Saturday, January 18, 2014

[KU-018/2014] Duet Jokowi-Jonan (Jojon) Presiden 2014

JAKARTA: Kamis siang, teman saya Akhmad Sujadi punya tulisan mengenai siapa calon presiden RI. Teman saya ingin mempublikasikannya di kompasiana tapi belum punya ID nya... maka ia minta tolong titip tulisan. Ini tulisannya:

---- quote ---

Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 sudah di pelupuk mata. Pilpres 2014 memegang peran sangat penting mengingat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ((SBY) akan berakhir masa jabatanya karena telah dua periode menjabat Presiden. Dengan berakhirnya masa pemerintahan SBY maka harus ada pemimpin baru untuk memimpin bangsa ini agar dapat memperbaiki kondisi bangsa menuju Indonesia yang lebih baik.


Banyak tokoh dimunculkan mulai tokoh Parpol seperti Joko Widodo, Abu Rizal Bakri, Jusuf Kalla, Prabowo Subianto, Wiranto, Mahmud MD. Selain tokoh politik ada juga kalangan artis yang ikut mencoba peruntungan seperti Rhoma Irama. Era demokrasi yang sangat terbuka dan pemilihan langsung telah mendorong siapa pun dapat mencalonkan diri untuk dipilih menjadi Presiden, Gubernur, Bupati maupun Wali Kota di negeri berpenduduk lebih dari 230 juta jiwa ini.

Saat ini anggota dewan maupun kepala daerah dari kalangan artis. Para seniman ini memanfaatkan ketenaranya karena sering tampil di layar kaca sehingga wajahnya dikenal luas. Beberapa artis yang sukses di panggung politik diantaranya Rike Diah Pitaloka, Dedy Miswar, Rano Karno dan Eko Patrio. Mereka menampati pos strategis di pemerintah maupun di legislatif.

Dari beberapa tokoh dengan latar belakang artis, yang mengandalkan popularitas karena sering mejeng di Televisi terlihat jelas kinerjanya. Para politisi di legis latif dan eksekutif dari artis tidak banyak memberikan kontribusi pada perbaikan berbangsa dan bernegara. Setelah menjadi anggota legislatif atau eksekutif, artis kurang menonjol dalam berkarya, kecuali Rieke Diahpitaloka yang memang bekal keilmuanya cukup.

Mencari tokoh untuk Presiden pada Pilpres 2014 masih dalam wacana dan kasak kusuk dalam menyaring yang terbaik. Track record kandidat diulas habis baik yang hitam maupun yang putih. Joko Widodo sebagai tokoh yang unggul dalam berbagai survey telah diingatkan Amin Rais, agar masyarakat jangan memilih Presiden karena popularitas. Padahal popularitas Jokowi diperoleh melalui karya nyata ketika menjadi Wali Kota Solo, lebih-lebih setelah terpilih menjadi Gubenur DKI.

Amin Rais mencontohkan Jokowi dengan Presiden Filipina Estrada yang juga mantan artis. Estrada sangat dikenal rakyat Filipina karena film-filmnya yang menokohkan Estrada sebagai pahlawan. Menjadi pahlawan dalam sebuah film yang telah dirancang sutradara sangat berbeda dengan kenyataan memimpin negara yang penuh tantangan dari dalam dan luar negeri di era globalisasi ini. Karena popularitas tidak dapat menjamin keberhasilan memerintah, maka memilih Presiden pada Pilpres 2014 harus sangat selektif.

Amin Rais menceritakan Estrada yang baru sembilan bulan Estrada diimpeachment dan diganti oleh Aroyo Machapagal yang lebih dipercaya rakyat setelah tahu Estrada sering mabuk-mabukan karena beban tugas dan tanggung jawabnya kepada negara dan bangsa yang sangat berat. Peringatan Amin Rais tidak hanya ditujukan kepada Jokowi, namun karena yang populer Jokowi maka peringatan politik itu penting agar masyarakat makin cerdas dalam memilih pemimpin pada gelaran Pilpres 2014 mendatang.

Menduetkan pasangan alternatif syah-sayah saja, siapa pun boleh memberikan informasi untuk memunculkan tokoh yang berhasil dalam memimpin suatu pemerintahan maupun Korporasi. Duet Jokowi-Jonan atau JOJON mungkin belum pernah dimunculkan ke publik. Karena itu pemunculan Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) – PT. KAI Ignasius Jonan dalam Capres perlu diketahui publik untuk menimbang plus minus sebelum secara resmi mencalonkan kandidat.

Jokowi terkenal sejak menjadi Wali Kota Solo dan lebih terkenal lagi sejak menjadi Gubernur DKI Jakarta. Jokowi berpasangan dengan Basuki Cahya Purnama alias Ahok yang merupakan etnis tionghoa asal Belitung. 

Masyarakat tahu Jokowi- Ahok gemar blusukan untuk mencari tahu kondisi di lapangan. Lalu segera eksekusi dalam kebijakan. Waduk Pluit sebagai antisipasi banjir telah dimulai pengerukanya, agar normalisasi waduk ini dapat dimanfaatkan sebelum banjir datang.

Kemudian Waduk Ria Rio juga dalam proses pemindahan warga ke Rumah Susun. Penataan PKL dari jalanan ke Blok G Pasar Tanahabang juga memperlihatkan hasil positif. Peremajaan Bus reguler, Kopaja, Metro Mini yang tidak layak untuk diganti dalam waktu dekat serta optimalisasi busway, merupakan program nyata untuk menata Ibu Kota.

DKI merupakan miniatur Indonesia. Dengan berbagai problema dan hambatanya, Jokowi secara bertahap akan menuai hasil mapan. Duet Jokowi-Ahok telah memberikan harapan perbaikan layanan di Jakarta. Selain blusukan sebagi ciri khas Jokowi, juga dilakukan lelang jabatan lurah, camat. Hasil lelang tentu dapat memberikan kompisisi SDM yang mumpuni dan dapat menjadi kepanjangan Gubernur untuk menata Jakarta.

Jokowi merupakan kader PDIP yang telah mengangkat pamor partai berlambang moncong putih elektabliitasnya naik. Meskipun banyak kader mumpuni di PDIP, melihat hasil survey dari berbagai lembaga pemeringkat yang menempatkan Jokowi dalam urutan teratas tokoh yang dapat dicalonkan sebagai presiden. Jokowi telah menjadi aset penting bagi PDIP dan bangsa Indonesia.

Penampilan Jokowi yang ndeso malah memberikan nilai plus dalam memimpin Jakarta. Kelihaian PDIP mencari pasangan Jokowi-Ahok yang nota bene dari etnis Tinghoa malah memberikan hasil nyata dan menggembirakan dalam menata Jakarta. Ahok sangat tegas dalam membenahi Jakarta. Meskipun banyak dikritik dan ditentang, mantan Bupati Belitung dua periode ini tetap pada pendirian karena benar. Pasangan ini malah makin memberikan kinerja yang moncer dan memberikan nilai plus bagi partai pengusung.

Apabila benar nanti PDIP mencalonkan Jokowi sebagai RI-1, maka harus dicarikan pasangan yang memiliki karakter, tegas, visioner, tidak pandang bulu, memiliki integritas tinggi dan loyal kepada merah putih serta dapat melengkapi satu sama lain. Peran Wapres juga sangat besar dalam membantu tugas-tugas pemerintahan agar roda kabinet berjalan sesuai keinginan pimpinan untuk membawa Indonesia yang lebih baik, yang lebih maju di era tantangan yang semakin berat.

Tidak berlebihan jika Direktur Utama PT. KAI Ignasius Jonan dicalonkan menjadi RI-2 alias Wapres. Keberhasilan Jonan, panggilan akrab Dirut PT. KAI membenahi Si Ular Besi PT. KAI telah mencengangkan banyak orang. Perusahaan pelat merah dia atas jalan baja yang semula terseok-seok, penuh korupsi, tidak tertib dan tidak mencerminkan pelayanan publik yang mapan telah disulap menjadi perusahaan yang memberikan pelayanan prima kepada para pengguna jasa.

Sejak PT. KAI dipegang pria kelahiran Surabaya ini kondisi PT. KAI telah meraih hampir 100 penghargaan dari berbagai lembaga, termasuk dari pers. Yang paling membanggakan PT. KAI dua tahun berturut-turut meraih kinerja sebagai BUMN terbaik pada 2012 dan 2013. Prestasi ini belum pernah diraih oleh managemen sebelumnya. Prestasi sebagai BUMN terbaik merupakan prestasi luar biasa seorang pemimpin.

Keberhasilan Jonan telah diakui berbagai lembaga. UGM telah mengundangnya untuk berceramah berbagi ilmu kepemimpinan atas keberhasilan membawa PT. KAI berprestai pada dies natalis tahun ini. Demikian juga lembaga administrasi negara (LAN) juga telah datang ke PT. KAI untuk mendapat ilmu dari Jonan. Banyak lembaga pendidikan yang mengundang bapak dua putri ini untuk membagi ilmu, bagaimana strategi merubah PT. KAI yang semula tradisonal menjadi perusahaan modern dan berkelas.

Keberhasilan membenahi PT. KAI dari perusahaan yang merugi menjadi korporasi yang untung dan dapat meningkatkan pendapatan hampir Rp 9 triliun pada 2013 dari sebelumnya sekitar Rp 4 triliun ketika baru menduduki pos Dirut adalah hal luar biasa. Dibawah Jonan PT. KAI dipercaya perbankan untuk berhutang. 

Hutang PT. KAI untuk investasi membeli 156 lokomotif untuk angkutan barang. Membeli gerbong dan pembangunan jalur ganda di Sumatera Selatan untuk meningkatkan kapasitas angkutan batu bara. Dari hasil peningkatan kapasitas angkut itulah PT. KAI dapat mencicil angsuran kreditnya setiap bulan, jadi meskipun hutang dapat dijamin dapat mengembalikan.

Keberhasilan membenahi angkutan kereta api adalah ukuran seseorang dalam membenahi negara. Kereta api merupakan miniatur negara. Kompleksitas masalah perkeretaapian tidak kalah dengan masalah pemerintahan di daerah. Karena itu seseorang yang berhasil membenahi perkeretaapian merupakan prestasi luar biasa dan patut diberi tugas yang lebih besar. Untuk itu Jonan pantas dilirik PDIP untuk mendampingi Jokowi dan berpasangan sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden 2014.

Duet Jokowi-Jonan (Jojon) perlu dipertimbangkan publik mengingat keduanya memiliki pamor karena prestasi bukan karena sering mejeng di TV sebagai artis, pelawak, bintang sinetron. Jojon merupakan dua sosok tokoh masa kini dan tokoh masa depan yang harus diberi tempat untuk memimpin Indonesia lima tahun mendatang. Jonan yang berlatar belakang perbankan menguasi keuangan, industri, pangan, dan hubungan luar negeri apik karena selain alumni Unair ia alumni Amerika.

Penguasaan bahasa Inggis, Jepang, Mandarin, Indonesia, Perancis dan lain-lain bahasa pada diri Jonan merupakan modal bagi pemimpin bangsa untuk menjalin hubungan luar negeri menjadi lebih baik. Duet Jojon merupakan pasangan yang layak dipertimbangkan dan harapan pemimpin masa mendatang. Karena itu mari publik menilai bersama atas sepak terjang dua pemimpin ini dalam sisa waktu di posisinya masing-masing, Jokowi sebagai Gubernur DKI Jonan sebagai Dirut PT. KAI.

PDIP jangan khawatir dengan Jonan, karena alumni Unair Surabaya ini memiliki jaringan luas dan mendapat dukungan dari 27.000 karyawan kereta api. Bila ditambah keluarga, dan sebagian besar penumpang kereta api, cukup lumayan. Kemudian dari etnis Tionghoa di negeri ini juga tidak sedikit. Dari perguruan tinggi dan para kolega. Jangan khawatir dengan integritas dan merah putih Jonan, meskipun dari etnis Tionghoa, dia melebihi pribumi.

Pada era global latar belakang calon pemimpin tidak lagi dibatasi oleh gender, suku, etnis, ras dan agama.


Indonesia butuh pemimpin yang dapat membawa negara ini lebih baik pada masa mendatang. Pasangan JOJON merupakan pasangan ideal, sama-sama muda, kreatif, visioner dan mau turun tangan ke lapangan untuk memberikan pelayanan kepada yang membutuhkan. JOJON For Presiden 2014. ###

Penulis: Akhmad Sujadi.

Sumber : Kompasiana (tanggal lupa mencantumkan, mohon maaf ya).

[English Free Translation]

Simple inscription which gave rise to alternative figures for 2014 presidential election: Jokowi - Jonan, abbreviated “Jojon”. Not something that is impossible if the Indonesian people want a real change. Wanna try ?

No comments:

Post a Comment

[KU-179/2021] Dirut KAI Commuter Mukti Jauhari Tutup Usia

  Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga besar KAI Group khususnya KAI Commuter hari ini berduka. Direktur Utama KAI Commuter Mukti Jauhari meningg...