JAKARTA: Meneg BUMN Dahlan Iskan meresmikan
revitalisasi jalur KA menuju Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, dan modernisasi
Terminal Curah Kering di Pelabuhan Panjang. Interkoneksi antara pelabuhan dan
jalur KA diyakini dapat menekan biaya logistik dari Pelabuhan Panjang menuju
beberapa daerah di Sumatera ataupun sebaliknya.
GM Pelabuhan Panjang Doso Agung mengatakan,
revitalisasi jalur KA akan membawa banyak keuntungan. "Dengan masuknya KA
ke dalam wilayah pelabuhan, biaya logistik dapat ditekan, kecelakaan dan
kerusakan jalan bisa dikurangi, serta dapt menjangkau konektivitas di beberapa
daerah di Sumatera," katanya.
Hingga saat ini PT Pelindo II dan PT KAI baru
menyambungkan jalur KA dari Pelabuhan Panjang menuju Tanjung Enim Baru, Sumsel,
dan Tanjung Siapi-api, Sumsel, ataupun sebaliknya. EVP Divre 3 menjelaskan,
angkutan logistik menggunakan KA memiliki daya angkut lebih banyak daripada
menggunakan truk.
"Satu truk mengangkut beban 19 ton,
sedangkan satu gerbong kereta mampu mengangkut 50 ton. Apabila dalam sekali
perjalanan, lokomotif mampu menarik 60 gerbong, itu berarti ada 3.000 ton yang
diangkut dalam sekali jalan," ujarnya.
Selain itu, biaya yang dikeluarkan apabila
menggunakan KA juga bisa ditekan. Suseno mengatakan, distribusi menggunakan
truk memakan biaya Rp 700 per ton per kilometer. Adapun menggunakan KA,
biayanya hanya sekitar Rp 500 per ton per kilometer.
Saat ditanya mengapa hal ini tidak diterapkan di
Pulau Jawa yang biasa mengandalkan jalur pantura, Meneg BUMN Dahlan Iskan
mengatakan, hal itu tidak mudah. Ia mengatakan, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta,
juga memiliki akses jalur KA.
"Namun, jalur itu belum tersambung ke
pelabuhan. Jaraknya masih kurang 400 meter untuk dapat tersambung dengan
pelabuhan," ujarnya.
Sumber : Kompas, 25.01.14.
[English Free Translation]
State Enterprises Minister (Menteri BUMN) Dahlan
Iskan inaugurated the revitalization of the railway line to the Port of Panjang,
Bandar Lampung, and checked modernization of the dry bulk terminal.
Interconnection between the port and the railway line is believed to reduce the
cost of logistics from Port of Panjang to the several areas in Sumatera or
otherwise.
No comments:
Post a Comment