhan masyarakat saat libur panjang akhir pekan ini," jelasnya.

Sejumlah kereta fakultatif yang dijalankan pada Minggu di antaranya KA Taksaka dan KA Argo Dwipangga.

"Ketersediaan tiket dan jadwal perjalanan bisa dilihat melalui aplikasi KAI Access atau di web kai.id," katanya.

Saat ini, lanjut Eko, di Stasiun Tugu Yogyakarta juga masih membuka layanan rapid test covid-19 untuk calon penumpang kereta api dengan harga terjangkau, yaitu Rp85.000.

Layanan tersebut untuk memfasilitasi calon penumpang kereta api jarak jauh yang wajib menunjukkan surat bebas covid-19, salah satunya melalui hasil nonreaktif rapid test.

"Selama di perjalanan pun, kami berkomitmen menjalankan protokol kesehatan secara ketat sebagai upaya mengantisipasi potensi penularan virus," terang dia.

Setiap penumpang diwajibkan memakai masker, tidak sedang demam atau suhu di bawah 37,3 derajat Celcius, menjaga jarak, mengenakan face shield dan dianjurkan mengenakan pakaian lengan panjang.

Sumber : CNN Indonesia, 23.08.20 / Foto : Bisnis Jateng.

[English Free Translation]

PT KAI (Persero) Operation Region 6 Yogyakarta returned to operate the airport train to Yogyakarta International Airport (YIA) starting Sunday, (Aug 23, 2020). YIA Airport Train stopped operating for about five months due to the Covid-19 pandemic.

Wednesday, September 2, 2020

[KU-246/2020] PT KAI Andalkan Pendapatan Dari Lini Bisnis Angkutan Barang

 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI terus berusaha meningkatkan pendapatan dari lini bisnis angkutan barang. Meski ada pertumbuhan dari bisnis angkutan penumpang, bisnis angkutan barang kini menjadi sumber pendapatan utama.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, pada Semester I/2020 pendapatan angkutan barang mencapai 43% dari total pendapatan KAI. Terdampaknya Angkutan Penumpang oleh pandemi Covid-19, membuat KAI terus berupaya memaksimalkan bisnis angkutan barang melalui berbagai langkah.

"Hasilnya, volume angkutan barang di bulan Agustus mencapai 3,9 juta ton, meningkat 6% dibanding bulan Juli sebanyak 3,7 juta ton," ujar Joni dalam siaran resmi, Rabu (2/9).

Joni menjelaskan, KAI telah melakukan penandatanganan kontrak baru dengan beberapa perusahaan untuk angkutan barang, salah satunya angkutan batu bara. Hal ini tampak pada meningkatnya volume angkutan batubara sebesar 8 % menjadi 2,8 juta ton di bulan Agustus dari sebelumnya 2,7 juta ton pada Juli 2020.

Angkutan batu bara sendiri mencapai 72% dari total angkutan barang KAI pada Agustus 2020 atau sebanyak 2,8 juta ton. "Konsumsi industri yang semakin meningkat membuat angkutan batubara kembali stabil, setelah sempat turun pada titik terendah yaitu hanya 2 juta ton pada bulan Juni 2020," ujar Joni.

Mulai pulihnya perekonomian juga terlihat pada kenaikan angkutan barang di berbagai komoditi pada bulan Agustus dibandingkan bulan Juli. Angkutan semen naik 10% menjadi 368.000 ton dari 333.000 ton, peti kemas naik 8% menjadi 339.000 ton dari 315.000 ton, CPO naik 22% menjadi 24.000 ton dari 20.000 ton, dan BBM naik 2% menjadi 181.000 ton dari 178.000 ton.

"Peningkatan ini juga menunjukkan kembali bergeraknya sektor industri dan perekonomian yang ditunjukkan melalui tumbuhnya pergerakan barang," ungkap Joni.

KAI akan terus mengoptimalkan layanan angkutan kereta barang sambil terus memulihkan bisnis angkutan penumpang. KAI akan terus memperluas pasar angkutan barang dengan melakukan berbagai langkah.

Langkah yang akan diambil yakni melakukan penandatanganan kontrak baru dengan perusahaan batubara swasta di Sumatera Selatan, menjajaki rute-rute baru untuk berbagai komoditi, menguji coba integrasi first mile dan last mile untuk angkutan retail, dan berbagai langkah lainnya untuk peningkatan volume angkutan barang.

Sumber : Kontan, 02.09.20 / Foto : Richard Hermawan - Railfans.

[English Free Translation]

PT Kereta Api Indonesia (Persero) or PT KAI continues to strive to increase revenue from the freight transportation business line. Despite the growth in the passenger transportation business, the freight transportation business is now the main source of income.

Tuesday, September 1, 2020

[KU-245/2020] Proyeksi Produksi Batubara Hingga 2024, Terus Naik Dan Akan Tembus 628 Juta Ton

 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan proyeksi produksi batubara hingga tahun 2024. Berdasarkan hitungan tersebut, produksi batubara ditaksir bakal terus menanjak setiap tahunnya.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin membeberkan, target produksi batubara pada tahun ini dipatok 550 juta ton. Tahun depan, produksi komoditas emas hitam itu diproyeksikan bakal meroket ke angka 609 juta ton.

Pada tahun 2022, sambung Ridwan, produksi batubara nasional ditaksir 618 juta ton. Setahun kemudian, naik lagi menjadi 625 juta ton. Lalu menjadi 628 juta ton pada tahun 2024. Kata Ridwan, proyeksi produksi tersebut dihitung dengan berbagai pertimbangan.

"Proyeksi produksi dihitung berdasarkan kapasitas produksi perusahaan, kebutuhan pasar dalam negeri dan ekspor, serta pertumbuhan ekonomi," sebut Ridwan dalam Rapat Dengar Pendapat yang digelar Komisi VII DPR RI, Kamis (27/8).

Tak hanya dari sisi produksi, Kementerian ESDM juga telah memproyeksikan volume ekspor dan domestik. Pada tahun ini proyeksi ekspor sebesar 395 juta ton. Sedangkan alokasi ke pasar domestik sebesar 155 juta ton.

Sedangkan tahun 2021 hingga 2024,  volume ekspor batubara diproyeksikan stagnan di level 441 juta ton. Namun, kebutuhan batubara domestik ditaksir terus meningkat. Pada tahun 2021, proyeksi serapan batubara domestik mencapai 168 juta ton. Setahun kemudian, ditaksir naik menjadi 177 juta ton. Pada 2023 diprediksi sebesar 184 juta ton, lalu menjadi 187 ton pada 2024.

Untuk proyeksi kebutuhan batubara domestik, kata Ridwan, dihitung berdasarkan peningkatan kebutuhan batubara pada berbagai sektor industri dalam negeri seperti PLTU, industri semen, dan smelter. Sedangkan proyeksi ekspor dihitung berdasarkan kebutuhan pasar.

Sumber : Kontan, 27.08.20.

[English Free Translation]

The Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) explained the projection of coal production until 2024. Based on this calculation, it is estimated that coal production will continue to increase every year.

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...